Sabtu, 06 Desember 2014

Keputusan Pemerintah untuk Menghentikan Kurikulum 2013

Kumpulan Berita tentang Keputusan Pemerintah untuk menghentikan Kurikulum 2013 dan kembali ke Kurikulum 2006

Sejak jum'at kemarin (5/12/2014) telah cukup banyak situs berita online yang memuat keputusan pemerintah untuk menghentikan kurikulum 2013 dan kembali ke kurikulum 2006. Berikut adalah kutipan dari beberapa situs berikut :


SIARAN PERS
Diupload melalui http://www.kemdiknas.go.id, 05 Desember 2014 Pukul 22:04 WIB.
Mendikbud Anies Baswedan Hentikan Kurikulum 2013

Jakarta 05 Desember 2014--- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya.

“Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama 3 semester terakhir,” kata Mendikbud Anies Baswedan di Kemdikbud Jakarta, Jumat (05/12).

Implementasi Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah dilakukan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hanya sekolah- sekolah inilah yang diwajibkan menjalankan kurikulum tersebut sebagai tempat untuk memperbaiki dan mengembangkan Kurikulum 2013 ini.

Mendikbud Anies Baswedan juga menyampaikan selain sekolah tersebut, sekolah yang baru menerapkan satu semester Kurikulum 2013 akan tetap menggunakan Kurikulum 2006 sampai mereka benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013. “Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006,” katanya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal, antara lain masalah kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah.

“Penghentian ini dilandasi antara lain karena masih ada masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah yang belum merata. Pada saatnya sekolah-sekolah ini akan menerapkan Kurikulum 2013, bergantung pada kesiapan,” Anies Baswedan menjelaskan.

Menurut Anies, kurikulum pendidikan nasional memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik.

“Perbaikan kurikulum ini demi kebaikan semua elemen dalam ekosistem pendidikan terutama peserta didik, anak-anak kita. Tidak ada niat untuk menjadikan salah satu elemen pendidikan menjadi percobaan apalagi siswa yang menjadi tiang utama masa depan Bangsa,” kata Anies Baswedan.


Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menghentikan penerapan Kurikulum 2013 untuk sekolah yang baru menerapkan satu semester atau tahun ajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah itu diminta kembali menggunakan Kurikulum 2006.

"Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yakni tahun ajaran 2014/2014. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan kurikulum 2006," papar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat (5/12/2014) malam.

Sedangkan untuk sekolah-sekolah yang telah menerapkan tiga semester, yaitu sejak tahun ajaran 2013/2014 diminta melanjutkan pemakaian Kurikulum 2013. Mereka akan dijadikan sekolah percontohan selama masa evaluasi Kurikulum 2013.

"Keputusan kedua, menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah yang telah tiga semester diterapkan, yaitu tahun ajaran 2013/2014. Dan menjadikan sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013," beber Anies.

Anies menjelaskan, Kurikulum 2013 telah diterapkan terbatas tahun ajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah. Terdiri dari Sekolah Dasar di 2.598 sekolah, SMP di 1.437 sekolah, dan SMA di 1.165, serta di SMK di 1.012 sekolah.

Anies menegaskan, keputusan ini diambil karena sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013. "Penghentian ini dilandasi antara lain karena masih ada masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendamping guru dan pelatihan kepala sekolah yang belum merata," jelas Anies.

Meskipun ada penundaan, kata Anies, pada saatnya semua sekolah akan menerapkan Kurikulum 2013, bergantung kesiapan. Bahkan, untuk sekolah yang telah menerapkan tiga semester apabila merasa tidak mampu menerapkan Kurikulum 2013 juga bisa mengajukan diri ke Kemendikbud untuk pengecualian.

Saat ini Kemendikbud telah menyiapkan surat penjelasan Nomor: 179342/MPK/KR/2014 tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013. Penjelasan itu ditujukan ke kepala sekolah. DOR


SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Dengan adanya keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan untuk menghentikan Kurikulum 2013, maka tiap sekolah akan kembali ke Kurikulum 2006. Anies akan mengirimkan surat edaran tentang penghentian Kurikulum 2013 ke semua sekolah di seluruh Indonesia mulai besok.
"Kami kirimkan surat edarannya besok. Jadi, kepala sekolah dan guru bisa mulai kembali menyiapkan Kurikulum 2006," kata Anies, Jumat (5/12/2014).

Anies memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah yang belum menjalankannya selama tiga semester. Bagi yang sudah di atas tiga semester menerapkan Kurikulum 2013, maka sekolah tersebut akan tetap menggunakannya dan dijadikan percontohan bagi sekolah-sekolah lain. 

"Ada 6.221 sekolah yang masih pakai Kurikulum 2013, rinciannya 2.598 SD, 1.437 SMP, 1.165 SMA, dan 1.021 SMK," ucapnya.

Menurut Anies, masalah pada Kurikulum 2013 masih banyak, dan harus segera diperbaiki secara bertahap. Dia mengatakan, masalah Kurikulum 2013 bersifat konseptual. Misalnya, seperti ketidakselarasan ide dengan desain kurikulum serta ketidakselarasan antara gagasan dan isi buku teks.

Untuk itu, Anies ingin Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang dijadikan percontohan bisa lebih dimatangkan. Metode hingga guru-guru yang mengajar di sana nantinya akan menjadi patokan bagi sekolah-sekolah lain yang belum menggunakan Kurikulum 2013.

Anies menambahkan bahwa sekolah tidak perlu khawatir untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sebab, menurut Anies, konsep-konsep yang telah ditegaskan pada Kurikulum 2013 sebenarnya telah ada dalam Kurikulum 2006.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif di kelas. "Kreativitas dan keberanian guru untuk berinovasi itu kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia," tutur mantan rektor Universitas Paramadina itu.



Rabu, 03 Desember 2014 | 10:57
Suara Pembaruan
Mendikbud Batalkan Penerapan K-13 untuk Semua Sekolah
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, Anies Baswedan (sumber: Antara/Andika Wahyu)

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan menggelar pertemuan dengan tim evaluasi Kurikulum 2013 (K-13), Rabu (3/12) pagi. Pertemuan itu menyimpulkan K-13 tidak akan diterapkan di semua sekolah sebagaimana rencana awal, melainkan dibatasi kepada sekolah-sekolah yang sudah siap saja.

Mendikbud akan menyaring kesiapan sekolah berdasarkan sejumlah kriteria. Untuk sekolah-sekolah yang belum siap, mendikbud mengizinkan kembali kepada Kurikulum 2006.

"Menteri minta supaya kita mengembangkan bagaimana kriteria siap untuk sekolah-sekolah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013 karena opsinya melanjutkan tapi selektif, sambil membenahi," kata Ketua Tim Evaluasi K-13 Prof Suyanto di Jakarta, Rabu.

Menurut Suyanto, Mendikbud Anies akan membuat sekolah-sekolah prototipe atau sekolah model untuk K-13. Sekolah prototipe terdiri atas sekolah-sekolah yang melaksanakan K-13 pada tahap pertama (tahun 2013), yaitu sebanyak 6.326 sekolah, ditambah dengan sebagian sekolah pelaksana K-13 di tahap kedua (tahun 2014) yang dinilai sudah siap.

Suyanto mengatakan keputusan mendikbud sebenarnya sama dengan implementasi K-13 pada tahap pertama tahun 2013. Ketika itu, K-13 hanya diterapkan secara terbatas kepada "sekolah inti".

"Kemauan Pak Menteri membuat prototipe sekolah-sekolah, bukan hanya mengirimkan konsep kurikulum tapi aplikasi kurikulum ke sekolah-sekolah yang baru menerapkan," katanya. Suyanto menambahkan opsi "selected school" merupakan opsi paling moderat di antara dua opsi lainnya.

Sebelumnya, tim evaluasi K-13 mengajukan tiga opsi terkait kelanjutan K-13, yaitu, pertama, K-13 akan dihentikan sama sekali. Kedua, K-13 diterapkan di sekolah-sekolah terpilih yang sudah sangat siap dari berbagai aspek. Ketiga, K-13 dijalankan seperti saat ini tapi dilakukan pembenahan sehingga hasilnya lebih baik.

"Itu opsi paling moderat di antara tiga opsi. Ada pro dan kontra dalam K-13 maka diwadahi dalam pilihan itu. Jangan sampai pro kontra tajam sekali," ujar Suyanto. Menurutnya, sekolah-sekolah prototipe nantinya akan mempermudah sekolah-sekolah lain untuk melaksanakan K-13. Sebab, pada akhirnya, semua sekolah harus melaksanakan K-13.

"Jadi dibuat prototipe lalu dikloning. Bupati-bupati nanti diminta mengkloning untuk ambil model dari sekolah-sekolah yang sudah baik itu," katanya.Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan, saat ditemui seusai pertemuan dengan tim evaluasi hari Rabu pagi, enggan membeberkan hasil pertemuan. Dia mengatakan semua informasi akan diberikan lengkap pada Rabu sore.

"Saya sudah putuskan nanti dibikin detailnya. Lebih baik ngomong-nya sudah lengkap termasuk konsekuensi-konsekuensinya," kata Anies yang terburu-buru karena akan mengikuti sidang kabinet.

Di pihak lain, anggota tim evaluasi K-13, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Hamid Hasan mengatakan keputusan mendikbud adalah melanjutkan K-13 namun secara terbatas dengan menunjuk sekolah-sekolah prototipe. Menurutnya, tim evaluasi masih menyiapkan kriteria sekolah-sekolah yang dianggap siap untuk melaksanakan K-13.

"Jadi mirip model Cianjur saat pelaksanaan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Jadi diterapkan di sekolah-sekolah tahun pertama yang menjadi sekolah inti dan ada juga sekolah-sekolah yang melaksanakan di tahun kedua, lalu disebarkan ke yang lain," ujar Hamid.

Hamid belum bisa memastikan jumlah sekolah yang dinilai siap. Namun, salah satu kriterianya adalah akreditasi sekolah.
Penulis: C-5/YS


Selasa, 25 November 2014

Contoh Implementasi Penilaian Kelas

Implementasi Penilaian Kelas ini adalah Bab 3.pada Pedoman Teknis Penilaian di SD yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2013




IMPLEMENTASI  PENILAIAN  KELAS


A.   Penilaian Proses dalam pembelajaran saintifik

Kegiatan pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga aspek yaitu aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh/holistik, artinya pengembangan aspek yang satu tidak bisa dipisahkan dengan aspek lainnya. Dengan demikian pada saat melakukan proses pembelajaran dengan kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi/mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan, pendidik harus melakukan penilaian proses untuk melihat perkembangan dari ketiga aspek tersebut. Untuk itu perlu melakukan kegiatan pengamatan terhadap sikap, pengetahuan, dan dan keterampilan.
Contoh penilaian proses pada pembelajaran saintifik
KELAS        : 4
Tema         : Selalu Berhemat Energi
Subtema 1  : Macam-macam Sumber Energi
Halaman    :
Langkah-langkah
1.    Menentukan komponen pengamatan dari ketiga aspek.
Komponen Pengamatan
              Aspek
Kegiatan
SIKAP/ PERILAKU
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN
MENGAMATI
(Guru Memperagakan Kincir Angin dan Gambar kincir Angin pada buku)
Jujur
Disiplin
Tanggungjawab

Menemukan informasi dengan menjawab pertanyaan:
a. Apa sumber energi kincir?
b. Bagaimana kincir bisa berputar?
c. Apa manfaat kincir angin dalam kehidupan sehari-hari?
(belum perlu mengamati keterampilan karena peserta didik baru mencari informasi faktual)
MENGEKSPLORASI
Jujur
Disiplin
Tanggungjawab
Teks instruksi
Bahan-bahan
ukuran
Energi angina
Membuat kincir sesuai instruksi
MENGASOSIASI
Jujur
Disiplin
Tanggungjawab
Bahan-bahan
ukuran
Energi angina
Menyimpulkan perbedaan gerak kincir angin dengan berjalan dan berlari

MENGOMUNIKASIKAN
Santun
Peduli
percaya diri
Laporan hasil proyek
Bahan-bahan
ukuran
Energi angin

Mempresentasikan hasil

Membuat laporan

2.    Membuat lembar penilaian yang mencakup ketiga aspek tersebut
Lembar Penilaian
NO
NAMA
SIKAP
Pengetahuan
keterampilan
1
2
3
4
5
6
1.     
Muti
SB
K
C
C
B
B
80
Baik
2.     
Yenny
SB
B
B
B
C
B
85
Baik
3.     
Azis
SB
C
K
B
B
C
75
Baik
dst









Ket:
1.    Jujur                                         SB = Baik
2.    Disiplin                                     B = Cukup
3.    Tanggungjawab                          C = Kurang
4.    Santun                                      K = Kurang
5.    Peduli
6.    Percaya diri

Catatan :
Penilaian pengetahuan diambil dari nilai yang diperoleh siswa pada lembar kerja selama kegiatan pembelajaran saintifik .

B.   PenerapanTeknik  Penilaian Unjuk Kerja, Produk, Teman Sejawat, dan Observasi


KELAS          : I (Satu)
Tema           : Diriku
Subtema 1    : Aku dan Teman Baru
Pembelajaran : 1
         
1.    Indikator Pembelajaran (buku guru hal. 4)
BAHASA INDONESIA
·      Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap
·      Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama panggilan
·      Menyebutkan nama temannya

PPKn
·      Menjalankan Peraturan pada permainan
PJOK
·      Melakukan gerakan melempar
·      Melakukan gerakan menangkap
SBdP
·      Memberi hiasan pada kartu nama

2.    Tujuan pembelajaran (buku guru hal.5 dan 7)
Kegiatan 1
·      Setelah melakukan permainan lempar bola, siswa dapat memperkenalkan diri dengan menyebutkan panggilan secara benar.
·      Setelah melakukan permainan lempar bola, siswa dapat memperkenalkan diri dengan menyebutkan lengkap secara benar.
Kegiatan 2
·      Setelah mendengarkan penjelasan guru, siswa dapat menghias kartu nama dengan rapi.

3.    Teknik Penilaian 
a.     Unjuk Kerja (pengamatan kegiatan peserta didik dalam melakukan tugas ® permainan lempar bola)
Langkah-langkah  penilaian unjuk kerja;
1). Menentukan kriteria penilaian sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai (lihat indikator pencapaian) .

Tugas 1 : Permainan Lempar bola
No
Kriteria
4
Baik sekali
3
Baik
2
Cukup
1
Perlu Bimbingan
1
Kemampuan memperkenalkan diri (B. Indonesia)
Peserta didik mampu menyebutkan nama panjang dan nama panggilan
Siswa mampu
menyebutkan nama
panjang
Siswa hanya
mampu
menyebutkan nama
panggilan
Siswa belum
mampu
memperkenalkan
diri
2
Kemampuan menjalankan peraturan pada permainan (PPKn)
Siswa mampu
melakukan
permainan sesuai
dengan instruksi
tanpa pengarahan
ulang
Siswa mampu
melakukan
permainan sesuai
aturan tetapi dengan
1 kali arahan ulang

Siswa mampu
melakukan
permainan sesuai
aturan, tetapi
dengan lebih dari 1
kali arahan ulang
Siswa belum
mampu melakukan
permainan sesuai
dengan aturan lebih dari 3 kali
3
Kemampuan melakukan gerakan melempar dan menangkap (PJOK)
Siswa mampu
melempar dan
menangkap bola
dengan akurat (tidak
pernah meleset)
Siswa melempar
dan menangkap
bola, tetapi 1-2 kali
meleset
Siswa melempar dan
menangkap bola,
tetapi lebih dari 3
kali meleset
Siswa belum
mampu melempar
dan menangkap
bola
2). Buat format rekapitulasi penilaian peserta didik dengan rumus Nilai Akhir (NA) sebagai berikut:
NA = (perolehan skor/skor maksimal)x100
Keterangan :
·      Perolehan skor adalah skor yang diperoleh peserta didik dari kriteria yang ada.
·      Skor maksimal adalah hasil dari banyaknya kriteria dikalikan skor tertinggi
         
Rekapitulasi Penilaian
No
Nama Peserta Didik
B. Ind 
PPKn
PJOK
Perolehan Skor
Nilai Akhir
Perolehan Skor
Nilai Akhir
Perolehan Skor
Nilai Akhir
1
Ahmad
3
75
4
100
3
75
2







3







dst…








b.  Produk (Menghias kartu nama)
Tugas 2.  Menghias Kartu Nama (Penilaian SBdP)
Langkah-langkah kegiatan penilaian produk;
1)      Menyiapkan rubrik penilaian produk
Format Rubrik Penilaian Produk
No
Kriteria
4
Baik sekali
3
Baik
2
Cukup
1
Perlu Bimbingan
1
Perencanaan

Bahan lengkap (pensil, pensil warna/crayon/ spidol, karton/ kertas/kardus, penghapus, tali/peniti)
Memenuhi 4 bahan dari 5 bahan
Memenuhi 3 bahan dari 5 bahan
Memenuhi 2 bahan dari 5 bahan
2
Proses Pembuatan
kesesuaian langkah kerja, Kerapian, kebersihan.
Memenuhi 2 dari 3
Komponen
Memenuhi 1 dari 3
Komponen
tidak memenuhi 3 komponen
3
Hasil Produk
Memenuhi 5
komponen (nama diri, gambar
atau foto diri, hiasan, pewarnaan,
dan bentuk yang unik/menunjukkan kreativitas, )
Memenuhi 4 dari 5
Komponen
Hanya memenuhi 3
dari 5 komponen
Hanya memenuhi 2
dari 5 komponen

2). Membuat rekapitulasi penilaian
No
Nama Peserta Didik
Perolehan Skor
Jumlah Skor
Nilai Akhir
Kriteria 1
Kriteria 2
Kriteria 3
1
Ahmad
4
3
3
10
83
2






3






dst…







c.  Penilaian Sikap  (Percaya diri, disiplin dan bekerja sama; lihat buku guru hal. 3)
Langkah-langkah  penilaian sikap:
1)     Menentukan sikap yang akan dikembangkan dalam proses pembelajaran (lihat KD 1 dan KD 2) disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
2)     Menyiapkan format jurnal harian sebagai catatan perkembangan sikap pada setiap  kegiatan pembelajaran

Format Jurnal Harian
No.
Hari/Tanggal
Catatan Pengamatan
Tindak Lanjut
1


Kegiatan : ………………………
Hasil Pengamatan :


2


Kegiatan : ………………………
Hasil Pengamatan :


3


Kegiatan : ………………………
Hasil Pengamatan :


dst…


Kegiatan : ………………………
Hasil Pengamatan :



catatan:
·      Hari/tanggal                   ; diisi sesuai dengan hari dan tanggal kegiatan
·      Catatan Pengamatan       ;    diisi dengan kegiatan apa yang dilaksanakan dan catatan sikap peserta didik  yang masih perlu bimbingan
·      Tindak lanjut                  ;     diisi dengan tindakan yang diberikan pendidik untuk meningkatkan sikap peserta didik.

3)  Pendidik melakukan pengamatan saat peserta didik melakukan unjuk kerja dalam pembelajaran.
4)  Hasil pengamatan didokumentasikan dalam jurnal harian pendidik.

Contoh pengisian Jurnal harian
No.
Hari/Tanggal
Catatan Pengamatan
Tindak Lanjut
1

Senin, 9 Sept 2013
Kegiatan : Permainan lempar bola
Hasil Pengamatan:
3 orang peserta didik, yaitu Andi, Udin, dan Maryam  masih belum terlihat disiplin dan kerjasamanya.
Mendekati ketiga anak tersebut dan memberikan bimbingan serta motivasi.
2




3




dst…





5)  Hasil jurnal harian, dilihat perkembangan selama 1 minggu (satu sub tema). Kemudian perkembangan akhir minggu dicatat ke dalam lembar penilaian sikap mingguan (bukan hasil akumulasi harian) .

Lembar Penilaian Sikap (satu tema)
    Minggu ke-……. Bulan …………2013                                   Subtema ………….            
No
Nama Peserta Didik
Perkembangan Prilaku
Keterangan
Disiplin
Percaya Diri
Kerjasama
SB
B
C
K
SB
B
C
K
SB
B
C
K
1














2














3





























Catatan:
SB = sangat Baik; B= Baik; C= Cukup; K= Kurang

6)  Hasil rekapitulasi mingguan (subtema) dilihat kembali perkembangan akhir subtema dan dijadikan hasil penilaian sikap tema, dan seterusnya sampai mendapatkan nilai sikap pada akhir semester.

d.  Penilaian Sejawat
Tugas 2 : Menghias Kartu Nama
Langkah-langkah penilaian sejawat;
1)     Menentukan kriteria penilaian yang akan dilakukan peserta didik untuk menilai temannya ® pada kegiatan ini peserta didik dapat menilai hasil produk temannya dengan kriteria hasil produk terbaik (nama, hiasan, pewarnaan, bentuk) dengan arahan guru.
2)     Menyiapkan alat penilaian ® pada kegiatan ini pendidik menyiapkan format penilaian dari karton besar yang dipampang di bawah karya  dan alat penilaian berupa tanda bintang/jempol.
3)     Melakukan penilaian ® peserta didik memberikan penilaian hasil karya temannya dengan menempelkan tanda bintang/jempol.

Yuk tempelkan tanda bintang/jempol pada karya terbaik menurut pendapatmu!
No
Nama Peserta didik
Hasil Penilaian teman
Jumlah
Keterangan
1
Ahmad
C C C C
4

2
Udin
C C C C C
5

3
Maryam
C C C C
3

dst




4)    Kemudian pendidik dan peserta didik menghitung jumlah penilaian.  Yang terbanyak mendapatkan tanda bintang/jempol diberikan reward.

C.    Penerapan Teknik Penilaian Projek, dan Penilaian Diri


KELAS          : 4
Tema           : Selalu Berhemat Energi
Subtema 1    : Macam-macam Sumber Energi
Pembelajaran : 2
1.    Indikator Pembelajaran (buku guru, hal.13) :
BAHASA INDONESIA
·      Menyajikan laporan hasil percobaan dan pengamatan tentang sumber energi angin dan air serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
·      Mempraktikkan teks instruksi tentang pembuatan kincir angin
IPA
·      Menjelaskan melalui tulisan laporan tentang pemanfaatan sumber energi angin dan air dalam kehidupan sehari-hari


SBdP
·      Mendesain kincir air dan kincir angin sederhana menggunakan media kertas dan plastik bekas, dan meningkatkan keterampilan menggunting, melipat, dan menempel berdasarkan instruksi tertulis secara mandiri.

2.    Tujuan Pembelajaran (buku guru, hal.14)
·      Melalui percobaan dan pengamatan, siswa mampu membandingkan  tentang manfaat energi angin dan energi air serta pemanfaatan kincir air dan kincir angin dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan data hasil percobaan.
·      Setelah percobaan membuat kincir air dan kincir angin, siswa mampu menyajikan laporan hasil percobaan dan pengamatan tentang kincir air dan angin menggunakan kosa kata baku dengan benar.
·      Dengan kegiatan membuat kincir air dan kincir angin, siswa mampu meningkatkan keterampilan menggunting, melipat, dan menempel berdasarkan instruksi tertulis secara mandiri.
·      Melalui tugas projek, siswa dapat membuat laporan tentang pemanfaatan sumber energi angin dan air dalam kehidupan sehari-hari.


3.    Teknik Penilaian :
a.  Projek (membuat laporan pemanfaatan sumber energi angin dan air dalam kehidupan sehari-hari secara berkelompok® ditugaskan dalam waktu 1 minggu ).

Langkah-langkah penilaian projek
1)    Menentukan rubrik penilaian perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan (disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan)
Format Rubrik Penilaian Projek
No
Kriteria
4
Baik sekali
3
Baik
2
Cukup
1
Perlu Bimbingan
1
Perencanaan

memuat jadwal pelaksanaan, penentuan sumber, pembagian tugas
Memenuhi 2 aspek dari 3 aspek
Memenuhi 1 aspek dari 3 aspek
Tidak memenuhi aspek perencanaan
2
Proses Pelaksanaan


Pelaksanaan berjalan sesuai rencana
2 aspek dari 3 aspek berjalan sesuai rencana
1 aspek dari 3 aspek berjalan sesuai rencana
Tidak memenuhi aspek perencanaan
3
Pelaporan

Sistematika penulisan benar, Penggunaan bahasa yang komunikatif,  , isi yang sesuai 
Memenuhi 2 aspek dari 3 aspek
Memenuhi 1 aspek dari 3 aspek
Tidak memenuhi aspek

2)    Membuat rekapitulasi penilaian
No
Nama Peserta Didik
Perolehan Skor
Jumlah Skor
Nilai Akhir
Kriteria 1
Kriteria 2
Kriteria 3
1
Andi
4
3
2
9
75
2






3






dst…







  1. Penilaian diri
Langkah-langkah penilaian diri ;
1)    Tentukan kompetensi atau aspek yang akan dinilai. sesuaikan dengan kompetensi yang akan dikembangkan (lihat ruang lingkup pembelajaran, buku guru hal.3).
a)   Pengetahuan : energi angin dan energi air, cara membuat kincir angin dan air, laporan hasil percobaan
b)   Keterampilan : kerja ilmiah, menulis, mendesain
c)    Sikap : rasa ingin tahu, kerjasama, tekun, teliti
2)     Tentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
Aspek
Kriteria
Pengetahuan
dapat menjelaskan lebih dari dua manfaat sumber energi angin dalam kehidupan
dapat menjelaskan lebih dari dua manfaat sumber energi air dalam kehidupan
dapat menjelaskan urutan cara membuat kincir angin secara runtut.
dapat menjelaskan urutan cara membuat kincir angin secara runtut.
Keterampilan
dapat menyajikan laporan percobaan dengan tepat
dapat membuat kincir angin dengan baik
Sikap
Rasa ingin tahu sangat tinggi
dapat bekerjasama dalam kelompok dengan baik
dapat bekerja dengan tekun
dapat bekerja dengan teliti

3)     Rumuskan dalam format penilaian diri


Format Penilaian Diri
Nama Siswa         : ______________              Hari/tanggal : ______________
Kelas                   : IV (empat)                                                 
Tema/Sub Tema : Selalu Berhemat Energi/Macam-macam sumber energi
Pembelajaran : 2

Beri tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada dirimu!
No
Pernyataan
Ya
Tidak
1
Saya dapat menjelaskan lebih dari dua manfaat sumber energi angin dalam kehidupan.


2
Saya dapat menjelaskan lebih dari dua manfaat sumber energi air dalam kehidupan.


3
Saya dapat menjelaskan urutan cara membuat kincir angin secara runtut.


4
Saya dapat menjelaskan urutan cara membuat kincir angin secara runtut.


5
Saya dapat menyajikan laporan percobaan dengan tepat.


6
Saya dapat membuat kincir angin dengan baik.


7
Rasa ingin tahu sangat tinggi.


8
Saya dapat bekerjasama dalam kelompok dengan baik.


9
Saya dapat bekerja dengan tekun.


10
Saya dapat bekerja dengan teliti.



4)    Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. Penilaian ini dilakukan setelah peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran.
A.    Penerapan Portofolio
Penilaian portofolio dapat dilaksanakan setelah menyelesaikan satu tema pembelajaran. 
Adapun tahapan pelaksanaannya sebagai berikut:
1.    Menentukan kriteria portofolio yang sesuai dengan tema yang akan dilaksanakan.
Kelas  : IV
Tema : Selalu Berhemat Energi
No
Kriteria Portofolio
1
kumpulan catatan kemajuan belajar
2
kumpulan karya peserta didik yang mendukung proses berupa: laporan proyek/produk
3
kumpulan hasil tes dan latihan/tugas
4
catatan penilaian diri
5
catatan penilaian sejawat

2.    Mengumpulkan dokumen portofolio yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dalam satu folder masing-masing peserta didik.
3.    Melakukan penilaian terhadap dokumen portofolio tersebut.

Penilaian Portofolio
Nama Peserta didik     : Aziz
Kelas                          :  IV
Guru                           : Susanti
NO
                      Kriteria                               Aspek
SB
B
C
K
1.
Ada kumpulan catatan kemajuan belajar




2.
Ada kumpulan karya peserta didik yang mendukung proses berupa: laporan proyek/produk
3.
Ada kumpulan hasil tes dan latihan/tugas
4.
Ada catatan penilaian diri
5.
Ada catatan penilaian sejawat
Komentar Guru :
Penguasaan konsep Ananda Muti tentang energi mencapai ketuntasan. Kemampuan menyaji laporan sudah sangat baik dan sikap jujur,disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri mulai tampak.
Tindak Lanjut :
Perlu lebih dibiasakan prilaku jujur,disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya agar dapat berkembang dan membudaya.
Keterangan:
Sangat Baik (SB)   : 5 kriteria terpenuhi
Baik (B)               : 4 kriteria terpenuhi
Cukup (C)            : 3 kriteria terpenuhi
Kurang (K)    : 2 kriteria terpenuhi