Jumat, 09 September 2016

Keseimbangan Ekosistem

Perubahan Ekosistem terjadi secara alamiah dan akibat perbuatan manusia. Perubahan manusia secara alamiah contohnya adalah 

1. Kebakaran Hutan yang terjadi secara alamiah
Kebakaran Hutan yang terjadi secara alamiah biasa terjadi pada hutan yang memiliki kekeringan.
Image result for kebakaran hutan

Image result for sebab kebakaran hutan

Image result for sebab kebakaran hutan

2. Gunung Meletus 
Image result for gunung meletus

Image result for penyebab gunung meletus

Image result for penyebab gunung meletus

3. Tsunami


B. Aktivitas manusia

1. Perburuanliar


a. Cula

b. Gading

c. Kulit


2. Penebangan liar


3. Penggunaan bahan kimiaberlebihan

Media Pembelajaran IPA

Media Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ini disusun sesuai tingkatan kelas sebagai berikut :

A. Kelas I

B. Kelas II

C. Kelas III

D. Kelas IV

E. Kelas V

F. Kelas VI

  1. Ciri-Ciri Khusus Makhluk Hidup
  2. Perkembangbiakan Makhluk Hidup
  3. Keseimbangan Ekosistem
  4. Hewan dan Tumbuhan Langka
  5. Isolator dan Konduktor Panas
  6. Sifat Benda dan Kegunaannya

Kamis, 08 September 2016

Ciri Khusus Makhluk Hidup

Ada beberapa makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan makhluk hidup lain. Ciri-ciri khusus ini apabila diperhatikan memiliki manfaat yaitu untuk :
1. Mencari makanan
2. Kelangsungan hidup
3. Menghindari diri dari musuh

Mari kita pelajari ciri-ciri khusus hewan berikut.

1. Kelelawar
Image result

Fungsi Ekolokator
Image result for ciri khusus kelelawar dan fungsinya


2. Itik

Image result for ciri khusus itik dan fungsinya

3. Cecak


4. Unta

Image result for ciri khusus unta dan fungsinya


Image result for ciri khusus unta dan fungsinya


Adapun ciri-ciri khusus tumbuhan diantaranya sebagai berikut.

1. Kaktus

Image result for ciri khusus tanaman kaktus

Image result for ciri khusus tanaman kaktus

2. Teratai

Image result for ciri khusus tanaman teratai

Image result for ciri khusus tanaman teratai

3. Kantung Semar

Image result for ciri khusus tanaman kantong semar

PELAJARAN, CERITA DAN KARYA


A. MATERI PELAJARAN KELAS 5 SD/MI

Materi pelajaran yang ditampilkan di sini adalah dokumentasi materi pelajaran yang disampaikan selama PJJ masa Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 sampai Juni 2021. Silahkan lihat di sini

Adapun untuk KI dan KD Kelas 5 SESUAI PERMENDIKBUD NOMOR 24 TAHUN 2016  silahkan lihat di sini.


B. KARYA SISWA SENI BUDAYA DAN PRAKARYA

Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan merupakan mata pelajaran yang paling disukai oleh siswa, ini mungkin karena dalam mata pelajaran SBdP terdapat banyak kegiatan membuat benda atau kreasi tertentu yang dibuat sendiri oleh siswa. Ini sangat menyenangkan bagi siswa. Silahkan lihat di sini.


C. CERITA-CERITA UNTUK SISWA 

Suatu ketika, saat saya dan para siswa mau pulang, sebentar saja saya ceritakan kepada mereka satu cerita legenda nusantara. Tidak disangka respon siswa sangat antusias dan ingin cerita tambahan lagi, namun karena bel sudah berbunyi saya bilang ke anak-anak besok saja ya kita lanjutkan. Besok pagi, saat pembelajaran belum dimulai, anak-anak sudah menagih minta cerita lagi. Hmmm, ini jelas pengalaman baru bagi saya sebagai guru. Silahkan lihat di sini.


D. LAGU-LAGU

Musik dapat berperan dalam menumbuhkan kecerdasan dan meningkatkan memori anak, hal ini karena saat mendegarkan musik, sel-sel otak anak lebih aktif bekerja. Memainkan alat musik dapat melatih kemampuan motorik dan sensitivita telingan untuk mengembangkan koordinasi antara berbagai macam indra. Silahkan lihat di sini


E. BANK SOAL 

Membuat soal atau penilaian untuk siswa sebetulnya merupakan pekerjaan rutin seorang guru. Namun jika membuat soal selalu mulai dari awal biasanya akan memakan waktu lama. Karenanya cara yang mudah untuk membuat soal adalah dengan menggunakan kembali soal-soal sudah teruji dan valid. Silahkan lihat di sini. 

Rabu, 07 September 2016

Semut dan Belalang yang Malas

Di sebuah tepi hutan yang lebat, tinggalah sekelompok koloni semut. Mereka bekerja keras siang dan malam dengan rajin dan tanpa kenal lelah. Saling menolong dan bergantian satu sama lain, itu semua mereka lakukan demi kesejahteraan kelompok mereka. Di tepi hutan itu juga tingal berbagai serangga lainya. Mereka juga bekerja dengan giat sebagai mana pekerjaan masing-masing. 

Ada si Ring-ring laba-laba yang berfrovesi sebagai penenun. Dia menenun berbagai kain sutera yang indah dengan jaringnya untuk di jual dan dapat di gunakan sebagai mantel oleh paraserangga lain. Lalu ada si Mada si kaki seribu, dia bekerja mengantar para serangga ke tempat tujuan mereka dengan cepat.

Lalu ada juga Lola si lalat, dia bekerja sebagai tukang sampah, membersihkan sampah-sampah agar kawasan itu tetap bersih. Dan masih banyak lagi serangga-serangga lain dengan pekerjaan yang beragam. Tapi ada satu serangga yang sangat malas. Dia adalah si Kiko belalang. Dia memiliki ke inginan dan cita-cita yang tinggi. Tapi dia hanya suka berhayal dan bermimpi tanpa mau bekerja keras.

Dia sangat yakin akan kemampuanya, dan yakin akan berhasil. Sehingga pekerjaanya sehari-hari hanya berhayal dan mencoba menulis lirik-lirik lagu dan music dengan biolanya. Tentu saja karena dia bercita-cita menjadi seekor belalang pemusik yang terkenal. 

Tapi terkadang, keyakinan yang dia miliki tak di imbangi dengan bakat yang cukup dan tak mau menerima masukan dari orang lain. Dia merasa tak ada orang lain yang lebih tau akan music atau masa depanya, sehingga dia tak pernah mau menerima nasehat dari orang lain.

Waktupun terus berlalu dan musim terus berganti. Tak terasa musim gugur telah hamper usai dan mendekati musim dingin. Para semut dan binatang lain tengah giat bekerja keras untuk menyiapkan makanan sebagai persiapan di musim dingin. Tak terkecuali para semut. 

Para semut memang terkenal serangga yang paling rajin. Meski pekerjaan mereka hanya sebagai pengangku barang, mereka sangat giat bekerja dan selalu saling tolong menolong. Sedangkan si Kiko belalang masih saja asik dengan biolanya tanpa satu lagupun yang dapat dia ciptakan.


“Hai Kiko belalang, apakah kau tidak bekerja untuk persiapan di musim dingin?’. Tanya seekor semut pada suatu hari.
“Apa yang kau tahu? Kau itu tak sepintar aku. Aku ini adalah serangga yang memiliki bakat dan di takdirkan sebagai musisi besar. Tak seperti semut seperti mu yang di takdirkan sebagai kuli dan orang kecil. Dasar tak berguna.. hahaha”. Kata Kiko belalang dengan sombongnya.

“Tapi tanpa persiapan, kau akan kesulitan menghadapi musim dingin. Musim dingin sebentar lagi dating. Jika kau kurang persiapan, kau bisa kelaparan dfan bias mati. Aku hanya mencoba untuk menasehati mu kawan”. Kata semut itu dengan sabar.

“Jangan kau panggil aku dengan sebutan kawan, karena aku tak sudi berkawan dengan kasta rendah seperti mu. Dan calon orang besar seperti ku, juga tak butuh nasehat dari semut seperti mu. Sekarang pergi kau..!! Kau mengganggu konsentrasi ku dalam menciptakan lagu”. Dengan nada kasar si Kiko belalang mengusir semut yang baik hati itu.

Semut itupun kemudian meninggalkan si Kiko belalang dengan hati yang sangat kecewa. Nasehat baiknya sama sekali tak di anggap. Malah di caci dan di hina dengan semena-mena. Hingga semut itupun merasa sakit hati.

Ahirnya musim dingin tiba. Para serangga dan hewan-hewan lain tengah berhenti dari pekerjaanya dan tinggal di rumah mereka dengan nyaman. Dengan perbekalan yang cukup, mereka tak hawatir lagi dalam melalui musim dingin yang cukup panjang. 
Tapi nasib sebaliknya di alami oleh si belalang. Dia kelaparan dan mengemis makanan dari satu tempat ke tempat lain untuk bertahan hidup. Dia juga tak memiliki tempat tinggal sehingga dia harus tidur di sembarang tempat dan melawan hawa dingin yang menusuk tulang.

Hingga pada suatu hari, sampailah dia di rumah si semut yang dulu dia hina dan dia ejek.
“Hai semut sahabat ku, aku kelaparan. Maukah kau berbagi sedikit makanan untuk ku?”. Kata si belalang memelas.
“Ma’af, aku tak punya sahabat seorang pengemis seperti mu. Makanan ku hanya cukup untuk keluarga ku sendiri. Memang makanan mu di mana kok sampai kau mengemis?”. Tanya si semut. 

Sebenarnya dia mengenali belalang itu. Tapin karena rasa sakit hatinya, dia acuh dan pura-pura tak mengenalnya.

“Ma’af sahabat ku.. selama musim dingin dan musim gugur, aku sibuk menulis lagu. Sehingga aku tak sempat mencari bekal makanan”. Jawab si Kiko belalang.
“Apa kau sudah bias menulis lagu mu?”. Tanya si semut lagi.
“Aku sudah menghasilkan sebuah lagu..”. jawab si belalang dengan tersenyum dan sedikit bangga.

“Nah, kalau begitu.. waktunya sekarang kamu memainkan lagu ciptaan mu dan menari-nari dengan riang. Semoga saja lagu itu bisa membuat mu kenyang”. Kata si semut sambil menutup pintu rumahnya.

Si Kiko belalang hanya dapat berdiri tertegun di depan pintu. Dia menyesal dengan segala perbuatan dan sifat buruknya di masa lalu. Dia sangat menyesal dulu dia sangat angkuh, sombong, dan suka merendahkan orang lain. 

Kini giliran baginya untuk di rendahkan oleh orang yang dulu pernah dia hina. Tapi dia sadar, penyesalan kemudian tiada berguna. Dan mulai saat itu, si Kiko belalang belajar banyak hal. Dan dia berjanji akan berusaha menjadi lebih baik dan memperbaiki sifat-sifat buruknya.

Sumber : dongeng terbaru

Senin, 05 September 2016

Katak dan Monyet yang Rakus

Pada zaman dahulu, ada seekor katak dan monyet yang bersahabat. Tapi hubungan mereka sering hanya menguntungkan sebelah pihak. Katak yang baik hati sering di kelabuhi dan di manfaatkan oleh si monyet demi kepentingan pribadinya. Tapi si katak selalu dapat memaafkan si monyet karena menganggapnya sebagai sahabat. 

Berbeda dengan sifat si katak, sifat si monyet sangat berlawanan. Monyet itu sangat licik, banyak akal, dan sangat rakus. Tak jarang dia di jauhi oleh teman-temanya karena sifatnya tersebut. Tapi memang sudah dasar dari wataknya, hal tersebut tidak membuat monyet itu sadar akan kesalahanya.

Sebagaimana julukan yang di sandangnya sebagai monyet yang rakus, monyet itu sangat senang sekali makan. Buah pisang adalah makanan favoritnya. Dia sering mencuri buah pisang di kebun pak tani. Tapi terahir kali dia mencuri buah pisang, dia hampir tewas karena di kejar-kejar oleh pak tani yang ingin menangkapnya karena ulah nakalnya.

Hingga pada suatu hari saat monyet itu tengah melamun sendiri, dia teringat pada katak sahabatnya. Dia berniat untuk mengajak sahabatnya tersebut untuk menanam buah pisang sendiri. Jika dia punya buah pisang sendiri, tentu dia tak harus repot membahayakan dirinya hanya untuk mencuri buah pisang milik pak tani yang sangat galak.

Akhirnya, dia pun menemui si katak yang tinggal di pinggir sebuah sungai. Ketika mendengar ide dari si monyet untuk mengajaknya menanam pohon pisang sendiri, si katak sangat senang dan menyambutnya dengan antusias.
“hai katak sahabat ku, jika kita memiliki pohon pisang sendiri.. tentu kita bisa tiap hari makan enak. Bayangkan lezatnya buah pisang yang sangat manis dan menggiurkan itu”. Kata si monyet merayu.
“wah, benar sekali ide mu itu. Aku juga ingin sekali dapat memakan buah pisang. Tapi karena aku tak bias memanjat, aku tak pernah bias memakannya”. Kata si katak.

“Kau tak  usah hawatir sahabat ku, jika kau tak bias memanjat.. maka aku yang akan memanjat dan mengambilkanya untuk mu”. Kata si monyet lagi.
“Baik lah.. kalau begitu mari kita mencari pohon pisang. Kita tunggu saja di tepi sungai ini, karena biasanya ada pohon pisang yang hanyut terbawa arus”. Kata si katak.

Ahirnya mereka pun menunggu ada pohon pisang yang hanyut terbawa arus sungai. Beberapa saat kemudian, mereka melihat ada sebatang pohon pisang yang terlihat mengambang terbawa arus.
“Hai katak sahabat ku, itu ada pohon pisang yang hanyut. Cepatlah kau berenang ke sana dan seret pohon itu ke pinggir sungai. Aku tak bisa mengambilnya karena aku tak bisa berenang”. Kata si monyet.

Si katak pun mengikuti saran monyet temannya itu. Dia berenang ke tengah sungai dan menyeret pohon pisang itu ke pinggir sungai.
“sekarang kita tunggu lagi pohon pisang yang hanyut. Agar aku dan kamu sama-sama memiliki satu pohon untuk di tanam”. Kata monyet.
“Baiklah.. kita tunggu saja di sini”. Kata si katak.

Tapi setelah lama mereka menunggu, tak ada satu pun pohon pisang yang dapat mereka temukan lagi. Hingga sore menjelang, tak ada lagi pohon pisang yang hanyut terbawa arus sungai.
“Sepertinya tak ada lagi pohon pisang yang hanyut hari ini. Kalau begitu pohon ini biar aku bawa, dan kamu tunggu saja pohon pisang berikutnya esok hari”. Kata si monyet.
“ah, tidak bisa. Kan aku yang mengambil pohon pisang ini dari sungai. Jadi pohon pisang ini seharusnya menjadi milik ku”. Kata si katak sedikit protes.


Monyet pun mencari akal agar dia dapat menipu si katak demi ke untungan dirinya sendiri.
“Baiklah kalau begitu. Agar lebih adil, bagai mana kalu pohon pisang ini kita bagi dua”. Kata si monyet.
“Hmm.. ide yang bagus. Baiklah kalau begitu..’. jawab si katak.
“Aku dapat bagian atas, kamu dapat bagian bawah”. Kata si monyet. Dia berusaha menipu si katak dengan memberinya bagian pangkal pohon. Karena dia berfikir, pada pohon pisang yang berbuah adalah bagian atas. Jadi dia meminta bagian atas agar cepat berbuah.

“Kok begitu? Kamu curang monyet. Yang berbuah kan bagian atas, bagaimana aku dapat bagian pangkal pohon. Mana mungkin bias berbuah?”. Tanya si katak.
“Jangan hawatir sahabat ku. Walaupun bagian pangkal, jika kau rawat dengan baik pasti juga dapat berbuah. Kan kita ini sahabat, mana mungkin aku menipu mu”. Kata si monyet menjalankan siasatnya. Dan ahirnya si katak dengan berat hati menerimanya. Karena dia yakin, bahwa sahabatnya itu tak mungkin menipu dirinya.

Akhirnya, mereka berdua membawa bagian pohon pisang ke rumah masing-masing untuk mereka tanam. Dalam beberapa hari, pohon pisang yang di tanam oleh si monyet sudah layu dan mati. Tentu saja karena pohon pisang bagian atas tak memiliki akar dan tak bisa hidup. Berbeda dengan pohon pisang milik si katak, kini telah mulai bertunas dan keluar daunnya.

Satu minggu kemudian, si monyet berkunjung ke tempat si katak. Dia berniat melihat tanaman pisang milik si katak, apakah mati seperti tanaman miliknya. Tapi si monyet sangat kaget ketika melihat tanaman si katak tumbuh dengan subur. Kini dia sadar bahwa dulu dia telah memilih bagian pohon yang salah, tapi sesal pun kini tiada guna. Dia pun mulai mencari siasat untuk dapat menikmati buah pisang milik si katak.

Setiap dua minggu sekali, si monyet berkunjung ke rumah si katak. Dia berdalih bertamu dan melihat hasil kerja si katak. Apakah sesubur pohon pisangnya. Padahal dia hanya berusaha melihat apakah buah pisang si katak sudah berbuah. Sehingga dia dapat memetiknya. Hal tersebut dia lakukan secara berulang dan terus menerus.

Hingga pada suatu hari, akhirnya pohon pisang milik si katak sudah masak dan siap di panen.
“Hai kawan, bagai mana kabar pohon pisang mu kali ini? Apakah sudah masak?”. Tanya si monyet.
“Wah.. tepat sekali kau datang. Pohon pisang ku sudah masak dan sudah waktunya untuk di panen hari ini. Bagaimana dengan pohon pisang mu?’. Tanya si katak.
“Sama, pohon pisang ku juga sudah masak dan sudah siap untuk di panen. Rencananya besok mau aku petik”. Kata si monyet berbohong.

“Baguslah kalau begitu. Jika aku boleh minta tolong, maukah hari ini kau memanjatkan pohon pisang ku? Karena aku tak bias memanjat”. Pinta si katak.
Mendengar permintaan dari si katak, si monyet sangat senang. Karena hari ini adalah hari yang dia tunggu-tunggu selama ini. Dia dapat makan buah pisang hingga puas.
“Tentu saja katak sahabat ku. Aku ke sini memang untuk menolong mu. Kalau begitu, mari kita menuju pohon pisang milik mu”. Jawab si monyet yang licik itu.

Mereka berdua kemudian menuju pohon pisang milik si katak. Dan dengan cepat si monyet yang rakus itu memanjat pohon pisang itu. Dan di atas pohon, monyet itu mulai memetik satu persatu buah pisang. Bukan untuk di berikan pada si katak yang dari tadi menunggu di bawahnya, melainkan dia makan sendiri di atas pohon.
“Wah.. kau memang pandai menanam pisang kawan. Pisang mu ini terasa sangat manis dan lezat”. Teriak si monyet dari atas pohon.
“Hai monyet, kenapa kau memakan pisang ku? Jatuhkan beberapa pisang untuk ku. Jangan kau makan sendiri di atas pohon..!!”. teriak si katak dari bawah.

“Hai katak kawan ku. Kau ini sangat bodoh. Kau ini katak, kau tidak makan buah. Tapi kau makan serangga. Lebih baik kau pergi saja mencari nyamuk untuk kau santap. Biar buah pisang yang lezat ini aku saja yang memakanya. Karena buah selezat ini sayang sekali bila harus di bagi dengan mu. Hahahaha..”. jawab si monyet. 

Mendengar jawaban monyet yang seperti itu, si katak merasa sangat marah. Dia sangat kecewa pada si monyet yang selama ini dia aggap sebagai sahabat, ternyata monyet itu sangat egois. Akhirnya si katak pun masuk ke dalam rumah dan mengambil alat untuk menebang pohon pisang itu.

“Baiklah monyet rakus, habiskan saja semuanya. Aku tak butuh lagi pisang ini, maka pohon pisang ini akan segera ku tebang dan ku buang ke sungai”. Kata si katak kemudian mulai menebang pohon pisang itu.
Mendengar perkataan si katak, si monyet pun mempercepat makanya. Di berfikir sangat sayang jika buah pisang yang lezat itu di buang begitu sja di sungai. Dengan sekuat tenaga si monyet mempercepat makanya. Tapi karena kekenyangan, si monyet tak sanggup lagi memakan semua buah pisang itu. Tapi karena sifatnya yang rakus, dia tetap memaksakan diri untuk terus memakanya.

Tapi sayang, sebelum dia selesai memakan semua buah pisang itu, pohon pisang sudah mulai oleng dan mulai roboh. Si monyet berusaha melompat untuk menghindar agar tak ikut jatuh dengan pohon pisang tersebut. Tapi sayang.. karena kekenyangan dan kebanyakan makan, tubuhnya menjadi berat dan sulit untuk bergerak. Ahirnya, monyet itupun terjatuh ke tanah bersama pohon pisang itu. Monyet itu pingsan karena tertimpa pohon pisang. Dan si katak meninggalkanya begitu saja tanpa mau menolong monyet yang serakah dan rakus tersebut.

TAMAT

Hikmah yang dapat kita petik dari cerita fabel dongeng anak katak dan monyet yang rakus di atas adalah.. sifat rakus dan serakah bukanlah hal yang baik. Karena sifat tersebut akan merugikan diri sendiri di kemudian hari. Karena sifat tersebut dapat membuat diri kita suka menipu orang lain dan bersikap egois, sehingga banyak teman-teman yang akan menjauhi kita sehingga kita tak lagi memiliki teman di kala kita membutuhkan mereka.

sumber : dongengterbaru

Dongeng Anak Harimau dan Petani

Pada zaman dahulu, pulau jawa adalah sebuah dataran luas yang masih di kelilingi oleh hutan belantara yang lebat. Berbagai macam binatang buas menjadi penghuni dan predator yang dominan. Mereka memangsa apa saja yang lebih lemah mengikuti naluri hewani mereka. Dan manusia penghuni tanah jawa yang kala itu masih sedikit, tak lepas dari ancaman mereka. 

Manusia di kala itu harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Mereka harus membuka hutan menempuh bahaya untuk membuat lahan pertanian agar tak kelaparan. Belum lagi resiko ancaman binatang buas seperti singa, harimau, serigala, beruang, macan kumbang, dan hewan-hewan buas lainya yang selalu mengintai. Jika tak berhati-hati dan lengah, maka nyawa menjadi taruhan. 

Kala itu tersebutlah sebuah desa kecil yang sangat makmur. Tanahnya yang subur, membuat hasil panen selalu melimpah dan tak kekurangan pangan. Pada suatu hari, tersebutlah seorang petani yang bernama pak karsa ingin pergi ke ladang untuk melihat tanaman padinya. Maklum, padi yang menguning dan sudah hampir siap di panen memang sangat rawan di rusak oleh kawanan babi hutan. Jadi tiap hari harus di jaga hingga tiba masa panen. 

Waktu tengah asik memperbaiki pagar yang mengelilingi sawahnya, tiba-tiba pak karsa mendengar sesuatu. Diapun mencari-cari asal dari mana suara tersebut. Dan ahirnya dia pun di buat kaget, karena ternyata itu adalah suara 3 ekor anak harimau. Sepertinya ketiga anak harimau tersebut terjebak di dalam lubang yang dalam dan tak bisa keluar. Hingga mereka hanya bisa meraung-raung lemah berusaha mencari induknya. 

Rasa takut menyelimuti pak karsa. Karena dia tahu bahaya apa yang akan mengancamnya jika sampai induk harimau tiba. Ingin sekali dia berlari dan meninggalkan ke tiga anak harimau itu di dalam lubang. Tapi baru beberapa langkah dia berjalan, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Dan tiba-tiba fikiran pak karsa teringat pada nasib 3 anak harimau itu. Jika terus di biarkan, maka mereka bisa mati tenggelam dalam lubang yang akan di penuhi air hujan. 
Akhirnya, pak karsa mengikuti kata hatinya. Rasa ibanya pada sesama mahluk hidup mendorongnya untuk kembali. Dia memberanikan diri mengambil semua resiko dan kemungkinan yang menantinya demi menyelamatkan 3 anak harimau itu. 

"Perbuatan baik, pasti akan mendapat balasan yang baik pula". Kata pak karsa dalam hati untuk menghilangkan rasa ragunya. Pak karsapun terjun ke dalam lubang dan mengeluarkan anak harimau satu persatu. Petani yang ikhlas ini dengan sangat hati-hati mengangkat anak harimau itu dan meletakanya di pinggir lubang. Hingga akhirnya dia mengeluarkan anak harimau yang ke tiga. 

Tapi ketika anak harimau terahir telah di keluarkanya, tiba-tiba pak karsa mendengar suara auman yang sangat keras. Di lihatnya induk harimau telah berada di pinggir lubang itu, sedang pak karsa masih ada di dalam lubang. 

Tentu saja petani yang baik hati itu di buat terkejut. Wajahnya pucat pasi karena menahan rasa takut yang teramat sangat. Hal tersebut dapat di maklumi. Karena posisi pak karsa tersudut dalam lubang tanpa bisa lari kemana-mana. 

Akhirnya, pak karsa pun pasrah pada nasib. Dia sudah siap menerima nasib apapun yang akan menimpanya. Tapi pak karsa berkata pada harimau itu.. 
"Hai harimau.. Aku tak bermaksut jahat. Aku hanya berusaha menolong anak mu agar tak tenggelam dalam lubang ini. Lalu, apakah kau akan membalas niat baik ku dengan memakan ku?". Tanya pak karsa. 

Mendengar kata-kata pak karsa, harimau itu hanya terdiam. Dia menatap pak karsa seolah memiliki arti lain. Tak lama kemudian, harimau itu membawa anaknya pergi meninggalkan pak karsa tanpa melukainya. Konon kabarnya, harimau dan petani itu menjadi sahabat baik. Bahkan harimau itu sering menemani pak karsa di sawah untuk menjaganya dari serangan hewan-hewan buas di hutan. Bahkan harimau itu juga membantu menjaga sawah pak karsa dari gangguang gerombolan babi hutan sebagai balas budi telah menyelamatkan nyawa anak-anaknya.

sumber : dongeng terbaru

Kancil dan Siput yang Bijaksana

Dongeng Kancil dan Siput yang Bijaksana - 
Di ceritakan setelah si kancil mengalahkan si kuda kundalini pada lomba lari, namanya semakin melegenda. Tiap binatang mulai membicarakan tentang kehebatan si kancil. Ternyata, binatang kecil ini memiliki keberanian dan kemampuan yang tak bisa di anggap remeh. 

Seperti sebuah pribahasa.. Semakin tinggi sebuah pohon, maka semakin kencang angin yang akan menerpanya. Ibarat hidup, semakin sukses seseorang, maka ujian yang di hadapi juga akan semakin berat. Terkadang ujian yang datang bukan berasal dari orang lain, melainkan dari diri sendiri. Begitupun si kancil.. 

Ternyata, ketenaran dan nama besar yang di sandangnya, menumbuhkan rasa sombong yang tak di sadarinya. Karena telah menang lomba lari mengalahkan kuda kundalini, si kancil merasa menjadi hewan tercepat di seluruh dunia. Dia mengumumkan dan menceritakan kehebatanya waktu mengalahkan si kuda ke semua hewan, tentu saja dengan lagak sedikit menyombongkan diri. 

Ternyata hal tersebut di ketahui oleh sahabat lamanya, yaitu si siput. Si siput merasa memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan si kancil agar tak lupa diri. Hal tersebut sebagai wujud balas budi karena dulu si kancil pernah menolongnya dari elang yang mau memangsanya. 

Ahirnya, pergilah si siput menemui sahabat lamanya. Yaitu si kancil. 
"Hai kancil sahabat ku, ku tahu kini nama mu mulai terkenal di seluruh hutan. Bukan hanya di kawasan Alas purwa, tapi juga di luar wilayah Alas purwa ini". Kata siput membuka pembicaraan. 
"Oh tentu saja siput teman ku, itu semua karena mereka mengakui kehebatan ku. Hahaha.. ". Kata kancil dengan sombongnya. 

Si siput menghela nafas panjang mendengar jawaban itu. Ternyata kancil yang sekarang telah jauh berbeda dengan kancil yang pernah menolongnya dahulu. Dulu si kancil sangat baik, rendah hati, dan tak pernah memiliki sifat sombong. Tapi ternyata ketenaran akan namanya telah merubahnya hingga sejauh ini. Siput merasa perihatin melihatnya. 


"Tapi kancil sahabat ku, janganlah semua ketenaran itu membuat mu lupa diri. Karena kehebatan bukanlah segalanya, itu hanya ujian agar kau mampu mengendalikan hawa nafsumu". Kata siput dengan bijak. 
"Apa maksud mu? Apakah menurut mu aku sombong? Aku hanya berkata sesuai fakta. Pada kenyataanya aku memang sehebat yang mereka katakan". Jawab kancil dengan nada ketus. 
"Apakah benar begitu? Ingat kawan, di atas langit masih ada langit. Dan sehebat apapun diri mu, pasti masih ada yang lebih hebat dari mu. Bahkan mungkin juga aku bisa saja mengalahkan mu". Kata siput. 

"Hahaha.. Binatang kecil seperti mu mau mengalahkan ku? Bahkan jika dulu aku tak menolong mu, kau sudah di mangsa oleh elang". Kata kancil mengejek. 

Si siput hanya menerima ejekan kancil dengan sabar. Karena dia berniat menyadarkan si kancil dari ke khilafanya. 
"Tapi mungkin saja kau memang bisa ku kalahkan. Tak ada yang tahu kan kalau belum di coba?". Ungkap siput. 
"Jadi kau berniat menantang aku?". Tanya si kancil sedikit terpancing emosi. 

"Jika cara menyadarkan mu hanya dengan jalan mengalahkan mu, maka aku katakan.. iya, aku menantang mu". Kata siput dengan lantang. 

"Wah.. Wah.. Wah.. Ternyata ada pecundang yang mencoba berlagak pahlawan. Baik kalau itu kemauan mu. Lalu, lomba macam apa yang kau inginkan?". Tanya si kancil dengan penuh percaya diri. 
"Kita akan lomba lari sebagaimana ketika kau lomba lari dengan kuda kundalini. Tapi karena aku sulit berjalan di darat, aku akan lewat jalur sungai. Dan "siapa yang ada di muara" terlebih dulu, dialah pemenangnya". Kata siput. 
"Hahaha.. Binatang lamban seperti mu menantang ku lomba lari? Baiklah jika itu kemauan mu, akan ku turuti". Jawab kancil. 

Ahirnya, kancil dan siput lomba lari. Si kancil melalui jalan darat, sedangkan siput yang bijak itu melewati sungai. Dengan percaya diri si kancil berlari dengan sekuat tenaga, hingga di merasa lelah dan berheti di bawah pohon di tepi sungai. 

"Siput yang lamban dan bodoh itu pasti tertinggal jauh. Tak ada ruginya aku istirahat sebentar di sini. Lagi pula, siput itu tak mungkin mampu mengejar ku. Pasti dia sudah menyerah karena kelelahan. Hahaha..". Kata si kancil dengan angkuhnya. 

Tapi ketika si kancil baru saja mau beristirahat, tiba-tiba si siput memanggilnya dan berteriak dari kejauhan. Ternyata si siput telah berada jauh di depan kancil. 
"Hai kancil, sedang apa kau di situ? Ayo cepat kejar aku". Teriak siput. 

Si kancilpun terkejut dan kembali berlari sekuat tenaga untuk mengejar siput yang sudah ada di depanya. Dia takut siput akan mengalahkanya, pasti itu akan menjadi hal yang memalukan. Hingga si kancil kelelahan dan ingin beristirahat, hal tersebut terus berulang. Siput selalu saja sudah berada jauh di depanya. 

Dan ahirnya, dengan tubuh lemah karena kelelahan si kancil tiba di muara. Tapi si siput ternyata sudah ada di sana. Dan ahirnya si kancil mengaku kalah, dan berjanji akan memperbaiki semua sikapnya. Kini dia mulai sadar, bahwa sikap sombongnya selama ini adalah salah. Dan si kancil pergi meninggalkan si siput dengan banyak pertanyaan yang tak mampu dia jawab. Rasa malunya telah menahan dirinya untuk bertanya lebih jauh. 

Lalu, bagaimana siput yang lamban itu mampu mengalahkan si kancil? Ternya, si siput menggunakan trik husus. Dia menyuruh teman-temanya berjajar di sepanjang sungai. Dan ketika ada si kancil, maka siput yang terdekat denganya akan menampakan diri pada si kancil. Karena bentuk mereka sama, maka si kancil tak sadar akan hal itu. Sehingga si kancil mengiri siput yang di lihatnya adalah siput yang sama di awal lomba. Padahal itu adalah siput lain yang memiliki bentuk yang sama persis. 

Jadi, apakah siput berbohong? Jawabanya TIDAK. Karena jika di baca dengan teliti, siput berkata "siapa yang ada di muara lebih dulu". Dan bukan berkata "siapa yang sampai muara lebih dulu". Dan penggunaan ke dua kata ini tentu memiliki arti yang berbeda. Dan ternyata yang "ADA" di muara lebih dulu adalah siput. Tapi karena kesombongan dan emosinya, si kancil tak memperhatikan hal ini. 

Nah sobat dongeng terbaru semua, hikmah yang dapat kita petik adalah.. Jangan bersikap sombong dan mudah emosi, karena itu akan membuat mu tidak berfikir jernih. Dan dari kisah ini kita juga dapat melihat bahwa, kekuatan itu bisa kalah oleh akal. 

Sekian dulu kisah petualangan si kancil yang mampu dongeng terbaru persembahkan kali ini. Semoga kita dapat mengambil teladan positif dari kisah ini. Jangan lupa buat berkunjung lagi ya, dan nantikan dongeng-dongeng menarik lainya. Sampai jumpa.

sumber : dongeng terbaru 

Timun Mas dan Raksasa Hijau

Al-kisah pada zaman dahulu kala, ada seorang janda miskin yang tinggal sendiri di tepi hutan. Karena umurnya yang semakin tua, janda itu merasa semakin sulit melakukan pekerjaanya. Karena dia harus melakukanya sendiri. Dari bercocok tanam dan mencari kayu bakar di hutan untuk di jual. Janda itu sering merenungi nasibnya tiap malam. Mengeluh dengan kehidupan yang di jalaninya. 

Pada suatu malam, si janda miskin itu kembali merenung seperti biasa. "Andai saja aku memiliki seorang anak, pasti hidup ku tak akan sesusah ini. Akan ada yang membantu semua pekerjaan ku, dan merawat ku ketika aku sudah tua renta nantinya". Keluh janda itu. 
Ternyata semua keluh kesahnya di dengar oleh raksasa hijau penguasa hutan yang bernama Buto ijo. Tak sengaja Buto ijo melewati rumah janda miskin itu ketika tengah berburu rusa untuk di mangsanya. 

"Hahaha.. Mungkin aku bisa membantu untuk mewujudkan ke inginan mu..". Kata Buto ijo sambil menengok ke jendela. 
Mendengar suara yang menggelegar membuat janda itu terkejut dan sadar dari lamunanya. Apa lagi setelah dia melihat sosok menyeramkan yang mengintip dari jendela, membuat janda itu hampir pingsan karena ketakutan. 

"Jangan takut, aku tak akan menyakiti mu. Selama ini aku sering memperhatikan mu, aku sering mendengar semua keluh kesah mu. Dan kali ini aku datang untuk mewujudkan ke inginan mu.. Aku bisa memberi mu seorang anak". Kata Buto ijo. 
"Benarkah itu..?". Wajah janda itu kini menjadi berbinar-binar karena senang. Rasa takutnya kini telah hilang tertelan rasa bahagianya. 
"Tentu saja benar.. Aku adalah raja para raksasa penguasa hutan ini, aku tak mungkin membohongi mu". Kata Buto ijo meyakinkan. 
"Lalu.. Bagaimana caranya aku bisa memiliki anak?". Tanya janda itu. 

"Dahulu kala sebelum aku dan kaum ku di usir dari kerajaan langit, aku sempat mencuri sebuah biji timun Mas ajaib. Jika biji ini kau tanam dan kau rawat, maka dia akan tumbuh dan dapat membuat apa yang kau minta terkabul. Jika kau minta emas, maka dia akan berbuah emas. Jika kau meminta harta, maka buahnya akan berisi intan dan permata. Dan begitu pula jika kau meminta anak, maka buahnya akan berisi seorang bayi". Kata Buto ijo menjelaskan. 
"Kalau begitu, cepat berikan biji itu pada ku. Aku akan segera menanamnya..!!". Pinta janda itu bersemangat. 

"Tapi ada syaratnya..". 
"Apa syaratnya? Semuanya pasti akan ku penuhi". Janda itu semakin tak sabar. 
"Jika kelak anak yang lahir adalah lelaki, maka dia akan jadi milik mu sepenuhnya. Tapi ketika yang lahir adalah anak perempuan, maka dia harus kau serahkan pada ku untuk aku makan. Apa kau setuju? Hahaha..". Suara tawa Buto ijo menggelegar ke segenap penjuru hutan. Mendengar syarat yang di ajukan Buto ijo, janda itu termenung sejenak. Tapi karena ke inginan untuk memiliki anak sangat kuat, ahirnya dia menyanggupinya. 

Ahirnya biji timun Mas ajaib itu di berikan. Dan pada ke esokan harinya, janda itu segera menanamnya. Dia merawat tanaman itu tiap hari, hingga ahirnya tanaman itu berbuah. Tapi betapa terkejutnya dia, ketika yang lahir adalah seorang bayi wanita. Dia menjadi sangat bersedih karena teringat janjinya pada raksasa Buto ijo. 

Pada malam harinya Buto ijo datang menemui janda itu, setelah dia tahu yang lahir adalah seorang puteri, Buto ijo berniat membawa bayi itu. Tapi si janda memohon tenggang waktu beberapa tahun agar dia bisa merawat bayi itu. Dia beralasan bahwa bayi itu masih terlalu kecil, dan tak akan memuaskan bila di makan. Maka ketika nanti dia telah tumbuh lebih besar, maka dia akan di serahkan ke Buto ijo. 

Buto ijo menerima tawaran wanita itu. Dan waktupun terus berlalu setelah kejadian di malam itu. Tiap lima tahun sekali, Buto ijo datang untuk meminta anak gadis itu. Tapi janda itu selalu meminta tenggang waktu dengan alasan yang sama. Tak terasa 20 tahun telah berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik, rajin, baik hati dan periang. Sehingga kehadiran timun emas membuat kehidupan janda itu di penuhi dengan kebahagiaan. Hingga pada suatu hari, Buto ijo datang kembali untuk menagih janji. 

"Hai manusia.. Sekarang aku datang lagi ke sini untuk menagih janji mu. Cepat serahkan anak itu pada ku..!! Kesabaran ku sudah mulai habis..!!". Kata Buto ijo marah. 
"Beri aku sedikit waktu lagi. Dia masih kurus. Tunggulah hingga dia gemuk". Pinta janda itu.


"Tidak bisa.. Kesabaran ku sudah habis. Satu minggu lagi aku akan datang, dan dia harus sudah siap". Kata Buto ijo sembari pergi menahan amarah. 

Sementara itu, Timun Mas tengah berada di hutan untuk memetik bunga melati kesukaanya. Ketika dia tengah asik memetik bunga, tiba-tiba ada seorang kakek tua berjubah putih menemuinya. Ternyata kakek itu adalah Raja negeri langit. Dia menceritakan semua kisah timun Emas pada timun Emas. Dan menceritakan juga kesedihan yang di alami oleh ibunya karena janjinya pada Raksasa Buto ijo. Dan ahirnya kakek tua itu memberi sebuah bungkusan kecil pada Timun Emas. 

"Di dalamnya berisi sebuah duri, segenggam garam, dan terasi. Gunakan dengan bijak untuk menyelamatkan diri ketika Buto ijo mengejar mu". Pesan kakek itu kemudian menghilang. Timun Mas mengingat baik-baik semua pesan kakek itu. Dan setelah sampai rumah, dia menceritakan semua kejadian yang di alaminya kepada sang ibu. Tentu saja sang ibu merasa terkejut. Tapi Timun Emas menenangkan hati sang ibu, dan dia yakin bahwa dia akan baik-baik saja. ( baca dongeng anak hanya di dongengterbaru.blogspot.com)

Dan waktu satu minggu ahirnya usai. Raksasa Buto ijo kembali datang untuk menagih janji. Tapi betapa marahnya dia ketika dia menemukan gubuk si janda telah kosong tak berpenghuni. Karena Timun Mas telah membawa ibunya bersembunyi di sebuah goa dan dia sendiri berlari menuju arah gunung untuk menjauhkan Buto ijo dari ibunya. Melihat gubuk yang sudah kosong, Buto ijo pun mengerahkan kesaktianya untuk mencari tahu keberadaan Timun Emas. Dan ahirnya ketemu. Buto ijo pun segera mengerahkan segenap kesaktianya untuk mengejar Timun Emas. 

Dengan waktu tak berapa lama, dia sudah dapat melihat Timun Mas berlari di kejauhan. Melihat raksasa Buto ijo yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya di kejauhan, Timun Emas terkejut. Dia panik dan perasaan takut mulai menghampirinya. Akan tetapi dia mulai teringat kembali pesan kakek tua yang dia temui di hutan. 

Timun Emas pun langsung membuka bungkusan yang di bawanya.Dia mengambil duri dan di lemparkan ke arah Buto ijo. Sungguh ajaib..!! Ketika duri itu menyentuh tanah, kontan kawasan di sekitarnya berubah menjadi hutan yang penuh dengan pohon dan tumbuhan berduri. Tentu saja hal tersebut membuat Buto ijo kesulitan. Karena dia di hambat oleh duri-duri tajam yang membuat sekujur tubuhnya terluka. 

Tapi Buto ijo bukanlah raksasa sembarangan. Dia memiliki kesaktian yang tinggi sehingga di angkat menjadi raja para kaum raksasa. Dan dengan ilmu yang dia miliki, ahirnya Buto ijo mampu melewati hutan duri itu. Meski tubuhnya penuh luka dan goresan, dia tetap bertekad kuat mengejar Timun Mas. 

"Timun Mas, kau tak akan bisa lari dari ku.. Grrrr..!!". Teriak buto ijo sambil menggeram. 
Melihat usaha pertamanya gagal, Timun Emas kembali membuka bungkusan yang di bawanya. Kali ini dia mengambil segenggam garam dan di lemparkanya. Dan ke ajaiban kembali terjadi, kawasan itu berubah menjadi laut yang luas. Sehingga kini jarak antara Timun Emas dan Buto ijo di pisahkan oleh lautan. Tentu saja hal itu membuat Buto ijo kebingungan. Dan kesempatan itu tak di sia-siakan Timun Emas untuk kembali berlari. 

Tapi Buto ijo tak menyerah. Kembali dia membaca mantera dan mengeluarkan aji kesaktianya. Dia lalu berenang melewati laut ajaib itu. Lukanya kini menjadi semakin perih karena terkena air laut yang mengandung garam. Tapi ternyata hal tersebut tak menyurutkan tekadnya, malah emosi dan kemarahanya semakin menjadi. Dan ahirnya dengan susah payah, Buto ijo berhasil menyeberangi laut ajaib itu. Dan setelah Buto ijo melewatinya, laut itupun lenyap tak berbekas. 

"Kau membuat ku semakin marah.. Lihat saja jika nanti kau tertangkap, aku akan melumat mu hingga tak tersisa.. Aaaarrrggg..!!". Amarah Buto ijo semakin meluap tak terkendali. Melihat usaha keduanya kembali gagal, Timun Mas sedikit cemas. Karena kini dia hanya memiliki satu benda tertinggal, yaitu terasi. Jika ternyata usaha yang terahir ini gagal juga, maka dia sudah pasrah pada nasibnya. 

Tapi kembali Timun Mas menguatkan hatinya. Dia yakin, tuhan pasti akan memberi jalan keluar dan menolongnya. Dengan penuh keyakinan dia lempar terasi itu, dan lagi-lagi hal ajaib terjadi. Seluruh kawasan itu berubah menjadi lautan lumpur. Yang dapat menghisap dan menenggelamkan apapun yang berada di atasnya.

Kali ini Buto ijo tak terlalu terkejut dengan kejadian itu. Karena itu adalah ke ajaiban ke tiga yang di lihatnya dalam satu hari ini, dia tak lagi heran. Dua rintangan telah mampu dia lalui dengan kesaktianya. Dan hal tersebut membuat Buto ijo yakin pada kesaktian dan kemampuanya. Dia yakin, dengan kesaktian yang di milikinya, dia dapat melewati rintangan ke tiga ini dengan mudah. 

Tapi semua di luar dugaanya, dia telah mengambil kesalahan yang cukup fatal. Ternyata lautan lumpur itu memiliki daya hisap yang teramat kuat. Ketika Buto ijo sampai di tengah-tengah lautan lumpur, dia tak mampu lagi bertahan dan ahirnya tenggelam di telan lautan lumpur. Maka tewaslah Buto ijo di tempat itu. 

Setelah kematian Buto ijo, Timun Mas kembali ke rumahnya bersama sang ibu. Kini kehidupan mereka lebih tenteram. Hingga pada suatu hari, ada seorang pangeran berburu di hutan. Tanpa di sengaja dia bertemu Timun Emas yang kala itu memetik bunga melati. 

Melihat kecantikan dan kebaikan hati Timun Mas, sang pangeran pun jatuh cinta. Hingga pada ahirnya Timun Emas di jadikan isteri dan di boyong ke istana bersama sang ibu, dan mereka hidup bahagia hingga ahir hayatnya. Demikian dongeng rakyat dari jawa tengah dan sekitarnya, semoga bermanfaat.

sumber : dongeng terbaru