Minggu, 14 Desember 2025

Pelatihan Pendidikan Inklusif Berjenjang Tingkat Dasar 2025 (PINTAR)

 

Konsep pendidikan inklusi adalah sistem layanan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dan anak dengan potensi bakat istimewa, untuk belajar bersama rekan sebaya di kelas reguler pada sekolah terdekat.

Berikut adalah kerangka konsep pendidikan inklusi yang komprehensif:

1. Prinsip Utama Pendidikan Inklusi

Konsep ini didasarkan pada beberapa nilai dasar:

  • Akses dan Keadilan: Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa memandang kondisi fisik, mental, intelektual, maupun sosial.
  • Anti-Diskriminasi: Sekolah harus terbuka dan menerima keragaman tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, atau kemampuan ekonomi.
  • Fleksibilitas Kurikulum: Pembelajaran harus berpusat pada kebutuhan dan keunikan individu, bukan memaksakan anak mengikuti standar yang kaku.

2. Landasan Hukum di Indonesia

Implementasi pendidikan inklusi di Indonesia diperkuat oleh peraturan berikut:

  • UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Menjamin hak setiap warga negara yang berkelainan untuk memperoleh pendidikan khusus.
  • Permendiknas No. 70 Tahun 2009: Mewajibkan pemerintah daerah menunjuk minimal satu sekolah per kecamatan sebagai penyelenggara pendidikan inklusif.
  • Permendikbudristek No. 48 Tahun 2023: Aturan terbaru mengenai akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas.

3. Komponen Implementasi

Untuk menjalankan konsep ini, sekolah memerlukan:

  • Akomodasi yang Layak: Penyesuaian sarana prasarana agar aksesibel bagi semua siswa.
  • Guru Pembimbing Khusus (GPK): Tenaga pendidik yang berkolaborasi dengan guru reguler untuk mendampingi ABK.
  • Adaptasi Kurikulum: Penggunaan model kurikulum yang fleksibel, seperti yang diusung dalam Kurikulum Merdeka, untuk memfasilitasi perbedaan gaya belajar.

4. Manfaat bagi Siswa

  • Bagi ABK: Meningkatkan kemandirian, keterampilan sosial, serta rasa percaya diri melalui interaksi nyata dengan teman sebaya.
  • Bagi Siswa Reguler: Menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan kemampuan untuk menghargai perbedaan sejak dini.
  • Pendidikan inklusi bertujuan menciptakan ekosistem sekolah yang mencerminkan masyarakat inklusif, di mana keberagaman tidak dilihat sebagai hambatan, melainkan sebagai anugerah untuk saling belajar.
Bahan Ajar Pendidikan Inklusi

2017 Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Di Madrasah

2021 Modul Pelatihan Kelas Inklusif Daring AIDRAN

2021 Pelatihan Pelaksanaan Pendidikan Inklusi PUSKURBUK


Untuk lebih lengkapnya silahkan dilihat di Pelatihan Pendidikan Inklusif Berjenjang Tingkat Dasar yang diselenggarakan leh Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan dan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan pada tanggal 11 Desember 2025 s.d 15 Desember 2025, total 40 JP.




Latar belakang Pelatihan : 
Pendidikan inklusif saat ini menjadi tuntutan sekaligus kebutuhan mendesak dalam mewujudkan layanan pendidikan yang adil dan bermutu bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki latar belakang dan kebutuhan beragam. Namun, banyak pendidik masih menghadapi kesulitan dalam memahami konsep dasar inklusi dan mengintegrasikannya ke dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu, pelatihan pendidikan inklusif berjenjang tingkat dasar sangat penting sebagai pondasi awal untuk membangun kompetensi guru agar lebih inklusif, reflektif, dan adaptif. Melalui pelatihan ini, pendidik tidak hanya memahami filosofi dan nilai dasar inklusi, tetapi juga menguasai strategi praktis seperti Desain Universal untuk Pembelajaran (DUP), asesmen fungsional, dan teknik pengajaran langsung. Dengan bekal ini, mereka mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung keberagaman, sehingga setiap murid dapat berpartisipasi aktif dan berkembang secara optimal.

Kompetensi Teknis : Setelah menyelesaikan Pelatihan Tingkat Dasar, para peserta akan:
  1. Mampu memahami berbagai bentuk keberagaman individu dan merefleksikannya pada diri sendiri, memiliki empati tinggi terhadap murid dengan karakteristik yang beragam, menganalisis potensi dan risiko keberagaman, serta siap menjadi agen perubahan dalam membangun strategi yang tepat untuk mengelola keberagaman;
  2. Mampu memahami akar filosofis dan nilai-nilai dasar pendidikan inklusif, serta menginternalisasikannya dalam sikap dan perannya sebagai pendidik; serta
  3. Mampu memahami lingkungan fisik dan sosial-emosional kelas yang aman, nyaman, dan mendukung keberagaman murid, menguasai prinsip dan penerapan DUP, termasuk dalam rencana pembelajaran, asesmen fungsional, serta strategi pengajaran, khususnya strategi pengajaran langsung dan prompt, guna memastikan semua murid terlibat dan berkembang optimal.
Tujuan Pelatihan : 
Para lulusan pelatihan tingkat dasar ini diharapkan menjadi pendidik yang inklusif, reflektif, dan adaptif dalam menghadapi keberagaman murid. Mereka mampu memahami berbagai bentuk keberagaman individu dan merefleksikannya dalam praktik profesional, serta menunjukkan empati tinggi terhadap murid dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam. Mereka juga memiliki kemampuan menganalisis potensi dan risiko dari keberagaman dalam lingkungan pendidikan, serta membangun strategi pengelolaan yang tepat dan inklusif.

Selain itu, lulusan pelatihan ini memahami akar filosofis dan nilai-nilai dasar pendidikan inklusif, serta menginternalisasi prinsip-prinsip tersebut dalam sikap dan perannya sebagai pendidik. Mereka mampu menciptakan lingkungan fisik dan sosial-emosional kelas yang aman, nyaman, dan mendukung keberagaman murid. Mereka mampu menguasai prinsip dan penerapan Desain Universal untuk Pembelajaran (DUP) dalam rencana pembelajaran, asesmen fungsional, serta strategi pengajaran, khususnya strategi pengajaran langsung dan prompt, untuk memastikan seluruh murid terlibat secara aktif dan berkembang secara optimal

Modul Pelatihan

Section 1 : PENDAHULUAN
1.1 Selamat Datang di Pintar

Section 2 : KELOMPOK DASAR
2.1 Moderasi Beragama dan Pembangunan Nasional
2.2 Nilai-Nilai Dasar Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama
2.3 Sistem Pelatihan dan Pengembangan SDM Kementerian Agama

Section 3 : TEMA 1 - MENGENAL KEBERAGAMAN
3.1 Pengantar Modul Tingkat Dasar
3.2 Pengantar Tema 1 Mengenal Keberagaman
3.3 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 1
3.4 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 2
3.5 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 3
3.6 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 4
3.7 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 5
3.8 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 6
3.9 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 7
3.10 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 8
3.11 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 9
3.12 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 10
3.13 Mengenal Keberagaman di Kelas - Bagian 11
3.14 Mengelola Keberagaman - Bagian 1
3.15 Mengelola Keberagaman - Bagian 2
3.16 Mengelola Keberagaman - Bagian 3
3.17 Mengelola Keberagaman - Bagian 4
3.18 Mengelola Keberagaman - Bagian 5
3.19 Mengelola Keberagaman - Bagian 6
3.20 Mengelola Keberagaman - Bagian 7
3.21 Mengelola Keberagaman - Bagian 8
3.22 Rangkuman Tema 1 Mengenal Keberagaman

Section 4 : TEMA 2 - PENTINGNYA PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM MERAYAKAN KEBERAGAMAN
4.1 Rangkuman Tema 1 Mengenal Keberagaman
4.2 Memahami Manfaat Pendidikan Inklusif - Bagian 1
4.3 Memahami Manfaat Pendidikan Inklusif - Bagian 2
4.4 Memahami Manfaat Pendidikan Inklusif - Bagian 3
4.5 Memahami Manfaat Pendidikan Inklusif - Bagian 4
4.6 Memahami Manfaat Pendidikan Inklusif - Bagian 5
4.7 Memahami Manfaat Pendidikan Inklusif - Bagian 6
4.8 Memahami Manfaat Pendidikan Inklusif - Bagian 7
4.9 Memahami Manfaat Pendidikan Inklusif - Bagian 8
4.10 Memahami Pentingnya Pendidikan Inklusif - Bagian 1
4.11 Memahami Pentingnya Pendidikan Inklusif - Bagian 2
4.12 Memahami Pentingnya Pendidikan Inklusif - Bagian 3
4.13 Memahami Pentingnya Pendidikan Inklusif - Bagian 4
4.14 Memahami Pentingnya Pendidikan Inklusif - Bagian 5
4.15 Memahami Pentingnya Pendidikan Inklusif - Bagian 6
4.16 Memahami Pentingnya Pendidikan Inklusif - Bagian 7
4.17 Rangkuman Tema 2 Pentingnya Pendidikan Inklusif dalam Merayakan Keberagaman

Section 5 : TEMA 3 - MEMFASILITASI KEBERAGAMAN DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS
5.1 Pengantar Tema 3 Memfasilitasi Keberagaman dalam Pembelajaran di Kelas
5.2 Desain Universal untuk Pembelajaran - Bagian 1
5.3 Desain Universal untuk Pembelajaran - Bagian 2
5.4 Desain Universal untuk Pembelajaran - Bagian 3
5.5 Desain Universal untuk Pembelajaran - Bagian 4
5.6 Desain Universal untuk Pembelajaran - Bagian 5
5.7 Desain Universal untuk Pembelajaran - Bagian 6
5.8 Desain Universal untuk Pembelajaran - Bagian 7
5.9 Desain Universal untuk Pembelajaran - Bagian 8
5.10 Desain Universal untuk Pembelajaran - Bagian 9
5.11 Desain Universal untuk Pembelajaran - Bagian 10
5.12 Lingkungan Inklusif Ramah Pembelajaran (LIRP) -Bagian 1
5.13 Lingkungan Inklusif Ramah Pembelajaran (LIRP) -Bagian 2
5.14 Lingkungan Inklusif Ramah Pembelajaran (LIRP) -Bagian 3
5.15 Lingkungan Inklusif Ramah Pembelajaran (LIRP) -Bagian 4
5.16 Lingkungan Inklusif Ramah Pembelajaran (LIRP) -Bagian 5
5.17 Lingkungan Inklusif Ramah Pembelajaran (LIRP) -Bagian 6
5.18 Lingkungan Inklusif Ramah Pembelajaran (LIRP) -Bagian 7
5.19 Rangkuman Tema 3 Memfasilitasi Keberagaman dalam Pembelajaran di Kelas

Section 6 : TEMA 4 - MENGELOLA ASESMEN DAN STRATEGI PENGAJARAN DALAM KERANGKA DESAIN UNIVERSAL UNTUK PEMBELAJARAN (DUP)
6.1 Pengantar Tema 4 Mengelola Asesmen dan Strategi Pengajaran dalam Kerangka Desain Universal untuk Pembelajaran (DUP)
6.2 Asesmen Fungsional - Bagian 1
6.3 Asesmen Fungsional - Bagian 2
6.4 Asesmen Fungsional - Bagian 3
6.5 Asesmen Fungsional - Bagian 4
6.6 Asesmen Fungsional - Bagian 5
6.7 Asesmen Fungsional - Bagian 6
6.8 Asesmen Fungsional - Bagian 7
6.9 Asesmen Fungsional - Bagian 8
6.10 Strategi Pengajaran - Bagian 1
6.11 Strategi Pengajaran - Bagian 2
6.12 Strategi Pengajaran - Bagian 3
6.13 Strategi Pengajaran - Bagian 4
6.14 Strategi Pengajaran - Bagian 5
6.15 Strategi Pengajaran - Bagian 6
6.16 Strategi Pengajaran - Bagian 7
6.17 Strategi Pengajaran - Bagian 8
6.18 Rangkuman Tema 4 Mengelola Asesmen dan Strategi Pengajaran dalam Kerangka Desain Universal untuk Pembelajaran (DUP)
6.19 Penutup Modul Tingkat Dasar

Senin, 08 Desember 2025

MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM JAKARTA


A. VISI DAN MISI
VISI 
  1. Menjadi program studi magister yang unggul, profesional dan kompetitif tingkat nasional maupun regional di era digital
  2. Unggul yang dimaksud adalah keunggulan bidang ilmu, keunggulan bidang penelitian, manajerial dan karakter
  3. Profesional yang dimaksud adalah prodi ini dikelola secara profesional oleh karena memiliki SDM yang juga profesional berbasis sistem
  4. Kompetitif yang dimaksud adalah para alumninya memiliki kemampuan bersaing dengan alumni manapun yang memiliki prodi yang sama atau setara, baik tingkat nasional
MISI 
  1. Menyelenggarakan pembelajaran untuk melahirkan sarjana tingkat magister yang memiliki kemampuan menerapkan pengetahuan dan mengembangkannya dengan berbasis IPTEK
  2. Mengembangkan aktivitas pembelajaran untuk membekali calon magister yang mampu menguasai pembelajaran PAI baik teori maupun praktek
  3. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penelitian guna pengembangan teori dan atau penerapannya
  4. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masysrakat sebagai wujud pengabdian keilmuan dan profesionalisme
SASARAN : Membina mahasiswa untuk melahirkan sarjana strata dua (S2) yang memiliki keilmuan komprehensif secara teoritis dan terapan dalam bidang keahlian Pendidikan Agama Islam untuk mengisi kebutuhan tenaga profesional pengelolaan pada sekolah, madrasah dan sejenisnya yang berkarakter keislaman dan ke-Indonesiaan

B. DAFTAR MATA KULIAH

Semester 1 :
Metode Penelitian Pendidikan
Bahasa Arab (matrikulasi)
Bahasa Inggris (matrikulasi)
Ilmu Pendidikan (matrikulasi)

Semester 2
Manajemen Kurikulum
Pengembangan Pemikiran Islam
Perencanaan Sistem Instruktional
Statistik Pendidikan
Pengembangan Model Pembelajaran

Semester 3
Perencanaan dan Pengembangan Instrumen Evaluasi
Manajemen Pendidikan
Pengembangan Manajemen Pendidikan Islam
Filsafat dan Tasawuf
Filsafat Ilmu

Semester 4
Tesis

C. TENAGA PENGAJAR
Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si.
Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A.
Prof. Dr. Marhamah, M.Pd.
Prof. Dr. Farhana, SH., MH., M.Pd.I.
Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc.
Prof. Dr. Zainun Kamal, M.A.
Prof. Dr. Murodi, M.Ag.
Prof. Dr. Prof.Dr. Sururin, MΑ.
Assoc. Prof. Dr. Sutardjo Atmowijdoyo, M.Pd
Assoc. Prof.  Dr. Attabik Luthfi, M.A
Dr. Syahrullah, M.Pd
Dr. Siti Uswatun Khasanah, MA.Hum.
Dr. Madian Muchlis, MA
Dr. Abdul Choir, MA
Dr. Nur Irsyadiah, M.PdI
Dr. Sayid Qutub, S.Kom, S. Th.I, MA, M.Pd, M.Si
Dr. Marhardi Muhayar, MA
Dr. Popi Puadah
Dr. Ishak Syairozi, M.Pd
Dr. Yuyu Wahyudin, M.Pd
Dr. Nur Fadli Hazhar, M.Pd

D. MY PROJECT
1. Analisis karakteristik religiusitas siswa kelas V (Lima) MI Al Husna Jakarta (Jurnal)
2. Reorientation of School-Based Curriculum Management to Support the Deep Learning Ecosystem in Elementary Schools (Jurnal)
3. Sebab Munculnya Aliran Teologi, Teologi Tujuan dan Teologi Proses Dalam Islam (Jurnal)


PERPUSTAKAN DIGITAL PRIBADI