Kamis, 26 November 2020

RANTAI MAKANAN



Hubungan antarmakhluk hidup sangatlah penting. Setiap makhluk hidup bergantung pada makhluk hidup lainnya dan saling membutuhkan. Hubungan erat yang khas antara dua jenis makhluk hidup disebut simbiosis.
 


Rantai makanan adalah rangkaian peristiwa makan dan dimakan antarmakhluk hidup demi kelangsungan hidupnya. Proses makan-memakan ini berdasar pada urutan tertentu dan berlangsung teruş-menerus, Dalam suatu ekosistem, makhluk hidup memiliki perannyá masing-masing. Ada yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan beberapa sebagai dekomposer (pengurai).
 
Produsen adalah makhluk hidup yang dapat memproduksi zat organik dari zat anorganik. Produsen tidak memakan makhluk hidup yang lain, melainkan membuatnya sendiri. Satu-satunya jenis makhluk hidup yang mampu melakukan proses tersebut adalah tumbuhan dengan cara fotosintesis. Contoh dari produsen, yaitu alga, lumut, dan tumbuhan hijau.
 
Konsumen adalah makhluk hidup yang tidak bisa membuat makanannya sendiri dan bergantung pada organisme lain. Konsumen mengonsumsi organisme lainnya untuk bertahan hidup. Dalam suatu ekosistem, yang berperan sebagai konsumen biasanya adalah hewan. Konsumen dibagi atas beberapa tingkatan dalam suatu rantai makanan.
 
Pertama konsumen primer, yaitu hewan yang memakan tumbuhan (herbivora) secara langsung, contohnya sapi, kelinci, dan lain-lain. Lalu konsumen sekunder, yaitu hewan yang memakan konsumen primer (karnivora). Kemudian, konsumen tersier yang memakan konsumen sekunder. Kegiatan makan-memakan berlangsung hingga konsumen terakhir atau biasa disebut konsumen puncak. Konsumen puncak adalah tingkatan dari konsumen di mana tidak ada lagi makhluk hidup lain yang memakannya. Contoh konsumen puncak di antaranya singa, beruang, buaya, dan tentunya manusia.
 
Dekomposer (pengurai) merupakan pemeran terakhir dalam suatu rantai makanan. Organisme ini berperan menguraikan bahan organik menjadi bahan anorganik. Dekomposer mengurai bahan organik dari tumbuhan mati atau bangkai hewan dan mengembalikan nutrisinya ke dalam tanah yang kemudian digunakan oleh produsen untuk berfotosintesis. Dari sinilah siklus rantai makanan dimulai kembali. Dekomposer disebut juga detritivor atau pemakan bangkai. Contoh dari organisme ini di antaranya bakteri pembusuk dan jamur.
 
Rantai makanan tersusun atas beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini disebut dengan tingkat trofik. Susunan-susunannya dimulai dari produsen hingga dekomposer. Produsen sebagai organisme yang mampu membuat makanan sendiri berada di tingkat trofik pertama. Kemudian konsumen yang memakan produsen berada pada tingkat trofik kedua. Pada tingkat ketiga diduduki oleh konsumen yang memakan konsumen pertama, begitu juga pada tingkat trofik keempat dan seterusnya.
 

Latihan
1. Apa yang dimaksud dengan simbiosis?
2. Aps yang dimaksud dengani rantai makanan?
3. Setutkan apa saja yang termasuk komponei dari rantai makanan!
4. Setutkan peran dari dekomposer atau pengurail
5  Apa yang dimaksud dengan firgkat trofik?

Senin, 23 November 2020

Keanekaragaman Hayati di Indonesia Flora dan Fauna



Bumi adalah tempat yang memiliki banyak ekosistem (Baca: Keanekaragaman Ekosistem dan Contohnya). Ekosistem- ekosistem ini memiliki keunikan serta ciri khas masing- masing. Ada ekosistem sungai, ekosistem hutan, ekosistem gurun, ekosistem rawa, atau ekosistem laut. Perbedaan ekosistem ini, terjadi akibat bentuk relief permukaan bumi yang berbeda. Perbedaan bentuk muka bumi, akibat adanya tenaga pembentuk muka bumi. Tenaga ini, menyebabkan kerak bumi menjadi tidak rata (Baca: Tenaga Pembentuk Muka Bumi dan Akibatnya). Akibatnya ekosistem di setiap daerah menjadi berbeda- beda.

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah gunung api serta hutan hujan terbanyak di dunia. Selain itu, Indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak laut. Hal ini menyebabkan ekosistem di Indonesia bermacam- macam. Lokasi dari Indonesia sendiri juga menyebabkan jenis flora dan fauna yang ada di Indonesia bermacam- macam. Indonesia adalah negara yang di apit oleh 2 benua dan dua samudra. 2 benua itu adalah benua Asia dan benua Australia. Sedangkan 2 samudra yang mengapit Indonesia adalah samudra Hindia dan samudra Pasifik. Lokasi yang strategis, menyebabkan sumber daya alam di Indonesia bermacam- macam (Baca: Jenis jenis Sumber Daya Alam dan Manfaatnya).

Indonesia adalah salah satu negara yang beriklim tropis. Selain itu Indonesia juga adalah salah satu negara yang dilalui garis khatulistiwa. Hal ini juga adalah satu faktor banyaknya jenis flora dan fauna di Indonesia. Jenis flora dan fauna di Indonesia tersebar dan memiliki berbagai macam keunikan yang berbeda- beda di setiap daerah. Keanekaragaman hayati di Indonesia, dibagi menjadi dua, yaitu keanekaragaman hayati flora dan keanekaragaman hayati fauna. Sebagai daerah yang berpulau- pulau dan luas, persebaran fauna dan flora di Indonesia juga terbagi berdasarkan wilayah yang ada di Indonesia.

Keanekaragaman Flora di Indonesia
Indonesia adalah negara yang beriklim tropis, serta negara yang dilalui oleh garis khatulistiwa. Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki tingkat curah hujan yang cukup tinggi. Selain itu, Indonesia adalah salah satu negara dengan gugusan gunung api yang panjang. Akibat adanya vulkanisme, tanah di Indonesia rata- rata memiliki tanah yang subur 
Sebagai negara dengan curah hujan yang tinggi dan tanah yang subur, membuat keanekaragaman flora di Indonesia sangat banyak. Selain itu, persebaran hutan di Indonesia juga tersebar dengan karakteristik masing- masing di tiap daerah. Persebaran hutan di Indonesia, dibagi berdasarkan jenis tanaman yang mendiami hutan tersebut. Persebaran hutan di Indonesia dibagi menjadi 4, yaitu:

1. Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis adalah jenis hutan yang paling banyak berada di Indonesia (Baca: Ekosistem Hutan Hujan Tropis – Ciri-ciri dan Persebarannya). Jenis hutan ini banyak ditemukan di kalimantan, sumatra dan papua. Karakteristik dari jenis hutan ini adalah tingkat curah hujan yang sangat tinggi. Sehingga hutan ini cenderung lembab. Selain itu, pohon- pohon yang mendiami hutan ini cenderung besar dan tinggi. Jenis tanaman pada hutan ini heterogen atau banyak macamnya. Contoh tanaman yang mendiami hutan ini adalah pohon kemenyan, pohon rotan, pohon kamper, pohon damar, pohon eboni, dan pohon meranti.

2. Hutan Musim
Hutan musim adalah hutan yang bermusim (Baca: Hutan Musim : Pengertian, Jenis, Dan Manfaatnya). Maksud dari musim ini adalah, hutan ini akan menggugurkan daunnya saat musim kemarau dan kembali menjadi hutan lebat saat musim hujan. Jenis hutan ini banyak ditemukan di pulau jawa. Tingkat curah hujan di hutan ini tidak terlalu tinggi, sehingga hutan tidak begitu lembab. Jenis pohon yang berada di hutan ini cenderung kecil dan tidak terlalu lebabt. Hutan musim biasanya hanya di isi oleh satu jenis pohon saja. Tanaman yang biasanya berada di hutan ini adalah pohon jati dan pohon cemara.
3. Sabana

Sabana adalah padang rumput yang diisi oleh rerumputan serta pohon- pohon berjenis pendek (Baca: Hutan Sabana : Pengertian, Ciri-ciri, dan Manfaatnya). Di Indonesia sabana berada di wilayah Gayo Aceh dan Madura. Ciri khas dari sabana adalah bersuhu hangat. Hal ini diakibatkan tingkat curah hujan yang tidak tinggi, tapi juga tidak rendah. Sabana memiliki perbenaan sangat signifikan di musim hujan dan musim kemarau. Saat musim kemarau curah hujan di sabana sangat rendah, tapi tidah cukup rendah hingga dapat menjadi gurun. Dan saat musim hujan, curah hujan di sabana sangat tinggi tetapi tidak cukup tinggi untuk menjadi hutan hujan tropis.

4. Stepa
Stepa adalah padang rumput yang sangat kering (baca: Bioma Stepa : Pengertian, Proses, Ciri-ciri dan Persebarannya). Di Indonesia, stepa dapat di temukan di daerah dengan masa kemarau paling panjang, seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, iklim di stepa sangat kering akibat curah hujan yang tidak tinggi. Hanya saja, sedikitnya curah hujan ini, tidak membuat stepa menjadi gurun. Biasanya stepa tidak memiliki pohon. Stepa hanya diisi oleh rumput- rumput berjenis pendek.

Selain 4 persebaran hutan, Indonesia sendiri memiliki tanaman endemik yang hanya ada di Indonesia. Tanaman tersebut adalah jenis- jenis rafflesia, bedali, kepuh, bungur, nangka celeng, mundu, sawo kecik dan kluwak. Akan tetapi jenis tanaman bedali, kepuh, dan sawo kecik adalah jenis tanaman yang hampir punah.

Keanekaragaman Fauna di Indonesia
Sebagai daerah dengan jumlah persebaran hutan yang banyak, Indonesia juga memiliki kekayaan fauna yang jumlahnya tidak sedikit. Persebaran fauna di Indonesia di bagi berdasarkan garis wallace dan garis webber. Kedua garis ini membagi Indonesia menjadi 3 bagian. Bagian oriental, bagian peralihan, dan bagian australia. Pembagian ini dilihat berdasarkan kesamaan jenis karakteristik hewan yang ada di daerah tersebut dengan daerah yang lain. Garis wallace memisahkan antara Indonesia bagian oriental dan australia. Sedangkan garis webber adalah garis yang berada di antara oriental dan australia.

1. Wilayah Oriental
Wilayah oriental meliputi daerah Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. Hewan yang berada di wilayah ini, memiliki kesamaan karakteristik dengan hewan yang berada di daerah asia. Hewan pada daerah ini, biasanya mendiami daerah hutan hujan tropis. Jenis hewan yang mendiami daerah oriental biasanya berbadan besar atau berjenis primata.

Sedangkan burung yang mendiami daerah ini biasnya memiliki kicauan yang bagus tetapi memiliki bulu yang kurang berwarna. Jenis hewan pada bagian oriental ini adalah gajah, harimau, dan badak sumatra. Tapir, badak bercula satu, beruang madu, orang utan, tarsius, kukang, uwa- uwa. Sedangkan untuk jenis burung, ada burung rangkong, burung jalak bali, burung murai, burung elang putih dan burung elang jawa.

2. Wilayah Australia
Wilayah australia meliputi daerah papua, maluku, nusa tenggara, dan sulawesi. Hewan pada wilayah ini memiliki jenis yang hampir sama dengan wilayah australia. Hewan pada daerah ini memiliki ciri bertubuh kecil. Selain itu beberapa mamalia memiliki kantong. Untuk jenis burung di wilayah ini, memiliki warna bulu yang lebig beraneka ragam dan lebih banyak memiliki warna.

Dikarenakan memiliki kesamaan dengan daerah australia, hewan kangguru juga ditemukan di wilayah ini. Hanya saja jenis kangguru di Indonesia dan australia memiliki bentuk fisik yang sedikit berbeda. Selain kangguru jenis hewan di daerah ini adalah walabi, kuskus dan oposum. Sedangkan untuk jenis burung adalah cendrawasih, kasuari dan kakatua raja.

3. Peralihan
Wilayah peralihan adalah wilayah dimana hewan yang mendiaminya memiliki ciri yang berbeda dengan daeran oriental dan daerah australia. Wilayah peralihan meliputi sulawesi selatan hingga kepulauan aru. Hewan yang berada di wilayah ini dapat dikatakan sebagai hewan endemik Indonesia, karena tidak memiliki kesamaan dengan daerah lain. Hewan yang berada di wilayah peralihan adalah komodo, anoa, babi rusa, dan burung maleo.

Selain hewan di atas, beberapa binatang endemik Indonesia lainnya yang tidak berada di wilayah peralihan adalah tarsius, kukang, dan badak bercula satu. Sedangkan beberapa hewan di Indonesia yang masuk daftar terancam punah adalah badak dan harimau sumatra, tapir, elang jawa, burung rangkong, orang utan, komodo, beruang madu, bekantan, badak bercula satu, macan tutul, gajah sumatra, penyu hijau, jalak bali, cendrawasih, maleo, kakatua raja, kasuari, dan sanca hijau.

Akibat dari ulah manusia, banyak hewan dan tumbuhan yang terancam punah. Untuk mencegah kepunahan, dapat dilakukan dengan cara melestarikan flora dan fauna. Menjaga bumi adalah tugas dari manusia. Ekosistem perlu dijaga kesimbangannya, sehingga tidak terjadi dampak yang merugikan manusia.

Komponen Ekosistem



Ekosistem adalah hubungan timbal balik atau interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Selain itu, .ekosistem merupakan tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup makhluk hidup dan benda tidak hidup. Makhluk hidup berupa tanaman, hewan, dan manusia. Benda tidak hidup misalnya tanah, air, batu-batuan, suhu udara, dan cahaya matahari. Tumbuhan, hewan, dan lingkungan dapat membentuk suatu ekosistem. Ekosistem dibedakan menjadi dua macam, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami misalnya hutan, sungai, danau, laut, dan padang pasir. Contoh ekosistem buatan misalnya akuarium, sawah, kolam, kebun, dan ladang.

Komponen penyusun ekosistem terdiri atas dua macam, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri atas makhluk hidup, sedangkan komponen abiotik adalah komponen yang terdiri atas benda mati. Seluruh komponen biotik daiam suatu ekosistem membentuk komunitas. Dengan demikian, ekosistem dapat diartikan sebagai kesatuan antara komunitas dan lingkungan abiotiknya

1. Komponen Biotik
Berdasarkan caranya memperoleh makanan di dalam ekosistem, organisme anggota komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. Produsen, merupakan makhluk hidup yang dapat menghasilkan zat makanan sendiri melalui fotosintesis. Misalnya, tumbuhan hijau. Produsen disebut juga sebagai penghasil.
b. Konsumen, merupakan makhluk hidup yang tidak dapat menghasilkan zat makanan sendiri, tetapi menggunakan zat makanan yang dibuat oleh makhluk hidup lain. Konsumen disebut juga sebagai pemakai.
c. Dekomposer atau pengurai, merupakan jasad renik yang berperan menguraikan bahan organik yang berasal dari makhluk hidup yang telah mati atau hasil pembuangan sisa pencernaan.

2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik merupakan komponen tidak hidup dalam suatu ekosistem. Komponen abiotik sangat menentukan jenis makhluk hidup yang menghuni suatu lingkungan. Komponen abiotik terdiri atas tanah, air, udara, suhu, dan sebagainya.



KOMPONEN EKOSISTEM SAWAH
Ekosistem sawah merupakan salah satu contoh ekosistem buatan, karena sawah merupakan tempat budidaya atau tempat bercocok tanam petani. Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik yang tidak terpisahkan antara makhluk hidup satu dengan yang lainnya maupun dengan lingkungannya. Ekosistem juga bisa dikatakan suatu tatanan atau struktur kesatuan secara utuh serta menyeluruh di antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi dan memberikan dampak.

Dalam sebuah ekosistem diperlukan faktor pembentuk, yaitu komponen abiotik atau komponen tidak hidup adalah komponep fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya suatu kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam dimensi ruang dan waktunya. Komponen abiotik sendiri dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme dalam suatu unit lingkungan yang ada. Komponen biotik merupakan bagian ekosistem yang terdiri atas makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, ataupun makhluk hidup pengurai

Ekosistem sawah mempunyai komposisi yang kaya flora dan fauna. Kalau dipilah-pilah organisme ekosistem sawah ada yang bersifat menetap dan ada yang hanya sebagai pendatang (untuk mencari makan saja). Contoh spesies yang bersifat hanya sementara saja misalkan: amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Kebanyakan komponen biotik dalam ekosistem sawah mampu bereaksi secara fisiologis (perilaku) untuk penyesuaian dengan kondisi ekosistem sawah yang berubah dengan cepat.

Di dalam ekosistem sawah terdapat berbagai macam komponen yang ada, baik biotik maupun abiotik serta adanya keterkaitan antara fungsi ekosistem yang muncul di antara dimensi ruang dan waktu dalam suatu ekosistem sawah tersebut.

Komponen biotik ekosistem sawah, terdiri atas produsen: padi, genjer, dan rerumputan, konsumen: belalang, tikus, ular, katak, belut, capung, hama wereng, maupun burung, dekomposer atau pengurai: cacing, bakteri, -maupun jamur. Komponen abiotik ekosistem sawah terdiri atas cahaya matahari, tanah, suhu, udara.dan kelembapan.

KOMPONEN EKOSISTEM

Proses yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekosistem. Ekosistem dapat juga dikatakan sebagai suatu sistem di suatu daerah yang terjadi hubungan timbalbalik antara komponen biotik (hidup) dan komponen abiotik (tidak hidup) atau dengan lingkungannya.

Secara garis besar komponen penyusun ekosistem terdiri atas dua komponen, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.

1. Komponen Biotik
Komponen biotik adalah komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup yang ada di bumi. Berdasarkan segi tingkatan trofik atau nutrj|i, komponen biotik dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
a. Komponen autotrof adalah organisme uniseluler dan multiseluler yang dapat berfotosintetis. Misalnya, tumbuhan berbiji, fitoplankton, ganggang, tumbuhan paku, dan tumbuhan lumut. Organisme dalam komponen autotrof merupakan produsen yang utama dalam ekosistem.

b. Komponen heterotrof adalah organisme yang memanfaatkan bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai bahan makanan. Organisme heterotrof terdiri atas herbivor sebagai konsumen primer (konsumen I), karnivor pemakan herbivor sebagai konsumen sekunder (konsumen II), karnivor pemakan karnivor sebagai.konsumen tersier (konsumen III), dekomposer, serta detritivor. If Berdasarkan peran dan fungsinya, organisme dibedakan menjadi 3 macam, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer.

2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik adalah komponen fisik dan kimiawi yang ada pada suatu ekosistem sebagai medium untuk berlangsungnya suatu kehidupan. Berikut beberapa unsur yang termasuk komponen abiotik.
a. Udara adalah unsur penting bagi seluruh penghuni ekosistem, misalnya untuk bernapas, berfotosintesis, dan Iain-Iain.
b. Air adalah kebutuhan setiap makhluk hidup. Air diperlukan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.
c. Garam mineral adalah komponen yang memiliki banyak manfaat bagi makhluk hidup, misalnya untuk menjaga keseimbangan asam dan basa, mengatur alat kerja tubuh, dan proses metabolisme. 
d. Sinar matahari adalah sumber energi bagi seluruh kehidupan yang ada di bumi juga dapat memengaruhi tingkah laku organisme.
e. Suhu adalah derajat energi panas yang berasal dari radiasi sinar yang bersumber dari energi matahari.
f. Topografi termasuk komponen yang dapat memengaruhi ekosistem karena topografi yang berbeda dapat menyebabkan perbedaan penerimaan cahaya, tekanan udara, suhu udara, dan kelembapan.

Selasa, 10 November 2020

Kata Ungkapan (2)

    


Ungkapan atau biasa juga disebut Idiom adalah gabungan kata yang membentuk arti baru dan tidak dapat ditafsirkan dengan kata pembentuk dasarnya. Secara sederhana, Ungkapan adalah gabunganh mempunyai makna baru dan tidak dapat diartikan satu persatu kata.

Ungkapan digunakan seseorang untuk mengkiaskan sesuatu. Ia terdiri dari gabungan 2 kata atau lebih. Dalam suatu konteks peristiwa gabungan dua kata memiliki 2 kemungkinan makna. Pertama adalah makna denotasi (sebenarnya). Kedua adalah makna konotasi (kias). Maka dari itu, untuk mengetahui gabungan kata tersebut ungkapan atau bukan. Maka kita harus melihat konteks kalimat yang menyertainya.

Contohnya seperti : 

Membanting Tulang

Dalam makna sebenarnya, Membating tulang bisa diartikan tulang yang dibanting. Namun dalam arti ungkapan membanting tulang artinya adalah bekerja keras.

Rizal membanting Banting Tulang disampingnya sebagai luapan kemarahannya,

Rizal Banting Tulang demi menghidupi keluarganya.

Berikut ini adalah beberapa contoh ungkapan atau idiom bahasa Indonesia beserta artinya. Dilengkapi juga dengan contoh kalimat ungkapan dan arti dari macam macam ungkapan tersebut.


Buah Tangan
Kalimat       : Pamanku datang dari Bandung. Ia membawa Buah Tangan yang banyak sekali.
Arti              : Oleh- Oleh

Buah Bibir
Kalimat       : Febri menjadi Buah Bibir setelah mencetak gol indah di pertandingan kemarin.
Arti              : Bahan Pembicaraan

Naik Pitam   
Kalimat         : Karena terus diledek oleh teman-temannya. Rudi pun Naik Pitam.
Arti               : Marah

Bunga Desa 
Kalimat        : Sewaktu masih muda Nenekku adalah Bunga Desa di tempat ini.
Arti              :  Perempuan cantik yang banyak disenangi para pemuda disebuah desa

Meja Hijau
Kalimat      : Gara- gara mencuri sebuah handphone. Pemuda itu diseret ke Meja Hijau.
Arti            : Pengadilan

Kepala Dingin
Kalimat     : Mari kita selesaikan masalah ini dengan Kepala Dingin!
Arti           : Sabar & Tenang

Rendah Hati
Kalimat     : Nia tetap Rendah Hati. Meskipun dia berhasil menjadi juara lomba .. kemarin.
Arti           : Sifat baik hati dan Tidak merasa paling pintar, kaya dsb / Tidak Sombong

Besar Kepala
Kalimat    : Kusman menjadi Besar Kepala setelah ia menjadi juara kelas
Arti           : Sombong

Tangan Kanan
Kalimat     : Polisi telah menangkap Tangan Kanan gembong narkoba itu di Jakarta.
Arti            : Orang Kepercayaan

Buah Hati
Kalimat    : Jaga kesehatan Buah Hati anda dengan cara menerapkan pola hidup sehat!.
Arti          : Anak, Anak Kandung

Tulang Punggung
Kalimat  : Semenjak Ayahnya sakit. Hilman menjadi Tulang Punggung keluarga.
Arti         : Orang yg bertanggung jawab penuh untuk menghidupi seseorang / keluarga

Keras Kepala
Kalimat   : Dewi tak tahan dengan sifat temannya yang Keras Kepala.
Arti         :  Sifat dimana seseorang tidak mau menerima nasihat / intervensi

Makan Asam Garam
Kalimat  : Kakek itu sudah banyak Makan Asam Garam Kehidupan.
Arti         : Lika Liku Kehidupan (Kesenangan Kesusahan)

NO NAMA UNGKAPAN        ARTI UNGKAPAN
1. Adu Mulut = Bertengkar
2. Akal Bulus = Tipu Muslihat Yang Licik
3. Ambang Pintu = Saat Mendekatnya Peristiwa Atau Kejadian
4. Anak Bawang = Peserta Bermain Yang Tidak Masuk Hitungan
5. Anak Buah  = Bawahan Seorang Pemimpin
6. Anak Emas  = Anak Kesayangan
7. Anak Semata Wayang  = Anak Satu- Satunya
8. Angkat Bicara  = Mulai Bicara
9. Angkat Kaki  = Pergi
10. Angkat Tangan  = Menyerah
11. Angkat Topi  = Menaruh Hormat / Kagum
12. Aral Melintang  = Hambatan Atau Halangan
13. Asam Garam  = Lika- Liku Kehidupan / Kesenangan Kesusahan
14 Awan Hitam  = Mendung
15. Awan Kelabu  = Kesedihan / Duka
16. Banting Tulang  = Kerja Keras
17. Banyak Mulut  = Cerewet
18. Batu Loncatan  = Sarana untuk memperoleh sesuatu yg lebih baik
19. Bau Kencur  = Masih Belum Banyak Pengalaman
20. Benang Kusut  = Perkara yang susah untuk diselesaikan
21. Benang Merah  = Sesuatu yang saling berhubungan hingga menjadi kesatuan
22. Bengkok Hati  = Senang melihat orang lain susah dan Susah melihat orang lain senang
23. Berat Hati  = Tidak tega
24. Berat Sebelah  = Tidak Adil
25. Berbadan Dua  = Hamil
26.Berbunga Bunga  = Senang
27.Berdarah Dingin  = Tidak mempunyai belas kasihan
28.Bermuka Dua  = Orang yang tidak dapat dipercaya
29. Berpangku Tangan  = Tidak melakukan apa-apa (diam)
30. Bersilat Lidah  = Memutar-balikkan perkataan
31. Besar Hati  = Sombong/Bangga
32. Besar Kepala  = Sombong
33. Besar Mulut  = Suka Membual
34. Biang Keladi  = Penyebab Masalah
36. Bintang Kelas  = Orang Paling Pintar / Terpopuler di Kelas
37. Bogem Mentah  = Pukulan Dengan Kepalan Tangan
38. Buah Bibir  = Bahan Pembicaraan
39. Buah Hati  = Jantung Hati / Anak dsb
40. Buah Pena  = Karya Tulis / Karangan
41. Buah Pikiran  = Hasil Pikiran / Ide
42. Buah Tangan  = Oleh- Oleh
43. Buku Putih  =  = Buku yang sifatnya Rahasia
44. Bunga Desa  = Perempuan cantik yang paling disenangi disebuah desa
45. Bunga Tidur  = Mimpi
46. Buta Hati  = Tidak ada Perasaan Belas Kasihan
47. Campur Tangan  = Ikut dalam urusan orang lain
48. Cari Muka  = Berbuat sesuatu dengan maksud mendapat pujian
49. Cepat Kaki  = Tangkas / Giat dalam Bekerja dll
50. Cepat Mulut  = Tidak Dapat Menyimpan Rahasia
52. Cuci Mata  = Bersenang- senang dengan melihat sesuatu yg Indah
53. Cuci Otak  = Menghilangkan suatu pendapat/keyakinan dgn yg baru dengan suatu cara
54. Cuci Tangan  = Tidak mau ikut campur dalam suatu masalah
56. Darah Biru  = Keturunan Bangsawan
57. Darah Daging  = Anak Kandung
58 Darah Dingin  = Tidak ada Perasaan Belas Kasihan
61 Debat Kusir  = Debat yg tak disertai alasan masuk akal
62 Demam Panggung  = Gugup
63 Diambil Hati  = Dimasukan Kedalam Hati (perasaan)/Jangan dibawa perasaan (baper)
65 Dibawah Tangan  = Tidak secara resmi (penjualan, pernikahan dll)
66 Diujung Tanduk  = Keadaan yang membahayakan / mengkhawatirkan
67 Emas Biru  = Semen
68 Emas Hijau  = Komoditas Hasil Pertanian yg potensial utk diekspor
69 Emas Hitam  = Aspal, Batu Bara, Pasir Besi
70 Empat Mata  = Berdua Saja (Berbicara)
71 Enteng Tangan  = Suka memukul atau menggunakan kekerasan
72 Gaji Buta  = Menerima Gaji tapi Sedikit Bekerja
74 Gantung Raket  = Pensiun dari Bulutangkis
75 Gantung Sepatu  = Pensiun dari Sepakbola
76 Gelap Mata  = Hilang Kesabaran/Sangat marah
77 Gigit Jari  = Kecewa
78 Gila Hormat  = Sangat Ingin Dihormati Orang Lain
79 Gulung Tikar  = Bangkrut
81 Hampa Tangan  = Tidak Berhasil / Pulang dgn Tidak Membawa Apa-Apa
82 Harga Mati  = Harga yg Tidak Dapat Ditawar Lagi
83 Hati Besar =
84 Haus Darah  = Orang yang Haus Kekuasaan & Harta *
85 Hidung Belang  = Laki-laki yang suka mempermainkan perempuan
87 Hotel Prodeo  = Penjara
88 Hukum Rimba  = Hukum yang Tidak Adil / yg kuat yg berkuasa
89 Jaga Mulut  = Bicara Hati- Hati
90 Jago Kandang  = Orang yg hanya berani di Lingkungannya Sendiri
91 Jago Merah  = Api Kebakaran
92 Jatuh Bangun  = Maju Mundurnya (Kehidupan, Usaha dll)
93 Jatuh Hati  = Perasaan Suka terhadap sesuatu (orang, benda dll)
94 Jiwa Besar  = Sabar Menerima Keadaan
95 Kabar Angin  = Berita yg Belum Jelas Kebenarannya
97 Kaki Tangan  = Anak Buah
98 Kambing Hitam  = Sasaran Kesalahan
99 Kebakaran Jenggot  = Panik atau Kebingungan yang amat sangat
100 Kecil Hati  = Hilang Keberanian
101 Kejatuhan Bulan  = Mendapatkan keberuntungan
102 Kelinci Percobaan  = Orang yang pertama dimanfaatkan sebagai bahan percobaan
103 Kepala Batu  = Susah dinasehati orang / Bebal
104 Kepala Dingin  = Sabar / Tenang
105 Kepala Dua  = Memihak Kesana- Kesini / Umur 20an
106 Kepala Keluarga  = Orang yang bertanggung jawab pada suatu keluarga (biasanya Ayah)
107 Kepala Udang  = Bodoh/Tolol
108 Keras Hati  = Tidak cepat putus asa
109 Keras Kepala  = Tidak mau dinasehati orang lain
110 Kuda Besi  = Motor
111 Kuda Hitam  = Peserta perlombaan yang tidak diperhitungkan untuk menang
112 Kulit Badak  = Tidak tahu malu/tidak berperasaan
114 Kutu Buku  = Orang yang Sangat Suka Membaca
115 Kutu Loncat  = Orang yg suka berpindah- pindah dari golongan satu ke lainnya
116 Langkah Seribu  = Lari cepat karena takut
117 Lapang Dada  = Menerima dengan Tabah
118 Lapangan Hijau  = Lapangan Sepakbola
119 Lebar Mulut  = Banyak Bicara
120 Leher Panjang  = Suka meniru pekerjaan orang lain
121 Lempar Batu Sembunyi Tangan  = Melakukan perbuatan buruk kemudian pura-pura tidak mengetahuinya
122 Lempar Handuk  = Menyerah
123 Lepas Kontrol  = Tidak terkendali*
124 Lepas Tangan  = Tidak Bertanggung Jawab
126 Lintah Darat  = Orang yg suka meminjamkan uang dengan bunga tinggi/Riba
127 Lupa Daratan  = Sikap yang melampaui batas
128 Lupa Diri  = Tidak Sadar akan dirinya
129 Lurus Hati  = Jujur
130 Macan Ompong Penguasa tanpa Kekuatan
131 Main Mata  = Melakukan kontak dengan pihak lain demi menguntungkan suatu pihak
132 Main Tangan  = Memukul dgn Tangan
133 Makan Angin  = Jalan- Jalan untuk Mencari Hawa Bersih
134 Makan Hati  = Menderita/sedih gara-gara perbuatan orang lain
135 Makan Tulang  = Mengambil keuntungan dari hasil kerja keras orang lain
136 Makan Waktu  = Memerlukan waktu yg Lama
137 Mata Hati  = Perasaan yang Dalam
139 Mata- Mata  = Orang yg Mengawasi*
140 Meja Hijau  = Pengadilan
141 Memutar Otak / Putar Otak  = Berpikir dengan sungguh-sungguh
142 Mengurut Dada  = Mengusap dada karena sedih, kecewa, susah dll
143 Menusuk Hati  = Menyakitkan hati
144 Merah Padam  = Merah Sekali
145 Muka Dua  = Tidak Jujur
146 Muka Masam  = Cemberut
147 Muka Tebal  = Tidak Punya Malu
148 Muka Tembok  = Tidak Punya Malu
149 Mulut Harimau  = Bahaya atau Kesulitan Besar
150 Mulut Manis  = Tutur Kata yang sangat menarik hati
151 Murah Hati  = Suka memberi
152 Naik Banding  = Minta pertimbangan kepada pengadilan yang lebih tinggi
153 Naik Daun  = Karir yang sedang menanjak/Tenar
154 Naik Pitam/ Darah  = Marah
155 Omong Kosong  = Bualan
156 Orang Dalam  = Orang yg ada dalam suatu lingkungan (pekerjaan dll)
158 Otak Encer  = Pintar
159 Otak Miring  = Agak Gila
160 Otak Udang  = Bodoh
161 Panas Tangan  =
162 Pangku Tangan  = Tidak berbuat Apa- apa
163 Panjang Akal  = Pandai Dalam Berpikir
164 Panjang Kaki  =
165 Panjang Lidah  = Suka Mengomel / Gampang Mengadu Pada Orang Lain
166 Panjang Tangan  = Suka Mencuri
167 Patah Arang  = Patah Semangat
168 Patah Hati  = Kecewa karena harapannya gagal
169 Pecah Telur  = Angka/penjualan pertama
170 Pedagang Kaki Lima  = Pedagang yang berjualan di emperan toko atau tepian jalan
172 Pikul Beban
173 Pusing Tujuh Keliling  = Pusing sekali
174 Rahasia Umum  = Rahasia yang sudah diketahui orang banyak
175 Rapuh Mulut  = Tidak dapat menyimpan rahasia
176 Rendah Diri  = Sifat merasa dirinya kurang
177 Rendah Hati  = Tidak sombong
178 Ringan Kaki  = Suka Datang (melawat, mengunjungi dsb)
179 Ringan Kepala  = Mudah Mengerti atau menangkap Pelajaran
180 Ringan Mulut/Lidah  = Ramah/Suka Menyapa/Bawel
181 Ringan Tangan  = Suka Menolong (+) Suka Memukul (-)
182 Sahabat Pena  = Berteman tapi tidak pernah bertatap muka dan biasanya hanya berkomunikasi lewat surat
183 Saksi Bisu  = Benda mati yang menjadi saksi suatu kejadian atau peristiwa
184 Salah Langkah  = Keliru Melangkah
185 Salam Tempel  = Salam yg Disertai Uang (Amplop Berisi Uang)
186 Sapi Perah  = Orang yang diperas tenaganya terus menerus atau dimanfaatkan orang lain
187 Sapu Bersih  = Menendang langsung bola
188 Sebatang Kara  = Tidak Memiliki Sanak Saudara
189 Sebelah Mata  = Meremehkan
190 Selayang Pandang  = Sekilas
191 Semata Wayang  = Hanya satu-satunya (anak)
192 Setali Tiga Uang  = Sama saja/Tidak ada bedanya
193 Setengah Hati  = Segan-segan
194 Si Jago Merah  = Api kebakaran
195 Silat Lidah  = Pandai Bicara/Debat
196 Suara Emas  = Suara yang Merdu
197 Suara Hati  = Kata hati
198 Tahan Banting  = Tidak Mudah Menyerah
199 Tangan Besi  = Kekuasaan dgn Kekerasan
200 Tangan Dingin  = Sifat Selalu Membawa Hasil
201 Tangan Hampa  = Sia-sia/tidak mendapat apapun
202 Tangan Hitam  =
203 Tangan Kanan  = Orang Kepercayaan
204 Tangan Terbuka  = Menerima dengan senang hati
205 Tebal Hati  = Tidak punya Belas Kasihan
206 Tertangkap Basah  = Terpergoki
207 Tikus Kantor  =
208 Tinggi Hati  = Sombong / Angkuh
209 Tukar Guling  = Bertukar barang dengan tidak menambah uang
210 Tulang Punggung  = Seseorang yang dijadikan andalan atau tumpuan dalam suatu hal
211 Tulang Rusuk  = Pasangan Hidup
212 Turun Tangan  = Ikut Membantu
213 Tutup Mata  = Acuh terhadap apa yang terjadi
214 Tutup Mulut  = Diam
215 Tutup Usia  = Meninggal Dunia
216 Uang Panas  = Uang yang tidak diperoleh dengan cara yang sah
217 Ujung Tanduk  = Keadaan yang membahayakan
218 Ujung Tombak  = Pasukan/pemain yang ada dibarisan paling depan
219 Uluran Tangan  = Pemberian bantuan
220 Unjuk Gigi  = Pamer Kekuatan
221 Kuda Hitam  = Tidak diperhitungkan
222 Isapan Jempol  = Kabar yang Tidak Benar

sumber disini

PEREDARAN DARAH


Darah mengalir di dalam tubuh manusia melalui organ-organ peredaran darah. Peredaran darah manusia termasuk peredaran darah tertutup karena darah selalu beredar di dalam pembuluh darah. Setiap beredar, darah melalui jantung dua kali sehingga disebut peredaran darah ganda. Pada peredaran darah ganda dikenal peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.




1. Peredaran Darah Kecil

Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah yang dimulai dari jantung menuju ke paru-paru, kemudian kembali lagi ke jantung. Secara urut, proses peredaran darah kecil, yaitu sebagai berikut. bilik (ventrikel) kanan pembuluh nadi paru-paru (arteri pulmonalis)→ paru-paru → pembuluh balik paru-paru (vena půlmonalis) → serambi (atrium) kiri."


2. Peredaran Darah Besar

Peredaran darah besar adalah peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh, kemudian kembali ke jantung lagi. Secara urut proses peredaran darah besar, yaitu sebagai berikut. bilik (ventrikel) kiri -> aorta seluruh tubuh > (atrium) kanan. pembuluh balik atas (vena cava) serambi Kepala


Kata Ungkapan (1)


Dalam bahasa Indonesia, dikenal juga kata ungkapan. Ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus sehingga menghasilkan makna baru (makna kiasan). Gabungan kata dalam ungkapan tidak bisa disisipi kata lain.

Perhatikan contoh ungkapan berikut!
1. Buah bibir, artinya bahan permbicaraan
2. Buah tangan, artinya oleh-oleh.
3. Buah karya, artinya hasil karya
4. Tangan kanan, artinya orang kepercayaan.
5. Ringan tangan, artinya suka menolong.

Ayo Mencari Tahu
Carilah arti dari ungkapan-ungkapan berikut ini! Kamu dapat mencari tahu dengan bertanya kepada gurumu atau orangtuamu atau dari sumber lain seperti internet dan buku.
1. Anak emas
2. Banting tulang
3. Kutu buku
4. Kabar angin
5. Kambing hitam
6. Gulung tikar
7. Meja hijau
8. Si jago merah
9. Panjang tangan
10. Kaki tangan
11. Naik pitam.
12. Bunga tidur 
13. Kepala dingin
14. Bunga desa
15. Anak bawang
16. Panjang kaki
17. Angkat tangan
19. Adu mulut
20. Berat hati

Ayo Berdiskusi
Tulislah arti ungkapan pada kalimat di bawah ini! Diskusikanlah dengan teman sekelompokmu!
1. lbu Maya mencari kucing peliharaannya yang hilang itu pulang dengan tangan hampa. Tangan hampa artinya ...
2. Menjadi guru paud itu harus panjang usus.
Panjang usus artinya ....
3. Orang yang berkantong tebal itu sangat baik hati.
Berkantong tebal artinya....
4. Orang itu dikenal bermulut besar di lingkungan rumahnya.
Bermulut besar artinya ....
5. Jangan berpangku tangan saja, bekerjalah dengan rajin.
Berpangku tangan artinya....

PERPADUAN BUDAYA (AKULTURASI BUDAYA)


Di lingkungan sekitar, sering kita temukan interaksi sosial budaya. Salah satunya adalah akulturasi budaya. Akulturasi budaya adalah perpaduan budaya yang kemudian menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan unsur-unsur asli dalam budaya tersebut. Misalnya, proses percampuran dua budaya atau lebih yang saling bertemu dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga bisa saling memengaruhi.

Contoh akulturasi budaya yang terjadi pada masyarakat Indonesia, antara lain sebagai berikut.


1. Seni Bangunan

Akulturasi seni bangunan tampak pada bangunan candi sebagaj wujud percampuran antara seni asli bangsa Indonesia dengan agama Hindu-Buddha. Candi merupakan hasil bangunan zaman megalitikum, yaitu bangunan punden berundak-undak yang mendapat pengaruh Hindu-Buddha.

 

Contohnya, candi Borobudur. Pada candi disertai pula berbagai macam benda yang ikut dikubur yang disebut bekal kubur sehingga candi juga berfungsi sebagai makam, tidak semata-mata sebagai rumah dewa. Namun, pada candi Buddha, umumnya hanya jadi tempat pemujaan dewa. Tidak terdapat peti pripih dan abu jenazah yang ditanam di sekitar candi dalam bangunan stupa.

 

Candi Borobudur yarig terletak di Magelang, Jawa Tengah.


2. Kesenian

Contoh bentuk akulturasi budaya pada bidang seni dapat dilihat pada kesenian masyarakat Betawi. Interaksi orang Betawi dengan bangsa lạin menyebabkan terjadinya percampuran budaya yang saling mempengaruhi termasuk pada berbagai kesenian yang diciptakan. Misalnya, dari interaksi orang Betawi dengan masyarakat Tionghoa tercipta Tari Cokek dan orkes Gambang Kromong.


Tari Cokek.

3. Cara Berpakaian 

Pada pakaian pengantin orang Betawi, terlihat pengaruh dari kebudayaan berbagai kelompok etnis pembentuk masyarakat Betawi. Pakaian yang digunakan pengantin pria, yang terdiri dari serban, jubah panjang, dan celana panjang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Arab.



Adapun pakaian pengantin wanita yang menggunakan syangko (penutup muka), baju model encim dan rok panjang memperlihatkan adanya pengaruh kebudayaan Tiongkok. Uniknya, terompah (alas kaki) yang dikenakan oleh pengantin pria dan wanita dipengaruhi oleh kebudayaan Arab.


4. Adat Kebiasaan

Salah satu contoh akulturasi budaya dalam masyarakat, yaitu membagi rezeki pada saat hari raya Lebaran. Tradisi membagi rezeki saat hari raya sebenarnya terjadi karena proses akulturasi budaya masyarakat Tionghoa dengan Islam. Tradisi ini tetap dilaksanakan karena mengandung nilai-nilai moral yang bertujuan baik.




Ayo Amati

Perhatikan lingkungan sekitar tempat tinggalmu! Tulislah berbagai interaksi sosial budaya di lingkungan sekitarmu yang termasuk bentuk akulturasi budaya! Tuliskan pada kolom berikut!

1.

3.

5.

6.

7.

8.

10.


Senin, 09 November 2020

MEMBACA PANTUN

Pantun termasuk salah satu jenis puisi lama. Pantun diciptakan dalam bentuk lisan untuk menyampaikan pikiran dan perasaan terhadap seseorang ataupun suatu peristiwa yang bertujuan untuk menyindir, berjenaka, memberi nasihat, atau bersuka ria. Seperti halnya puisi, pantun juga dibaca dengan disertai irama. Hal ini bertujuan agar isi pantun enak didengar dan memberi kesan mendalam bagi yang mendengarnya.

Perhatikan contoh pantun berikut!
Anak ayam di atas pagar
Turun ke tanah memakan padi
Kalau utang wajib dibayar
Kalau janji wajib ditepati
 
Dalam membaca pantun harus memperhatikan lafal dan intonasi yang tepat. Ada beberapa cara yang harus diperhatikan dalam membaca pantun, antara lain sebagai berikut.
1. Membaca pantun secara berulang-ulang.
2. Menandai kata-kata pada pantun dengan tanda-tanda berikut untuk menunjukkan intonasi.
 
/ Tanda untuk intonasi naik.
\ Tanda untuk intonasi turun.
- Tanda untuk intonasi datar.
/ Tanda untuk berhenti sebentar.
// Tanda untuk berhenti lama,
 
Contoh:
Anak ayam di atas pagar/

Turun ke tanah memakan padi //
 
3. Membaca pantun tersebut dengan intonasi sesuai tanda yang dibuat.
4. Mengulangi sampai pengucapan benar dan intonasi yang digunakan tepat.
 
Sebuah pantun biasanya mengandung pesan atau amanat. Pesan dalam pantun adalah sesuatu yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca atau pendengar pantun. Pesan sebuah pantun biasanya terdapat pada bagian isi, yaitu baris ke-3 dan ke-4,
 
Perhatikan contoh berikut!
Anak ayam di atas pagar
Turun ke tanah memakan padi
Kalau utang wajib dibayar
Kalau janji wajib ditepati
 
Pesan yang ingin disampaikan pada pantun di atas adalah sebaiknya kita selalu menepati janji kepáda siapa pun. Jika kita melanggar janji, orang yang kita beri janji akan kecewa dan tidak akan memercayai kita lagi.
 
Membaca
Bacalah pantun yang disajikan berikut menggunakan lafal dan intonasi yang tepat!

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
 
Cobalah membaca pantun di depan orang tuamu.
 
Ayo Bertanya
Pada kegiatan sebelumnya, kamu telah membaca sebuah pantun. Buatlah pertanyaan tentang hal-hal yang belum kamu pahami dari isi pantun tersebut, kemudian tanyakanlah kepada gurumu! Tuliskan pertanyaanmu dan penjelasan gurumu pada buku tugas!
 
Ayo Bercerita
Bacalah pantun berikut dan pahami isinya! Temukan pesan atau amanat yang terkandung di dalamnya!
 
Pergi ke laut membawa stoples kosong
Stoples kosong diisi makanan
Jadi anak janganlah sombong
Nanti bisa dijauhi teman
 
Coba tuliskan amanat dari pantun yang telah dibaca pada kolom berikut! Selanjutnya, ceritakan di depan teman-temanmu! Lakukan secara bergantian dengan teman sekelasmu!

SETIAP KITA PUNYA HAK ASASI MANUSIA (HAM)



Setiap orang rnermiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam upaya penegakan hak asasi manusia. Tiap orang harus memahamí bahwa martabat kemanusiaan seseorang perlu mendapat pengakuan dan perlindungan agar keberadaannya sebagai manusia menjadi terhormat. Kita harus bisa menghargai hak orang lain sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap orang memiliki hak yang sama sebagai warga di berbagai lingkungan, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat dalarn kehidupan sehari-hari. Sikap positif terhadap upaya perlindungan dan penegakan hak harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara.

Sikap menghargai upaya penegakan hak di lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Saling mengasihi sesama anggota keluarga.
2. Menghargai pendapat adik atau kakak (sesama anggota keluarga).
3. Tidak memaksakan kehendak kepada anggota keluarga.
4. Menyelesaikan permasalahan keluarga melalui musyawarah.
5. Menjaga keamanan dan ketertiban keluarga.

Peran serta dalam upaya penegakan hak di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Menghormati pendapat teman di dalam perternuan/rapat kelas atau OSIS.
2, Mematuhi tata tertib sekolah.
3. Menghormati sesama terman,
4. Tidak menghina teman yang memiliki kekurangan.
5. Tidak mengganggu hak milik teman.

Peran serta dalam upaya penegakan hak di lingkungan masyarakat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Berusaha tidak mengganggu hak orang lain.
2. Menghormati keberadaan masing-masing.
3. Berkomunikasi dengan baik dan sopan.
4. Berusaha mewujudkan kehidupan yang aman, tertib, damai, dan saling menghormati perbedaan yang ada.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.

Jika seseorang melanggar hak orang lain, berarti ia telah melanggar hukum. Oleh karena itu, ia akan mendapat sanksi karena melalaikan kewajiban untuk menghargai hak orang lain.

Ayo Bertanya
1. Mengapa kita harus menghargai hak orang lain sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari?
2. Bagaimana jika hak seseorang diambil alih?

Ayo Amati
Perhatikanlah lingkungan sėkitarmu! Tulislah hak-hak warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang sering dilanggar!
1.
2.
5.

Ayo Berdiskusi
Salah satu hak yang dimiliki manusia adalah hak untuk mengemukakan pendapat. Coba diskusikan dengan temanmu apa akibatnya jika hak tersebut dilanggar! Tulislah hasil diskusi pada buku tugas, kemudian bacakan di depan kelas!