Senin, 04 Mei 2026

Semangat Gotong Royong, Perkuat Persatuan dan Pembangunan Bangsa

 


Gotong royong merupakan implementasi nilai-nilai Pancasila, yang menjadi spirit atau semangat dalam persatuan dan pembangunan bangsa. Dengan gotong royong, semua bergerak dan saling membantu tanpa memandang ras, suku, ataupun golongan, untuk memperkuat persatuan bangsa dan pembangunan di seluruh penjuru nusantara.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, seusai Upacara Hari Lahir Pancasila 2023, di halaman Kantor Gubernur, Kamis (1/6/2023). Mengenakan busana tradisional, Sekda Sumarno bertindak sebagai Inspektur Upacara dengan peserta upacara seluruh pejabat dan staf Setda Jateng, yang semuanya tampil mengenakan busana adat nusantara.

“Kalau kita menggali sejarah bagaimana dahulu negara Indonesia berdiri, karena adanya persatuan dan kesatuan, yang menjadi spirit adalah Pancasila, inilah spiritnya gotong royong. Jadi sejarah kemerdekaan adalah gotong royong seluruh unsur, baik dari berbagai suku, agama, ras,” ujar sekda.

Selain menjadi semangat dalam persatuan dan kesatuan bangsa, imbuhnya, gotong royong yang merupakan implementasi nyata nilai luhur Pancasila juga penting diterapkan dalam pembangunan. Menurut sekda, nilai-nilai Pancasila dapat digunakan untuk percepatan pembangunan di Jateng. Sehingga semua bergerak, saling membantu untuk membangun Jateng.

“Gotong royong ini adalah implementasi nilai-nilai Pancasila. Apalagi dalam membangun sesuatu kita harus menggandeng semua pemangku kepentingan, semua ikut berpartisipasi, karena semua harus saling mengait. Sehingga nilai gotong royong menjadi semangat utama kita dalam bermasyarakat dan membangun,” kata sekda.

Lebih lanjut sekda menjelaskan, gotong royong dan saling membantu dalam hidup bermasyarakat dan membangun bangsa Indonesia, adalah merupakan cita-cita founding father. Para bapak pendiri bangsa berharap semua saling bahu membahu, berkeringat bersama-sama antara yang tua dengan yang muda, kaya dengan miskin, dan antara pemerintah pusat sampai desa.

"Itulah yang namanya gotong royong. Tidak memandang suku, ras, agama maupun golongan. Karena siapa pun yang berdiri di bawah kibaran bendera Merah Putih, memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, yakni menjaga dan mengamalkan Pancasila," tandasnya. (Humas Jateng)*ul


Sumber disini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar