Rabu, 03 Februari 2021
PROTOKOL 5 M
Selasa, 02 Februari 2021
TUGAS GAMBAR CERITA
Silahkan di pilih salah satu dari tiga gambar di bawah ini. Kemudian salinlah ke dalam buku gambarmu kemudian di warnai.
Selamat mengerjakan!
Tugas ini pertama kali diiberikan kepada hari Rabu tanggal 3 Februari 2021, kepada siswa kelas V (Lima) B, saat Pandemi Corona.
GAMBAR CERITA
Gambar cerita adalah gambar yang menunjukkan kegiatan orang-orang atau binatang-binatang dalam suatu peristiwa. Gambar cerita dapat ditemui pada buku-buku cerita, terutama untuk anak-anak, untuk menceritakan sebuah peristiwa, baik peristiwa yang benar-benar terjadi atau cerita imajinasi.
selain itu, Gambar cerita, merupakan gambar yang menceritakan sebuah peristiwa yang menunjukkan kegiatan orang atau binatang dalam suatu peristiwa. Gambar yang disajikan dapat berupa cerita yang digambar pada media kering maupun basah. Penggunaan media yang berbeda, akan memerlukan teknik menggambar yang bebeda juga.
Untuk memahami sebuah gambar cerita, terdapat beberapa unsur yang dapat dipelajari. Sebuah gambar cerita harus memiliki gagasan atau tema yang jelas sesuai dengan cerita. Sebuah cerita yang bertema pasar seharusnya didukung dengan suasana pasar yang merupakan latar belakang cerita tersebut. Biasanya dengan mudah akan tertangkap dari tema cerita tersebut.
Gambar ilustrasi yag ditampilkan dapat berupa penggalan cerita yang paling menonjol. Dari gambar cerita juga dapat dibayangkan karakter tokoh dalam cerita tersebut.
Perhatikanlah gambar cerita di bawah ini.
Gambar tersebut merupakan penggalan cerita dari Kisah Malin Kundang, cerita rakyat dari Sumatera Barat. Dapatkah kamu menceritakan kisah berdasarkan gambar tersebut?
TEKNIK MEMBUAT GAMBAR CERITA
Menggambar cerita dapat dilakukan dengan teknik kering dan teknik basah. Alat dan bahan untuk menggambar cerita dengan teknik kering, menggunakan beberapa alat misalnya, pensil, kapur, krayon, atau bahan lain yang tidak memerlukan air. Pada teknik basah, media yang diperlukan berupa cat air, tinta bak atau tinta Cina, cat poster yang menggunakan air sebagai pengencer.
1. Teknik Kering
Menggambar cerita dengan teknik kering, tidak perlu menggunakan pengencer seperti air. Cerita dibuat langsung pada kertas gambar. Mula-mula dibuat sketsa atau rancangan gambar yang menggambarkan sebuah cerita. Setelah itu, diberikan garis atau warna sesuai dengan media kering yang digunakan. Beberapa contoh media kering yang biasa digunakan antara lain:
a. Pensil
Pensil yang digunakan dalam menggambar cerita, biasanya adalah pensil ukuran 2B sampai 6B.
b. Krayon
Krayon memiliki beragam variasi warna. Krayon merupakan campuran antara lilin dan bahan pewarna yang aman untuk anak-anak. Krayon digunakan untuk menggambar cerita yang memerlukan variasi warna.
c. Pulpen atau Spidol
Pulpen atau spidol juga digunakan untuk menggambar cerita dengan karakter yang tegas pada garis-garis. Perhatikan salah satu gambar cerita berikut ini.
TEKNIK
Pada gambar dengan menggunakan media kering, biasanya digunakan teknik arsir. Teknik arsir dibuat dengan menorehkan pensil, spidol atau alat lain berupa garis-garis berulang yang menimbulkan kesan gelap terang, dan kesan adanya dimensi.
Selain teknik arsir, ada juga teknik blok. Teknik blok adalah teknik menutup gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan siluet atau blok.
2. Teknik Basah
Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain, cat air, tinta, atau media lain yang memerlukan air sebagai pengencer. Cerita dibuat dengan cara membuat sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas. Setelah itu, baru diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah ditentukan. Teknik basah memerlukan beberapa alat dan bahan seperti cat air, cat poster, tinta bak atau tinta Cina, berbagai jenis kuas, dan palet cat air. Berikut adalah contoh gambar cerita yang dibuat dengan menggunakan teknik basah.
Lalu bagaimana dengan cerita bergambar dan karikatur? Karikatur dan Cergam secara fisik hampir tidak berbeda namun, pada dasarnya memiliki pengertian tersendiri dan memiliki perbedaan yang spesifik yang menandakan ciri khasnya masing masing.
KARIKATUR, CERGAM DAN KOMIK
Karikatur berasal dari bahasa italia caricare. Kata ini berhubungan dengan kata carattere yang berarti karakter dan cara yang diartikan sebagai roman muka (Supradaka, 1993) mengartikan karikatur sebagai humor yang menekankan ejekan atau sindiran tentang masalah sosial politik yang sedang hangat dibicarakan.
Bentuk visual dari karikatur biasanya dilakukan dengan distorsi-distorsi pada bagian tertentu sehingga kesannya menjadi lucu atau aneh. Distorsi ini digunakan sebagai penekanan tentang tema yang diangkat sebagai karikatur.
Cergam atau cerita bergambar adalah cerita yang menjadi inti dari ceritanya adalah narasinya, sedangkan gambar hanya sebagai ilustrasi pelengkap. Gambarnya hanya sebagai ilustrasi dari cerita yang ada dan tidak terjungtaposisi, tetapi hanya menceritakan salah satu adegan dalam sebuah cerita.
Bagaimana dengan komik? Menurut Franz & Meier (1994:55), komik adalah suatu cerita yang bertekanan pada gerak dan tindakan yang ditampilkan lewat urutan gambar yang dibuat secara khas dengan paduan kata-kata.
Menurut Sudjana dan Rifai (2011), komik dapat dipergunakan sebagai bahan ajar berupa komik. Komik dapat dijadikan bahan ajar karena dapat mengefektifkan proses belajar mengajar, meningkatkan minat belajar siswa, dan menimbulkan minat apresiasi siswa.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komik diartikan sebagai suatu cerita bergambar yang sifatnya mudah dicerna dan lucu (biasanya terdapat di majalah surat kabar atau dibuat berbentuk buku). Secara umum komik dapat diartikan sebagi salah satu media yang berfungsi untuk menyampaikan cerita melalui ilustrasi gambar untuk pendeskripsian cerita. Selain itu, komik juga dapat diartikan sebagai karya sastra berbentuk cerita yang ditampilkan berupa gambar, yang didalam kisah ceritanya terdapat satu tokoh yang diunggulkan. Komik pada umumnya berisi tentang cerita fiksi, sama seperti dengan karya sastra yang lain.
Dapat disimpulkan bahwa komik merupakan suatu cerita yang berupa kumpulan-kumpulan gambar yang diberi keterangan teks untuk penjelasan ceritanya. Dalam bidang Pendidikan komik dapat digunakan sebagai bahan ajar atau media pembelajaran. Adapun bahan ajar yang jalan ceritanya seperti komik yang menuangkan cerita tentang potensi lokal daerah disebut dengan local wisdom education.
Cara penggunaan media basah, biasanya memerlukan kuas untuk mengaplikasikan cat baik cat air maupun cat poster. Teknik sapuan basah menggunakan bahan dengan campuran air di atas kertas.
Sumber tulisan disini
Manfaat Perpindahan Kalor
Perpindahan kalor sangat banyak penerapannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari yang paling sederhana, seperti penggunaan setrika. Secara umum, pengertian kalor adalah sejumlah energi yang berpindah dari suatu sistem ke lingkungan atau sebaliknya, yang dipengaruhi oleh perbedaan suhu. Setrika mengubah energi listrik menjadi energi panas.
Setrika menyalurkan panas untuk memudahkan dalam menghaluskan permukaan pakaian. Energi panas diperoleh dari perubahan energi listrik. Tentunya perubahan energi listrik dalam setrika tidak terjadi begitu saja.
Ada beberapa komponen yang mendukung cara kerja setrika listrik sehingga dapat menghasilkan panas. Saat setrika dialiri arus listrik, elemen pemanas dalam setrika akan mengubah energi listrik menjadi energi panas. Panas tersebut disalurkan secara konduksi menuju alas setrika sehingga setrika listrik siap digunakan.
Ketika panas yang dihasilkan Setrika listrik telah mencapai titik tertentu, arus listrik akan otomatis terputus sehingga tidak menimbulkan panas yang berlebihan pada elemen pemanas. Hal ini untuk mencegah elemen pemanas mengalami kerusakan maupun terbakar.
B. Cara Perpindahan Kalor
Perpindahan kalor baik secara konduksi, konveksi, maupun radiasi dari suatu tempat atau ruang dapat dicegah dengan cara mengisolasi ruang tersebut. Manfaat penerapan konsep perpindahan kalor maupun pencegahannya dapat ditemui pada beberapa peralatan rumah tangga sebagai berikut.
1. Termos merupakan alat yang dapat mencegah perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi. Prinsip kerja termos adalah mencegah terjadinya perpindahan kalor dengan cara mengisolasi ruang di dalam termos tersebut. Dinding permukaan bagian dalam termos dibuat mengilap dengan lapisan perak agar daya serap dan daya pancar terhadap kalor sangat rendah.
Dengan demikian, kalor dari air panas tidak diserap dinding tersebut sehingga tetap panas. Dinding dibuat berlapis dua, di antaranya terdapat ruang hampa untuk mencegah perpindahan kalor secara konduksi maupun konveksi. Dengan demikian, air yang tersimpan dalam termos tetap panas dalam jangka waktu lama.
2. Setrika mengonduksi kalor pada pakaian yang disetrika. Pegangan setrika terbuat dari kayu atau plastik sebagai isolator sehingga tangan tidak terasa panas.
Senin, 01 Februari 2021
TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab adalah keadaan
untuk menerima akibat dari perbuatan, baik yang dilakukan sendiri maupun yang dilakukan bersama
dengan orang lain. Oleh karenanya, tanggung jawab warga negara berhubungan dengan perannya di dalam masyarakat.
Dalam pengertian lain, Tanggung jawab adalah suatu kesadaran manusia mengenai tingkah lakunya, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
1. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
2. Membuang sampah pada tempatnya.
3. Mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan.
4. Ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
5. Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
6. Menjaga dan merawat fasilitas umum,
Tanggung jawab dapat dibedakan berdasarkan keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Berdasarkan hal tersebut, terdapat beberapa jenis tanggung jawab, yaitu tanggung jawab terhadap diri sendiri, tanggung jawab terhadap .keluarga, tanggung jawab terhadap masyarakat, tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, serta tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Adapun penggolongan tanggung jawab sebagai warga masyarakat, meliputi tanggung jawab di lingkungan rumah, tanggung jawab di lingkungan sekolah, dan tanggung jawab di lingkungan sekitar.
Sebagai seotang siswa, kamu pun
memiliki tanggung jawab. Salah satunya adalah dengan menaati peraturan yang telah ditetapkan, baik oleh sekolah
maupun oleh negara sesuai peranmu
sebagai seorang siswa. Peraturan sekolah harus sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam sila-sila
Pancasila. Peraturan sekolah juga harus sejalan dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.
Seorang siswa hendaknya bertanggung jawab untuk mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila. Nilai 'sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, yaitu dengan menunjukkan rasa hormat kepada teman-teman yang berbeda keyakinan dan dengan menjalankan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinannya. Nilai sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yaitu dengan menunjukkan rasa peduli kepada sesama manusia di mana pun berada.
Nilai sila ketiga, Persatuan Indonesia, yaitu dengan menjaga persatuan dan kesatuan melalui menghargai perbedaan yang ada di antara teman. Nilai sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, yaitu dengan menunjukkan sikap mau mendengarkan pendapat teman dalam kegiatan pembelajaran dan bekerja sama. Nilai sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yaitu dengan menaati peraturan sekolah untuk menjamin rasa keadilan di sekolah.







