Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang kembali di channel Rahayu. Kali ini kita akan membahas soal-soal AKGtika Kemenak tahun 2026 lengkap dengan jawaban dan pembahasannya. Buat Bapak Ibu guru, tenaga kependidikan, dan pengawas yang sedang mempersiapkan asesmen, boleh disimak sampai selesai dan coba dijawab setiap soalnya. Jangan lupa boleh di-like dan di-subscribe agar tidak ketinggalan pembahasan berikutnya. Langsung saja kita ke soal yang pertama.
1. Kemampuan peserta didik untuk membina hubungan dan kemampuan memotivasi diri termasuk kecerdasan A. Kognitif, B. Sosial, C. Emosional, D moral. Jawaban yang tepat ialah ya jawaban yang tepat C. Emosional. Pada soal disebutkan kata kunci yaitu kemampuan peserta didik untuk membina hubungan dan memotivasi diri. Ini termasuk kata kunci soal yaitu dua kemampuan ini adalah komponen inti kecerdasan emosional atau emosional intelligen. Menurut Daniel Goleman, kecerdasan emosional terdiri dari lima komponen, yaitu ada kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Motivasi diri berarti kemampuan mendorong diri sendiri untuk terus berusaha meski menghadapi hambatan, sedangkan membina hubungan termasuk dalam keterampilan sosial.
Untuk opsi yang lain yang A kognitif berkaitan dengan proses berpikir dan memecahkan masalah bukan relasi atau motivasi diri. Sedangkan yang B sosial ini menyentuh hubungan antar individu, namun tidak mencakup unsur motivasi diri internal. Moral berkaitan dengan penalaran benar salah dan nilai etika, bukan membina hubungan ataupun memotivasi diri. Cukup jelas ya. Seorang siswa diminta untuk mengidentifikasi masalah yang mereka hadapi. Lalu masalah itu didiskusikan dalam kelompok untuk mendapatkan solusinya. Ilustrasi ini berkaitan dengan perkembangan A. Kemampuan kognitif, B. Kemampuan interaksional, C. Kemampuan integrasi diri, D. Kemampuan komunikatif. Jawaban yang tepat ialah A. Kemampuan kognitif mengidentifikasi masalah dan mendapatkan solusinya. Inti dari proses berpikir kognitif untuk memahami dan memecahkan masalah.
Perkembangan kognitif berkaitan dengan bagaimana individu memperoleh, memproses, dan menggunakan informasi untuk berpikir dan memecahkan masalah. Meski kegiatan dilakukan berkelompok, inti kegiatannya tetap pada proses berpikir tingkat tinggi, yaitu identifikasi dan pemecahan masalah. Untuk opsi yang lain ada interaksional. Itu bukan istilah baku dalam teori perkembangan pedagogi. Sedangkan yang C, integrasi diri berkaitan dengan penyatuan identitas atau kepribadian, bukan analisis masalah. yang D komunikatif menekankan pencapaian esan bukan proses berpikir memecahkan masalah.
2. Soal selanjutnya, pernyataan berikut yang menjelaskan makna istilah kognitif adalah A. Kemampuan berkomunikasi, B. Kemampuan untuk memecahkan masalah, C. Kemampuan berinteraksi, D. Kemampuan untuk mengintegrasikan diri. Jawaban yang tepat ialah B. Kemampuan untuk memecahkan masalah. Soal menanyakan definisi langsung istilah kognitif.
Kata kunci jawaban yang relevan adalah memecahkan masalah. Inti dari fungsi kognitif manusia. [mendengus] Kognitif berasal dari kata latin cognoscere yang berarti mengetahui. Dalam psikologi pendidikan kognitif merujuk pada proses mental yang meliputi persepsi, ingatan, penalaran, dan pemecahan masalah. Jen Piget menegaskan kemampuan memecahkan masalah sebagai representasi utama fungsi kognitif. Untuk opsi A, berkomunikasi lebih dekat dengan kemampuan bahasa, bukan definisi inti kognitif. Opsi C, berinteraksi merupakan bagian dari perkembangan sosial, bukan perkembangan kognitif. D. Mengintegrasikan diri berkaitan dengan identitas atau kepribadian utuh, bukan definisi dari kognitif. Intinya kognitif ini yaitu proses berpikir untuk memahami dan memecahkan masalah.
3. Soal selanjutnya, seorang peserta didik merasa kurang bersemangat pada jam usai pembelajaran. Dia bahkan lebih senang tinggal di sekolah sampai sore. Petugas kebersihan sekolah sampai menyuruhnya pulang karena matahari hampir tenggelam. Peserta didik tersebut dicurigai memiliki hambatan pengembangan potensi berupa faktor A. Integrasi dan kognitif, B. Budaya dan kebiasaan, C. Keluarga dan lingkungan masyarakat, D. Emosional dan kepribadian. Jawaban yang tepat ialah iya. Betul. C. Keluarga dan lingkungan masyarakat.
Kata kuncinya tidak bersemangat pulang dan lebih senang tinggal di sekolah sampai sore. Nah, ini termasuk masalah pada lingkungan rumah atau keluarganya ya. Perilaku menghindari pulang ke rumah sering menjadi indikasi kondisi tidak nyaman di lingkungan keluarga atau masyarakat. misalnya konflik keluarga atau kurangnya perhatian orang tua. Sekolah justru menjadi tempat pelarian yang lebih nyaman baginya. Untuk opsi A, inteligensi dan kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir tidak level dengan gejala ini. Untuk opsi B, budaya dan pembiasaan terlalu umum, tidak menjelaskan sebab spesifik perilaku ini. Opsi D, emosional dan kepribadian adalah dampak yang mungkin muncul, bukan faktor penyebab utama.
4. Soal selanjutnya, peserta didik telah memiliki moralitas yang benar-benar internalisasi diinternalisasikan dan tidak didasarkan pada standar-standar orang lain. Dia mengenal tindakan moral alternatif menjajaki pilihan-pilihan dan kemudian memutuskan berdasarkan suatu kode moral pribadi. Hal ini merupakan contoh perilaku moral spiritual pada tahap A. penalaran pasca konvensional. B penalaran konvensional C. Penalaran prak konvensional D. Penalaran interkonvensional. Jawaban yang tepat ialah A. Penalaran pasca konvensional.
Kata kuncinya ada di diinternalisasikan tidak didasarkan pada standar orang lain dan kode moral pribadi. Ciri moralitas mandiri berbasis prinsip pribadi. Menurut teori Coldberg, tahap pasca konvensional adalah tahap tertinggi di mana individu menilai benar salah berdasarkan prinsip etika universal dan nurani pribadi. lagi berdasarkan aturan sosial atau ganjaran hukuman. Untuk opsi B, konvensional masih bergantung pada aturan sosial dan penilaian orang lain bertolak belakang dengan soal. Opsi C, prakonvensional adalah tahap paling dasar berorientasi hukuman dan kepatuhan. Opsi D, interkonvensional bukan istilah baku dalam teori coberg, hanya pengecoh saja. Intinya pasca konvensional itu merupakan moralitas mandiri berbasis prinsip pribadi.
5. Soal selanjutnya, seorang peserta didik selalu ingin mendominasi dalam suatu kelompok belajar. Dia tidak memberi kesempatan anggota lain untuk mengumukakan pendapat. Jika teman lain yang memimpin dan mengendalikan jalannya diskusi, ia memisahkan diri dan cenderung belajar sendiri. Peserta didik tersebut mengalami permasalahan dalam perkembangan A. Sosial emosional, B. Kognitif, C moral, D spiritual. Jawaban yang tepat ialah ya, sosial emosional.
Kata kuncinya bisa dilihat di mendominasi kelompok, tidak memberikan kesempatan, dan memisahkan diri. Perilaku terkait cara berinteraksi dan mengelola emosi dalam relasi sosial. Perilaku ingin mendominasi dan menarik diri saat tidak memimpin menunjukkan masalah dalam kemampuan bekerja sama, berbagi peran, dan mengendalikan ego dalam kelompok. Semua ini aspek dari perkembangan sosial emosional. Untuk opsi B, kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir, bukan cara berinteraksi dalam kelompok. Opsi C. Moral berkaitan dengan penilaian benar salah suatu tindakan bukan perilaku dominasi sosial. Opsi D spiritual berkaitan dengan nilai keagamaan. Transendental tidak relevan dengan konteks pada soal.
6. Soal selanjutnya, menggunakan potongan sapu lidi kelereng globe. Gambar-gambar yang menyangkut pembelajaran IPA serta IPS sebagai media adalah sesuai dengan tahapan perkembangan berpikir anak yang dikenal sebagai tahapan A. Anak memahami bilangan dan angka tetapi masih terkait dengan objek bersifat konkret atau operasional konkret. B. Pengamatan dan penginderaan yang intensif terhadap lingkungannya. Sensomotor C. Dominasi pengamatan bersifat egosentris. D. Kemampuan mengoperasikan kaidah logika yang tidak terikat lagi dengan objek yang bersifat konkret. Operasional formal. Jawaban yang tepat ialah A. Anak memahami bilangan dan angka tetapi masih terkait dengan objek. bersifat konkret atau operasional konkret.
Kata kuncinya kita lihat di penggunaan media benda nyata seperti sapu lidi, kelereng, lowe, gambar menunjukkan anak masih membutuhkan objek fisik untuk berpikir logis. Menurut Piaget pada tahap operasional konkret usia pada 7 sampai 11 tahun, anak sudah mampu berpikir logis namun masih memerlukan objek nyata sebagai alat bantu berpikir seperti kelereng untuk berhitung atau globe untuk memahami konsep dari bumi. Untuk opsi B, senso motor terjadi pada usia 0 sampai 2 tahun. Anak belum mampu menggunakan media seperti pada ilustrasi. Untuk opsi C, egosentrisme adalah ciri tahap praoperasional, yaitu 2 sampai 7 tahun, bukan penggunaan media konkret juga. Untuk opsi D operasional formal justru tahap anak sudah tidak memerlukan objek konkret lagi.
7. Soal selanjutnya, kemampuan berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika tapi masih terkait dengan objek-objek bersifat konkret merupakan ciri-ciri kemampuan anak berusia. A 0 sampai 2 tahun, B. 2 sampai 7 tahun, C. 7 sampai 11 atau 12 tahun, D. 11 atau 12 sampai 14 atau 15 tahun. Si jawaban yang tepat ialah C. 7 sampai 11 atau 12 tahun. Kaidah logika yang masih terkait dengan objek konkret. Definisi persis tahap operasional konkret dalam teori piaget.
Piaget membagi perkembangan kognitif anak menjadi empat tahap. Ada sensor motor 0 sampai 2 tahun, praasional 2 sampai 7 tahun, operasional konkrit 7 sampai 11 atau 12 tahun, dan operasional formal yaitu 11 atau 12 sampai 14 atau 15 tahun. Ciri khas operasional konkret yaitu anak berpikir logis namun masih terikat objek nyata. Untuk opsi A, usia 0 sampai 2 tahun adalah tahap senso motor, belum mampu berpikir logis. Opsi B, 2 sampai 7 tahun adalah tahap praasional, masih egosentris ya, dan belum logisatis. Untuk opsi D, usia 11 atau 12 sampai 14 atau 15 tahun adalah operasional formal, sudah berpikir abstrak tanpa objek konkret.
8. Soal selanjutnya, memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler, melakukan rekreasi dengan guru dan melakukan kegiatan informal lainnya memiliki fungsi untuk mengatasi kesulitan belajar dalam hal A mengemungkakan gagasan, B. Mengaktualisasikan diri, C. Penciptaan hubungan yang baik, D. memformalisasikan tindakan. Jawaban yang tepat ialah C. Menciptakan hubungan yang baik.
Kata kuncinya ada di ekstrakurikuler, rekreasi dengan guru dan kegiatan informal. Berfungsi mendekatkan relasi emosional dan sosial guru dan siswa di luar suasana formal kelas. Kegiatan ekstrakurikuler dan rekreasi bersama guru bertujuan membangun kedekatan emosional. dan relasi interpersonal yang lebih hangat sehingga siswa merasa lebih nyaman dan terbuka. Kedekatan relasi ini menjadi salah satu cara mengatasi kesulitan belajar akibat hubungan guru dan siswa yang kurang baik. Untuk opsi A, mengemukakan gagasan berkaitan dengan komunikasi dan ekspresi ide, bukan fokus kegiatan rekreasi. Opsi B. Aktualisasi diri berkaitan dengan pengembangan potensi individu, bukan kedekatan relasi guru sama siswa. Opsi D, memformalisasikan tindakan berkait dengan perencanaan konkret, tidak relevan dengan kegiatan informal.
9. Soal selanjutnya, individu memandang apa yang diharapkan oleh keluarga, kelompok, masyarakat, dan bangsa serta setia mendukung aturan sosial bukan hanya untuk ketenangan, tetapi didasari sebagai sesuatu yang berharga. Pernyataan tersebut merupakan tahapan perkembangan moral A. Prakonvensional, B. Konvensional, C. Pasca konvensional, D. Interkonvensional. Jawaban yang tepat ialah B. Konvensional. Memandang harapan keluarga, kelompok, masyarakat, dan setia mendukung aturan sosial. Standar moral masih bersumber dari norma dan harapan eksternal.
Tahap konvensional dalam teori Colbert ditandai individu yang menilai moralitas berdasarkan kesesuaian dengan norma dan harapan kelompok sosial, yaitu baik ada keluarga, masyarakat, maupun bangsa. serta meyakini bahwa mematuhi aturan itu bernilai, bukan sekedar menghindari hukuman. Untuk opsi A, praonvensional berorientasi pada hukuman dan kepatuhan demi kepentingan pribadi. Opsi C, pasca konvensional melampaui aturan sosial berdasarkan prinsip etika pribadi dan universal. D. Interkonvensional bukan istilah baku dalam teori Cvert, hanya pengecoh saja.
Kemampuan peserta didik untuk membina hubungan dan kemampuan memotivasi diri termasuk kecerdasan. A behaviorisme, B. Konstruktivisme, C. Kognitivisme, D. Simbernetik. Opsi jawaban yang tepat ialah C. Kognitivisme. Membina hubungan itu kecerdasan interpersonal. dan memotivasi diri kecerdasan intrapersonal. Dua istilah ini datang dari teori kecerdasan menjemuk milik Howard Gardner. Teori kecerdasan menjemuk seperti ini masuk ke dalam rumpun kognitivisme. Karena kognitivisme mempelajari bagaimana manusia memproses informasi, memahami diri sendiri, dan memahami relasi dengan orang lain. Jadi, kemampuan membina hubungan dan memotivasi diri ini secara teori memang dikaji dalam payung kognitivisme.
Untuk opsi B, behaviorisme ini fokusnya ke stimulus dan respon yang bisa diamati langsung, bukan soal kecerdasan interpersonal atau intrapersonal. Opsi B, konstruktivisme. Ini bicara soal bagaimana siswa membangun pengetahuan diri, bukan tentang jenis-jenis kecerdasan. Opsi D, cibernetik ini fokus ke proses pengolahan informasi alat sistem. tidak spesifik membahas kecerdasan interpersonal atau intrapersonal.
10. Soal selanjutnya. Di dalam proses pembelajaran, para siswa dihadapkan dengan situasi di mana ia bebas untuk mengumpulkan data, membuat dugaan atau hipotesis, dan mencoba-coba mencari dan menemukan keteraturan pola, menggeneralisasi atau menyusun rumus beserta bentuk umum membuktikan benar tidaknya dugaannya itu. Hal ini merupakan penerapan teori belajar A. Cbernetik, B. humanistik, C behaviorisme, D. konstruktivisme. Opsi yang benar yaitu A. Cbernetic.
Kata kuncinya ada di kumpulan data. Buat hipotesis, coba-coba, temukan pola, lalu generalisasi. Ini persis seperti cara kerja sebuah sistem mengolah informasi. Teori cibernetik memandang belajar sebagai proses pengolahan informasi. Mirip cara kerja sistem atau jaringan komputer yang ngubah data dari mentah menjadi kesimpulan yang bermakna. Alur ilmiah, observasi, hipotesis sampai generalisasi seperti pada soal ini adalah ciri khas pendekatan sibernetik yang menekankan pada bagaimana informasi diperoleh langkah demi langkah. Untuk opsi B, humanistik fokusnya ke aktualisasi diri dan pemaknaan hidup. bukan proses pengolahan data yang sistematis seperti ini. C. Behavorisme fokusnya ke stimulus dan respon yang teramati bukan proses berpikir ilmiah seperti membuat hipotesis dan generalisasi. Obsid konstruktivisme memang mirip karena sama-sama aktif tetapi konstruktivisme lebih menekankan pembangunan makna dari pengalaman, bukan alur pengolahan informasi. terhadap bertahap seperti pada cibernetik.
11. Soal selanjutnya, komponen rancangan pelaksanaan pembelajaran terdiri dari a identitas, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi, metode, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, evaluasi. B. Identitas, kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, indikator, materi, metode, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, evaluasi, C. Identitas, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi, metode, sumber belajar, media pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, evaluasi. D. Identitas, kompetensi inti, kompetensi dasar indikator, tujuan pembelajaran, materi, metode, media pembelajaran, sumber belajar, evaluasi, langkah-langkah pembelajaran. Jawaban yang tepat ialah A.
Soal ini menguji hafalan urutan komponen RPP yang sudah bagus sesuai pedoman dari kurikulum. Untuk komponen RPIP yang benar dan logis dimulai dari identitas, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi, metode, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, lalu ditutup dengan evaluasi. Urutan ini mengikuti alur perancangan Urutan ini mengikuti alur perencanaan yang wajar dari kompetensi yang ingin dicapai. cara mencapainya sampai cara mengukur ketercapaiannya di akhir. Kalau lihat dari opsi B, ada menukar posisi tujuan pembelajaran dengan indikator.
Padahal urutan yang benar indikator dirumuskan dulu baru tujuan pembelajaran diturunkan darinya. Opsi C, menukar posisi sumber belajar dengan media pembelajaran. Urutan baku menempatkan media pembelajaran lebih dulu sebelum sumber belajar. Opsi D. menaruh evaluasi sebelum langkah-langkah pembelajaran. Padahal evaluasi seharusnya berada di akhir setelah proses pembelajaran dilaksanakan. Untuk mudah diingat, urutan komponen RPP itu ada identitas, KI, KD, indikator, tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, langkah pembelajaran, yang terakhir evaluasi.
12. Soal selanjutnya, perbedaan antara konseling dan wawancara terletak pada maksud dan tujuannya. Tujuan konseling adalah A. Membantu siswa agar dapat memecahkan masalah pribadinya. B. Membantu siswa agar dapat melakukan penyesuaian diri dengan lingkungannya. C. Membantu siswa agar dapat mengatasi kesulitan belajar. D. membantu siswa agar memperoleh informasi tertentu. Jawaban yang tepat ialah C. Membantu siswa agar dapat mengatasi kesulitan belajar.
Kata kuncinya dilihat dari konteks pendidikan di sekolah. Soal ini menanyakan tujuan konseling secara spesifik dalam dunia belajar mengajar, bukan konseling secara umum. Dalam konteks pendidikan, konseling di sekolah pada dasarnya diarahkan untuk membantu siswa mengatasi kesulitan belajar yang mereka hadapi supaya mereka bisa mencapai hasil belajar yang lebih optimal. Ini yang membedakannya dari wawancara yang sifatnya hanya menggali informasi tanpa tujuan menyelesaikan masalah belajar. Opsi A membantu memecahkan masalah pribadi ini terlalu umum dan tidak spesifik menyasar konteks belajar di sekolah. Opsi B, membantu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ini lebih ke tujuan bimbingan sosial, bukan konseling belajar secara khusus. Opsi D, membantu memperoleh informasi tertentu. Ini justru ciri khas dari wawancara, bukan dari konseling. Tujuan konseling dalam konteks pendidikan adalah membantu siswa mengatasi kesulitan belajarnya.
13. Soal selanjutnya. Menurut teori ini, peranan guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator, motivator, dan memberikan kesadaran mengenai makna kehidupan pada siswa. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Teori belajar ini adalah A. Humanistik, B. konstruktivisme, C. Kognitivisme, D. nativisme. Opsi jawaban yang benar ialah A. Humanistik.
Kata kuncinya ada di frasa fasilitator, motivator, dan sudut pandang pelakunya. Ini ciri khas dari cara teori humanistik memandang siswa. Teori humanistik melihat proses belajar dari sudut pandang siswa sebagai pelaku, bukan dari sudut pandang pengamat luar. Peran guru di sini adalah sebagai fasilitator motivator yang membantu siswa menemukan makna hidupnya sendiri dan mengembangkan potensi dirinya secara utuh. Opsi B. Konstruktivisme fokus ke proses membangun pengetahuan, bukan ke peran guru sebagai penuntun makna kehidupan. Opsi C. Kognitivisme fokus ke proses berpikir dan mental bukan aspek pemaktaan hidup secara personal. Opsi D nativisme fokusnya ke faktor bawaan atau genetik tidak berkaitan dengan peran guru sebagai fasilitator. Ini memandang belajar sebagai hasil dari pembentukan hubungan antara rangsangan dari luar stimulus dan balasan dari siswa. Respon yang dapat diamati. Semakin sering hubungan bond antara rangsangan dan balasan terjadi maka akan semakin kuatlah hubungan keduanya. Law of exercise. Teori belajar yang dimaksud adalah A. behaviorisme, B. humanistik, Cibernetik, D. konstruktivisme.
14. Opsi jawaban yang tepat ialah A. Behaviorisme. Kata kuncinya dilihat di stimulus respon love of exercise. Istilah-istilah khas dari teori behaviorisme. Behaviorisme mandang belajar sebagai terbentuknya ikatan antara stimulus dan respon yang bisa diamati secara langsung. Semakin sering ikatan ini dilatih atau diulang, semakin kuat pula hubungannya. Inilah prinsip law of exercise dari Edward Trondck, salah satu tokoh utama teori behaviorisme. Untuk FCB, humanistik fokusnya ke aktualisasi diri, bukan ikatan stimulus dan respon yang teramati. Opsi C, cibernetik fokusnya ke pengolahan informasi, bukan pembentukan ikatan lewat pengulangan. Opsi D. Konstruktivisme fokusnya ke bagaimana siswa membangun pengetahuan sendiri, bukan pembentukan kebiasaan lewat stimulus dan respon.
15. Soal selanjutnya, silabus dan RPP sama-sama sebagai rencana proses pembelajaran. Perbedaannya adalah sebagai berikut. A. Silabus berisi kompetensi dasar, sedangkan RPP mengarahkan kegiatan belajar untuk mencapai kompetensi dasar. B. Silabus bersumber dari standar isi dan standar lulusan, sedangkan RPP bersumber dari standar kompetensi lulusan. Opsi C, RPP dibuat oleh setiap guru, sedangkan silabus dibuat oleh tim guru. D. RPP dan silabus keduanya disusun oleh setiap satuan pendidikan. Jawaban yang tepat ialah A.
Silabus berisi kompetensi dasar. Sedangkan RPP mengarahkan kegiatan belajar untuk mencapai kompetensi dasar. Kata kuncinya di fungsi masing-masing dari dokumen tersebut. Silabus sebagai garis besar, RPP sebagai penjabaran yang lebih rinci dan operasional. Silabus membuat garis besar rencana pembelajaran termasuk kompetensi dasar yang harus dicapai. Sedangkan RPP adalah penjabaran yang lebih rinci, operasional, dan dari silabus yang langsung mengarahkan kegiatan belajar mengajar di kelas untuk mencapai kompetensi dasar tersebut. Opsi B menyebutkan sumber silabus dan RPP secara terpisah. Seperti ini kurang tepat karena keduanya sama-sama merujuk pada standar isi dan standar kompetensi lulusan. Opsi C menyatakan siapa yang membuat bukan perbedaan konseptual utama antara silabus dan RPP dan dalam praktiknya tidak selalu seperti itu. Opsi D menyatakan keduanya disusun oleh satuan pendidikan kurang tepat karena RPP idealnya disusun oleh guru mata pelajaran masing-masing.
16. Soal selanjutnya, seorang peserta didik mampu mendengarkan informasi yang disampaikan oleh guru, tetapi pada saat ditanya ia tidak mengerti apa yang ia dengar. Peserta didik tersebut mengalami kesulitan atau gangguan belajar dalam hal A. Kesulitan akademis, B. Gangguan simbolik, C gangguan non simbolik, D. gangguan sosial. Opsi jawaban yang tepat ialah B. Gangguan simbolik. Kata kuncinya pada mampu mendengarkan tapi tidak mengerti.
Jadi, indranya berfungsi normal tapi ada gangguan di pemahaman makna atau simbol bahasanya. Ketika siswa secara fisik mampu mendengar informasi, tetapi tidak bisa memahami makna dari apa yang ia dengar. Kondisi ini disebut gangguan simbolik, yaitu kesulitan dalam memahami dan mengolah simbol-simbol bahasa seperti kata-kata atau angka. Meskipun indra pendengarannya berfungsi dengan baik. Opsi A kesulitan akademis istilahnya terlalu umum tidak menjelaskan sifat spesifik gangguannya. Opsi C, gangguan nonsimbolik ini biasanya berkaitan dengan gangguan gerak atau koordinasi fisik, bukan soal pemahaman bahasa. Opsi D. Gangguan sosial ini berkaitan dengan kesulitan berinteraksi dengan orang lain, bukan soal memahami informasi verbal.
17. Soal selanjutnya. Pada masa kini siswa dituntut untuk dapat belajar setiap saat dan bisa terjadi di manapun. Hal ini terjadi karena kemajuan teknologi yang memungkinkan belajar jarak jauh dalam jaringan atau online. Pernyataan di atas sejalan dengan teori belajar A. Cibernetik, B. Konstruktivisme, C. Behaviorisme, D. kognitivisme. Opsi jawaban yang tepat ialah A. Cybernetik.
Kata kuncinya dari belajar setiap saat di manaun lewat jaringan ataupun online. Ini mengacu langsung pada konsep pengolahan dan penyaluran informasi. Teori cibernetik memandang belajar sebagai sistem pengolahan informasi yang bisa difasilitasi lewat berbagai media termasuk teknologi jaringan atau internet. Kemajuan teknologi yang memungkinkan pembelajaran daring kapan saja dan di mana saja ini sejalan betul dengan prinsip cibernetik [mendengus] yang menekankan pentingnya jalur dan cara informasi disampaikan serta diolah oleh si pembelajar. Untuk opsi B, konstruktivisme menekankan pembangunan pengetahuan dari pengalaman tapi tidak secara spesifik membahas soal jaringan atau teknologi belajar. Opsi C, behaviorisme menekankan stimulus respon yang teramati langsung, bukan sistem menyampaikan informasi lewat jaringan. Opsi D. Kognitivisme menekankan proses mental internal siswa, bukan sistem penyampaian informasi lewat teknologi ataupun jaringan.
18. Soal selanjutnya. Tujuan pembelajaran yang menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta dididik sesuai dengan kompetensinya dimuat dalam A. Silabus, B. RPP, C. Silabus dan RPP, D SK. Jawaban yang tepat ialah pada RPP.
Kata kuncinya adalah tujuan pembelajaran yang menggambarkan proses dan hasil belajar secara spesifik. ini dideskripsikan tujuan yang sifatnya operasional dan rinci. Tujuan pembelajaran yang detail yang menggambarkan proses dan hasil belajar spesifik yang harus dicapai peserta didik sesuai kompetensinya dirumuskan secara operasional di dalam RPP. Ini karena RPP adalah dokumen perencanaan pembelajaran paling rinci yang langsung diterapkan guru saat mengajar di kelas.
Untuk opsi A, silabus memuat garis besar kompetensi dasar dan materi pokok. Sedangkan tujuan pembelajaran yang lebih spesifik dan operasional dimuat di RPP. Opsi C, silabus dan RPP kurang tepat karena tujuan pembelajaran operasional yang detail secara khusus dimuat di RPP bukan digabung pada keduanya. Opsi D SKL atau standar kompetensi lulusan adalah acuan capaian akhir secara umum, bukan tujuan pembelajaran harian yang operasional. Benjamin Sblom mengembangkan ranah kognitif dengan urutan berikut. A. Ingatan, pemahaman, analisis, aplikasi, sintesis, dan evaluasi. B. Ingatan, pemahaman aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. C. Ingatan, pemahaman sintesis, aplikasi, analisis, dan evaluasi. D. Ingatan, pemahaman, analisis, aplikasi, evaluasi, dan sintesis. Jawaban yang tepat ialah B.
Ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Soal ini menguji hafalan urutan asli taksonomi Blom untuk ranah kognitif dari tingkat paling sederhana ke paling kompleks. Taksonomi Blom versi klasik menyusun ranah kognitif dari yang paling besar ke paling tinggi, yaitu ada ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, lalu evaluasi. Urutan ini penting dihafal karena jadi dasar dalam merancang indikator dan soal-soal pembelajaran sesuai tingkat kesulitan berpikir. Untuk opsi A, menukar posisi analisis dan aplikasi. Padahal aplikasi harus lebih dulu sebelum analisis dalam urutan aslinya. Opsi C, menaruh sintesis terlalu awal sebelum aplikasi dan analisis. Padahal sintesis levelnya lebih tinggi dari keduanya. Opsi D, menaruh evaluasi sebelum sintesis. Padahal dalam taksonomi klasik, sintesis ada sebelum evaluasi.
19. Soal selanjutnya, faktor yang penting dipertimbangkan guru dalam melaksanakan diskusi pemecahan masalah proses pembelajaran adalah A. Waktu yang tersedia untuk melaksanakan diskusi, B. Rumusan masalah yang harus didiskusikan. C. Jumlah peserta didik yang mengikuti pembelajaran. D. Motivasi belajar siswa. Jawaban yang tepat ialah B. Rumusan masalah yang harus didiskusikan.
Kata kuncinya ada di diskusi pemecahan masalah. Inti dari diskusi semacam ini terletak pada kejelasan masalah yang akan dipecahkan bersama. Sebelum diskusi pemecahan masalah dimulai, hal paling mendasar yang harus dipersiapkan guru adalah rumusan masalah yang jelas dan tepat. Tanpa rumusan masalah yang jelas, arah diskusi bisa melebar ke mana-mana dan tujuan pemecahan masalah jadi tidak tercapai. Untuk opsi A, waktu diskusi penting secara teknis, tapi bukan faktor utama yang menentukan kualitas pemecahan masalahnya. Opsi C, jumlah peserta didik. Ini soal teknis pengelolaan kelas, bukan inti dari proses pemecahan masalah. Opsi D, motivasi belajar siswa memang mendukung, tapi bukan faktor paling utama dibandingkan kejelasan rumusan masalahnya sendiri.
20. Soal selanjutnya, prinsip sistematis sebagai salah satu prinsip pengembangan silabus. Artinya cakupan kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual sepeserta didik. B. adanya hubungan yang konsisten adjekat asas antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian. C. Cakupan indikator, materi pokok pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. D. Komponen-komponen s berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
Jawaban yang tepat ialah C. Cakupan indikator materi pokok pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. Kata kuncinya adalah sistematis. Dalam konteks pengembangan silabus ini merujuk pada kecukupan cakupan komponen agar kompetensi dasar tercapai.
21. Prinsip sistematis dalam pengembangan silabus berarti komponen-komponennya atau indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian disusun secara memandai dan saling mendukung sehingga cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar secara utuh. Untuk opsi A ini justru penjelasan dari prinsip relevansi yang menekankan kesesuaian materi dengan tingkat perkembangan peserta didik. Opsi B ini penjelasannya dari prinsip konsisten yang menekankan hubungan ajak antar komponen silabus. Opsi D ini lebih mengambarkan keterpanduan fungsional antar komponen bukan definisi khusus dari prinsip sistematis.
22. Soal selanjutnya. Ciri-ciri kelas yang menggunakan pembelajaran CTL atau kontekstual teaching learning adalah sebagai berikut, kecuali A. Sharing dengan teman, B. Guru kreatif, C. Pengalaman nyata, D. Menggunakan satu sumber. Jawaban yang tepat ialah D. Menggunakan satu sumber. Perhatikan kata kecuali. Soal ini mencari ciri yang justru bukan bagian dari pembelajaran kontekstual atau CTL. CL menekankan pembelajaran yang menghubungkan materi dengan pengalaman nyata siswa, mendorong kolaborasi atau sharing antar siswa, dan menuntut kreativitas guru dalam mendesain pembelajaran. CL justru mendorong pengguna sumber belajar yang beragam. bukan hanya satu sumber saja.
Makanya opsi ini yang jadi jawaban yang tepat untuk kata kecuali. Untuk opsi A, sharing dengan teman ini justru ciri khas CTL karena pembelajaran kontekstual mendorong kerja sama dan diskusi antar siswa. Opsi B, guru kreatif. CL memang menuntut guru kreatif dalam mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata siswa. Opsi C, pengalaman nyata. Ini inti dari CTL itu sendiri karena pembelajaran dikaitkan langsung dengan pengalaman hidup siswa.
23. Soal selanjutnya, apa yang paling tepat dilakukan guru jika seorang peserta didik tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan? A. Menunjuk peserta didik lain untuk menjawab pertanyaan tersebut. B. Memberikan kritik agar peserta didik berusaha menjawab walaupun salah. C. Menyederhanakan isi pertanyaan agar mudah dipahami peserta didik. D. Menjawab sendiri pertanyaan tersebut. Jawaban yang tepat ialah a.
A. Menunjuk peserta didik lain untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kata kuncinya adalah yang paling tepat. Soal ini mencari sikap guru yang paling supportif dan tidak mematikan semangat belajar siswa. Ketika seorang siswa tidak bisa menjawab, langkah paling tepat dan support adalah mengalihkan pertanyaan ke peserta didik lain untuk menjawab sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dan siswa yang belum bisa menjawab tidak merasa dipermalukan atau tertekan. Untuk opsi B, memberikan kritik ini berisiko membuat siswa merasa tertekan atau minder, bukan solusi yang mendidik. Opsi C, menyederhanakan pertanyaan. bisa jadi opsi lanjutan tapi bukan langkah paling tepat dan langsung dilakukan pertama kali. Opsi D menjawab sendiri. Ini justru menghilangkan kesempatan siswa lain untuk berpikir dan terlibat aktif dalam pembelajaran.
24. Soal selanjutnya, salah satu prinsip dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP adalah A. Materi atau bahan ajar berbasis kompetensi, B. Pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik. C. RPP bersumber dari silabus. D. Alokasi waktu sesuai dengan jadwal pada setiap satuan pendidikan. Opsi jawaban yang tepat ialah B. Pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik.
Kata kuncinya adalah prinsip penyusunan RPP. Soal ini mencari prinsip filosofis utama, bukan sekedar fakta teknis tentang RPP. Salah satu prinsip utama dalam menyusun RPP adalah merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik atau student center di mana siswa menjadi subjek aktif dalam proses pembelajaran bukan sekedar objek yang menerima materi secara pasif. Untuk opsi A, materi berbasis kompetensi. Ini memang benar, tapi lebih ke aspek teknis materi, bukan prinsip filosofis penyusunan RPP secara keseluruhan. Opsi C, RPP bersumber dari silabus. Ini adalah fakta struktural tentang RPP, bukan prinsip penyusunannya. Opsi D, alokasi waktu sesuai jadwal.
Ini soal teknis administratif, bukan prinsip inti penyusunan RPP. model pembelajaran yang mempunyai keunggulan antara lain berpikir dan bertindak kreatif, memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis, merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat adalah A. role playing, B. Inquiry, C. Problem solving, D. Picture and picture. Jawaban yang tepat ialah C. Problem solving.
Kata kuncinya memecahkan masalah secara realistis. Ini langsung merujuk pada nama model pembelajarannya sendiri. Model problem solving dirancang khusus untuk melatih siswa berpikir kreatif dan sistematis dalam menghadapi serta menyelesaikan masalah nyata. Keunggulan yang disebutkan dalam soal berpikir kreatif, memecahkan masalah secara realistis, dan merangsang kemajuan berpikir. Memang persis menggambarkan karakteristik model ini. Untuk opsi A, role playing, model ini menekankan pada bermain peran untuk memahami situasi sosial, bukan fokus pada pemecahan masalah realistis. Opsi B, inquiry mirip karena sama-sama melatih penyelidikan. Tapi inquiry lebih menekankan proses menemukan konsep sendiri, bukan spesifik menyelesaikan masalah nyata. CD picture and picture. Model ini menggunakan media gambar untuk mengurutkan atau menjelaskan suatu konsep, tidak fokus pada pemecahan masalah.
25. Soal selanjutnya, perhatikan beberapa komponen dari RPP untuk mata pelajaran bahasa Indonesia adalah sebagai berikut. Nomor 1, kompetensi dasar mengenal kegiatan bermusyawarah. Nomor dua, indikator menyebutkan dua ciri kegiatan bermusyawarah. Nomor 3, tujuan pembelajaran. Setelah melaksanakan pemilihan sekutua kelas, siswa dapat menyebutkan dua ciri kegiatan musyawarah dengan benar.
Berdasarkan komponen-komponen RPP tersebut, prinsip yang digunakan adalah A. memberikan umpan balik dan tindak lanjut, B. mendorong partisipasi aktif peserta didik. C. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. D. Keterkaitan dengan keterpaduan. Opsi jawaban yang tepat ialah D. Keterkaitan dan keterpaduan. Perhatikan bagaimana KD, indikator atau tujuan pembelajaran di soal ini semuanya saling nyambung dan konsisten satu sama lain. Itulah kata kuncinya.
Kegiatan komponen RPP pada soal KD, indikator atau tujuan pembelajaran. Ketiga, komponen RPP pada soal, KD, indikator, dan tujuan pembelajaran saling terkait dan berkesinambungan. KD tentang mengenal musyawarah diturunkan menjadi indikator, menyebutkan ciri-cirinya lalu dijabarkan lagi menjadi tujuan pembelajaran yang konkret lewat kegiatan pemilihan ketua kelas. Keterhubungan yang runtut seperti ini mencerminkan prinsip keterkaitan dan keterpaduan dalam penyusunan RPP. Untuk opsi A, umpan balik dan tidak lanjut ini biasanya muncul di tahap penilaian atau evaluasi, bukan pada penyusunan KD indikator tujuan seperti pada soal. Opsi B, partisipasi aktif peserta didik. Ini lebih ke prinsip pelaksanaan pembelajaran, bukan soal keterkaitan antar komponen RPP. Opsi C, perbedaan individu peserta didik. Soal ini tidak menunjukkan indikasi tentang perbedaan karakteristik individu siswa.
26. Soal selanjutnya, fungsi indikator dijadikan sebagai penanda dalam pencapaian standar kompetensi. A. Pencapaian standar kompetensi. B. pencapaian kompetensi dasar, C. Pencapaian tujuan pembelajaran, D. Pencapaian standar lulusan. Opsi jawaban yang tepat ialah B. Pencapaian kompetensi dasar.
Kata kuncinya adalah indikator. Dalam hierarki kurikulum, indikator berfungsi sebagai pendana tercapainya level kompetensi yang berada tepat satu tingkat di atasnya. Dalam struktur kurikulum, indikator dirumuskan sebagai penanda atau tolak ukur tercapainya kompetensi dasar atau KD. Jadi, ketika siswa sudah menguasai indikator-indikator yang ditetapkan, itu berarti kompetensi dasar terkait sudah tercapai. Opsi A standar kompetensi levelnya terlalu tinggi. Ini dijabarkan lewat kompetensi dasar dulu baru indikator. Opsi C, tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran justru diturunkan dari indikator, bukan sebaliknya. Opsi D, standar kelulusan ini lebih paling atas dalam hierarki kurikulum, bukan hal yang langsung ditandai oleh indikator.
27. Soal selanjutnya. Taksonomi Anderson dan Kurtwall menyempurnakan taksonomi Benjamin Sbloom mengembangkan rana kognitif dengan urutan berikut. A. Ingatan, pemahaman, analisis, aplikasi, sintesis, dan evaluasi. B. Ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, dan sintesis. C. Ingatan, pemahaman sintesis, aplikasi, analisis, dan evaluasi. D. Ingatan, pemahaman aplikasi, analisis, evaluasi, dan menciptakan. Opsi jawaban yang tepat yaitu D. Ingatan, pemahaman aplikasi, analisis, evaluasi, dan menciptakan.
Kata kuncinya adalah menyempurnakan. Taksonomi revisi Anderson Cratw mengganti sintesis dengan menciptakan dan menaruhnya di posisi paling puncak. Anderson dan Catwall merevisi taksonomi Bloom dengan urutan baru yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta sebagai lever tertinggi. Perubahan utama sintesis pada versi lama diganti nama menjadi mencipta dan dipindahkan ke posisi paling atas di atas evaluasi. Untuk opsi A ini masih menggunakan urutan taksonomi blom versi klasik dengan sintesis bukan versi revisi Anderson Kurtwall. Opsi B. Urutan ini tidak lengkap dan tidak mencantumkan level tertinggi yaitu mencipta dari versi revisi. Opsi C menaruh sintesis di posisi awal. Ini
28. justru urutan yang salah baik pada versi klasik maupun versi revisi. Untuk teksonomi revisi Anderson Kurtw yaitu ada mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Di ruang media tersedia berbagai macam media yang sudah berdebu dan agak usang. Sebagai seorang pendidik yang kreatif sebaiknya dapat memanfaatkan media dan memilih media mana yang akan digunakan. Dia memiliki beberapa pertimbangan dalam hal ini.
Pertimbangan dalam memilih media pembelajaran yang harus diperhatikan adalah A. Tujuan sasaran didik, karakteristik media, waktu pengoperasian, biaya, ketersediaan, konteks, penggunaan, dan mutu teknis. B. sasaran didik, karakteristik media, waktu mengoperasikan, tujuan, misi, visi sekolah, dan konteks penggunaan. C. Tujuan, sasaran didik, karakteristik media, visi sekolah, dan konteks penggunaan. D. Kultur sekolah, tujuan, waktu pengoperasian, dan karakteristik media. Jawaban yang tepat ialah Y. A. tujuan sasaran didik karakteristik media, waktu pengoperasian, biaya ketersediaan, konteks penggunaan, dan mutu teknis.
29. Kata kuncinya ada di pertimbangan yang lengkap dengan menyeluruh. Soal ini mencari daftar kriteria paling komprehensif dalam memilih media pembelajaran. Memilih media pembelajaran yang tepat perlu mempertimbangkan banyak aspek sekaligus. Tujuan pembelajaran, karakteristik sasaran lidik, karakteristik media itu sendiri, waktu yang dibutuhkan untuk mengoperasikannya, biaya, ketersediaan alat, konteks penggunaannya di kelas sampai mutu teknis media tersebut. Opsi inilah yang aling lengkap mencakup semua pertimbangan penting itu. Untuk opsi B, menyisipkan misi visi sekolah. Ini bukan bagian dari kriteria teknis pemilihan media dan daftar ini tidak selengkap opsi A. Untuk opsi C, daftar ini terlalu pendek, tidak menyebutkan biaya, ketersediaan, dan mutu teknis media. Opsi D ada kata kultur sekolah yang bukan kriteria utama dan tetap tidak selengkap opsi A.
30. Soal selanjutnya, pada saat mempersiapkan pembelajaran, seorang guru dapat menyusun strategi pembelajaran dan menentukan media yang akan digunakan dalam pembelajaran tersebut. Kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang pendidik terkait dengan keterampilan memilih media pembelajaran adalah A. Pendidik harus mengetahui latar sosial budaya siswa dan sekolah. B. Pendidik harus memahami karakteristik dari media pembelajaran tersebut. C. Pendidik harus menyesuaikan diri dengan kemampuan sekolah. D. Pendidik menyesuaikan dengan materi pembelajaran. Opsi jawaban yang tepat yaitu ya. B. Pendidik harus memahami karakteristik dari media pembelajaran tersebut.
31. Kata kuncinya adalah keterampilan memilih media. Kemampuan dasar yang paling langsung berkaitan adalah memahami media itu sendiri sebelum bisa memilihnya dengan tepat. Sebelum bisa memilih media yang tepat, seorang guru terlebih dahulu harus memahami karakteristik dari media pembelajaran itu sendiri, kelebihan, keterbatasan, dan cara kerjanya. Tanpa memahami ini, guru akan kesulitan menyesuaikan media dengan kebutuhan pembelajaran. Untuk opsi A, latar sosial budaya siswa ini penting untuk pembelajaran secara umum, tapi bukan kemampuan dasar spesifik untuk memilih media. Untuk opsi C, menyesuaikan diri dengan kemampuan sekolah. Ini soal keterbatasan fasilitas, bukan kemampuan dasar guru dalam memilih media. Opsi D menyesuaikan dengan materi pembelajaran. Ini memang penting, tapi bukan kemampuan dasar itu sendiri, melainkan salah satu pertimbangan lanjutan setelah memahami karakteristik dari media tersebut.
32. Soal selanjutnya, pada saat mempersiapkan pembelajaran, seorang guru harus dapat menentukan jenis media yang tepat sesuai dengan materi. Dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dapat dibagi ke dalam A. Media yang memiliki daya liput yang luas dan media yang memiliki daya liput terbatas. B. Media yang dapat didengar saja dan media yang dapat dilihat. C. Media tradisional dan media berbasis. berdasarkan masa, zaman, era. D, media dua dimensi dan media tiga dimensi. Jawaban yang tepat yaitu ya, A. Media yang memiliki daya liput yang luas dan media yang memiliki daya liput yang terbatas. Kata kuncinya adalah kemampuan jangkauannya.
Ini merujuk pada seberapa luas media itu bisa menjangkau penerimanya, bukan jenis indra atau bentuk fisiknya. Ditinjau dari kemampuan jangkauannya, media pembelajaran dikelompokkan menjadi media dengan daya liput luas seperti radio, televisi yang bisa menjangkau banyak orang sekaligus, dan media dengan daya liput terbatas. Contohnya media cetak atau alat paraga yang hanya bisa digunakan dalam ruang lingkup kecil. Untuk opsi B ini adalah pengelompokan berdasarkan indra yang digunakan seperti audio visual, bukan berdasarkan jangkauan. Opsi C ini adalah pengelompokan berdasarkan era atau zaman teknologi, bukan jangkauan penyebarannya. Opsi D ini adalah pengelompokan berdasarkan bentuk fisik media, bukan seberapa luas media itu menjangkau penggunanya.
33. Soal selanjutnya, media memiliki fungsi dan manfaat bagi pembelajaran. Hal ini dirasakan juga oleh guru dalam membantu pembelajaran menjadi lebih efisien dan efektif. Misalnya saat guru ingin menjelaskan suatu konsep objek yang luas dan besar, dia tinggal menggunakan medianya saja. Berikut ini adalah salah satu fungsi dari media pembelajaran sesuai kondisi tersebut. A. Menampilkan objek yang terlalu besar, misalnya pasar candi. B. Membawa objek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar. C. Membuat konkret konsep yang abstrak. Misalnya untuk menjelaskan peneraran darah. D menampilkan objek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Jawaban yang tepat ialah A. Menampilkan objek yang terlalu besar misalnya pasar atau candi. Kita bahas.
Kata kuncinya persis ada di soal objek yang luas dan besar. Ini langsung mengarah ke fungsi media dalam menampilkan objek berukuran besar. Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawa atau diamati langsung di kelas. Misalnya pasar atau candi. Lewat gambar, video atau miniatur, media membantu siswa membayangkan objek tersebut tanpa harus melihatnya secara langsung dalam ukuran aslinya. Untuk opsi B ini fungsi media untuk membawa objek berbahaya atau sukar didapat, bukan soal ukuran objek yang besar. Opsi C. Ini fungsi media untuk mengonkritikan konsep abstrak seperti peredaran darah, bukan soal ukuran fisik objek. Opsi D ini fungsi media untuk menampilkan objek yang terlalu kecil, butuh mikroskop, bukan objek yang besar seperti pada soal.
34. Soal selanjutnya, Rosa menyiapkan materi pelajaran dengan cara dimulai dari materi-materi yang dikenal siswa, kemudian menuju hal-hal baru dan dianggap lebih mendalam. Bentuk pengembangan materi yang disusun burosa mengikuti pola A kausal, B spiral dari umum ke khusus, C kronologis, D inquiriy. Opsi jawaban yang tepat yaitu B. Spiral dari umum ke khusus.
Kata kuncinya adalah dari yang dikenal siswa menuju hal-hal yang baru. Yang lebih mendalam. ini pola pengembangan materi yang bertahap dari yang umum familiar ke yang lebih khusus atau kompleks. Pola spiral dalam pengembangan materi dimulai dari hal-hal yang sudah dikenal atau bersifat umum bagi siswa. Lalu secara bertahap dikembangkan menuju materi yang lebih baru dan mendalam. Cara Burosa mengajar persis menggambarkan pola ini di mana pemahaman siswa dibangun secara bertahap dan berkesinambungan. Untuk opsi A kausal, pola ini menyusun materi berdasarkan hubungan sebab akibat, bukan dari yang familiar ke yang baru. Opsi C kronologis. Pola ini menyusun materi berdasarkan urutan waktu kejadian, bukan tingkat kedalaman materi. Opsi D. Inquiry ini adalah pendekatan pembelajaran berbasis penyelidikan bukan pola penyusunan urutan materi.
35. Soal selanjutnya, setiap materi pembelajaran memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Untuk memudahkan peserta didik memahami materi yang memiliki tingkat kesukaran tinggi, guru sering memanfaatkan media pembelajaran. Misalnya media gambar atau tayangan video yang berisi sistem peredaran darah. Fungsi media pada pernyataan tersebut adalah A. Menampilkan objek yang terlalu besar, B. Membuat konkret konsep yang abstrak, C. Menampilkan objek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang. D. Membawa objek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar. Jawaban yang benar adalah B. Membuat konkrit konsep yang abstrak.
Kata kunci di sini adalah sistem peredaran darah. Konsep yang sifatnya abstrak dan terjadi di dalam tubuh sulit dibayangkan tanpa bentuk visual. Sistem peredaran darah adalah konsep yang abstrak karena prosesnya terjadi di dalam tubuh dan tidak bisa dilihat langsung dengan mata telanjang dalam bentuk aslinya. Media gambar atau video di sini berfungsi membuat konsep abstrak tersebut menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh siswa. Untuk opsi A, menampilkan objek terlalu besar. Sistem peredaran darah bukan soal ukuran objek yang besar, melainkan konsep prosesnya yang abstrak. Opsi C menampilkan objek yang tak teramati mata telanjang. Ini lebih cocok untuk objek yang butuh mikroskop.
Sedangkan di sini yang ditekankan adalah sifat abstrak dari prosesnya, bukan ukurannya. Opsi D membawa objek berbahaya atau sukar didapat. Sistem peredaran darah bukan soal objek fisik yang sulit didapat, melainkan konsep proses dalam tubuh. Dalam memilih dan mengembangkan materi pembelajaran, Ibu Murni Nugrohost selalu menyeleksi materi pembelajaran yang telah teruji kebenarannya, tidak ketinggalan zaman, dan memberikan kontribusi untuk pemahaman ke depan. Kriteria penyeleksian dan pemilihan materi pembelajaran tersebut memenuhi kriteria A. Sahi, B. Kebermanfaatan, C. Layak dipelajari, D. Menarik minat. Opsi jawaban yang tepat adalah ya sahih.
Kuncinya adalah teruji kebenarannya dan tidak ketinggalan zaman. Dua ciri ini langsung mengarah pada kriteria kesahihan atau validitas materi. Kriteria sahih atau validitas dalam pemilihan materi pembelajaran menekankan bahwa materi yang dipilih harus benar-benar teruji kebenarannya secara keilmuan dan selalu mengikuti perkembangan zaman sehingga tetap relevan dan memberi kontribusi pemahaman yang mutakhir bagi siswa. Untuk opsi A, kebermanfaatan ini lebih menekankan pada kegunaan materi bagi kehidupan siswa, bukan soal kebenaran ilmiahnya. Opsi C, layak dipelajari. Ini lebih ke soal kesesuaian tingkat kesulitan materi dengan kemampuan siswa, bukan soal validitas isinya. Opsi D menarik minat. Ini soal daya tarik materi bagi siswa, bukan soal kebenaran atau validitas keilmuannya.
36. Soal selanjutnya, memilih media pembelajaran hendaknya tidak boleh sembarangan tetapi harus didasarkan pada kriteria tertentu. Misalnya, apakah untuk belajar individual, kelompok kecil, kelompok besar atau massal? Pernyataan tersebut dalam pemilihan media termasuk ke dalam kriteria A. Tujuan, B sasaran didik, C ketersediaan, D konteks penggunaan. Jawaban yang tepat ialah D. Konteks penggunaan.
Kata kuncinya adalah belajar individual, kelompok kecil, kelompok besar, atau massal. Ini merujuk pada situasi atau konteks bagaimana media itu akan digunakan dalam pembelajaran. Kriteria konteks penggunaan berkaitan dengan bagaimana dan dalam situasi seperti apa media itu akan dipakai. termasuk apakah untuk pembelajaran individual, kelompok kecil, kelompok besar, atau bahkan secara massal. Ini penting karena media yang cocok untuk kelompok kecil belum tentu efektif dipakai untuk pembelajaran massal. Untuk opsi A, tujuan ini berkaitan dengan capaian pembelajaran yang ingin dicapai, bukan soal skala kelompok penggunanya. Untuk opsi B, sasaran dinding ini lebih ke karakteristik individu siswa, usia atau kemampuan. bukan soal skala kelompok belajarnya. Untuk opsi C ketersediaan ini soal ada tidaknya media tersebut di sekolah, bukan soal skala penggunaan medianya.
37. Soal selanjutnya, seorang guru ingin membuka situs Google untuk menulis catatan, ide, atau refleksi yang bersifat pribadi atau untuk dibagikan secara umum. Fitur yang dapat dimanfaatkan oleh guru tersebut adalah A book, B forum, C blog, D E portofolio. Opsi jawaban yang tepat ialah C. Blok. Kata kuncinya adalah menulis catatan ide, atau refleksi yang bisa bersifat pribadi atau dibagikan secara umum. Ini persis fungsi dari fitur blok. Blok adalah platform yang memungkinkan seseorang menulis catatan, ide, atau refleksi pribadi dalam bentuk tulisan yang bisa disettle privat untuk diri sendiri atau dipublikasikan agar bisa dibaca orang banyak.
Fitur inilah yang paling sesuai dengan kebutuhan guru pada soal. Untuk opsi A book ini bukan istilah fitur standar untuk menulis catatan pribadi. Refleksi di platform Google. Opsi B forum. Forum lebih ke ruang diskusi interaktif antar banyak orang, bukan untuk menuliskan refleksi pribadi. Untuk D, portofolio ini lebih fokus untuk menyimpan dan menampilkan kumpulan hasil karya atau capaian, bukan sekedar menulis catatan atau refleksi bebas.
38. Soal selanjutnya, seorang guru harus mampu memanfaatkan media pembelajaran dan sumber belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran utuh. Pernyataan berikut yang benar terkait dengan media pembelajaran adalah A. Media pembelajaran yang paling baik adalah media yang berbasis. B. Sebuah media dapat digunakan untuk semua kegiatan pembelajaran. C. Media dapat digunakan sebagai pembawa pesan dalam suatu kegiatan pembelajaran. D. Memilih media tidak perlu banyak pertimbangan agar tidak merepotkan. Opsi jawaban yang tepat adalah ya C. Media dapat digunakan sebagai pembawa pesan dalam suatu kegiatan pembelajaran.
Kata kuncinya adalah mencari pernyataan yang paling benar. Secara umum tentang media pembelajaran. Jawabannya harus berlaku universal, bukan klaim berlebihan. Media pembelajaran pada dasarnya berfungsi sebagai pembawa pesan dari guru ke siswa. dalam suatu kegiatan pembelajaran membantu menyampaikan materi secara lebih efektif dan jelas. Ini adalah pernyataan yang paling akurat dan berlaku secara umum tentang hakikat media. Untuk opsi A, media berbasis tik yang paling baik. Ini klaim berlebihan karena baik tidaknya media tergantung kesesuaiannya dengan tujuan dan materi bukan semata karena berbasis. Opsi B.
39. Satu media untuk semua kegiatan ini keliru karena setiap media punya kelebihan dan keterbatasan sendiri. Tidak ada media yang cocok untuk semua situasi. Opsi D, memilih media tanpa banyak pertimbangan. Ini jelas keliru karena pemilihan media justru harus mempertimbangkan banyak kriteria agar efektif. Jadi, hakikat media pembelajaran sebagai pembawa pesan dalam kegiatan pembelajaran.
Kegiatan guru dalam melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam, belajar dari aneka sumber, menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain, memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru. lingkungan dan sumber belajar lainnya. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran dan memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium. Studio atau lapangan disebut kegiatan A. Elaborasi, B. Eksplorerasi, C. Konfirmasi D. Browsing, C. Kontekstual teaching learning. Jawaban yang tepat yaitu eksplorasi.
Kata kuncinya mencari informasi luas dan dalam. Belajar dari aneka sumber dan melakukan percobaan adalah ciri khas tahap eksplorasi dalam kerangka EEK atau eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Kegiatan yang dijelaskan pada soal mencari informasi luas menggunakan berbagai sumber dan pendekatan. Berinteraksi dengan lingkungan, serta melakukan percobaan merupakan ciri khas tahap eksplorasi. Pada tahap ini, siswa didorong aktif menggali dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin sebelum masuk ke tahap pengolahan lebih lanjut. Untuk opsi A, elaborasi. Tahap ini fokus mengolah dan mengembangkan informasi yang sudah dikumpulkan, bukan mencari informasi awal. Opsi C, konfirmasi. Tahap ini fokus pada penguatan dan verifikasi hasil belajar dan bukan pencarian informasi. Opsi D browsing, istilah ini terlalu sempit, hanya soal penjelajah internet, bukan keseluruhan proses eksplorasi. Untuk E kontekstual teaching learning ini pendekatan pembelajaran secara umum dan bukan istilah tahap spesifik seperti pada soal. Eksplorasi merupakan tahap mencari dan mengumpulkan informasi secara luas dari berbagai sumber sebelum diolah lebih lanjut.
40. Soal selanjutnya, strategi ketuntasan minimal belajar atau SKMB ditentukan oleh faktor-faktor di bawah ini. A. Inteks siswa, B. Tingkat kesulitan, C. Sarana pendukung, D. Bakat dan minat siswa, E. Inteks siswa, tingkat kesulitan, dan sarana pendukung. Jawaban yang tepat ialah E. int siswa, tingkat kesulitan, dan sarana pendukung. Kata faktor-faktor dalam bentuk jamak.
Soal ini mencari jawaban yang mencakup semua faktor sekaligus, bukan hanya satu. Penentuan kriteria ketuntasan minimal atau KKM atau ketuntasan belajar dipengaruhi tiga faktor utama sekali sekaligus kemampuan awal siswa atau intesulitan materi atau kompetensi dan ketersediaan sarana pendukung. Karena soal menanyakan faktor-faktor secara jamak, jawaban yang mencakup ketiganya sekaligus adalah yang paling tepat. Untuk opsi A, intiswa saja. Benar, tapi hanya sebagian dari faktor yang seharusnya dipertimbangkan.
Opsi B, tingkat kesulitan saja juga hanya sebagian faktor. Opsi C, sarana pendukung saja sama hanya sebagian. Opsi D, bakat dan minat siswa bukan termasuk faktor utama penentuan KKM atau ketentasan minimal belajar. Dalam kaitannya dengan upaya untuk memotivasi belajar siswa dan agar proses pembelajaran berlangsung efektif, maka guru perlu mengacu pada A metode pembelajaran, B. Pendekatan pembelajaran, C strategi pembelajaran, D. Gaya pembelajaran, E. Kemampuan belajar. Jawaban yang tepat ialah C. Strategi pembelajaran.
Kata kunci memotivasi dan efektif secara bersamaan mengarah pada cakupan yang lebih luas dari sekedar metode, yaitu strategi pembelajaran secara keseluruhan. Strategi pembelajaran mencakup keseluruhan rencana dan cara guru mengolah proses belajar mengajar, termasuk bagaimana memotivasi siswa dan memastikan pembelajaran berjalan efektif. Istilah ini lebih luas dibanding metode yang hanya salah satu bagian teknis dari strategi. Untuk opsi A, metode pembelajaran ini hanya sebagian teknis dari strategi. kupannya lebih sempit. Untuk opsi B, pendekatan pembelajaran ini lebih ke sudut pandang atau filosofi mengajar, bukan rencana motivasi dan efektivitas secara menyeluruh. Opsi D. Gaya pembelajaran ini merujuk pada karakteristik individu dalam belajar, bukan strategi keseluruhan. Opsi E, kemampuan belajar ini atribut siswa, bukan sesuatu yang diacu guru dalam merancang pembelajaran.
41. Soal selanjutnya, upaya guru memanfaatkan hasil analisis untuk menentukan ketuntasan belajar antara lain sebagai berikut. A, menentukan kriteria keberhasilan belajar. B. Mengklarifikasi siswa berdasarkan hasil capaian belajarnya. C. Mencari letak kelemahan secara umum dilihat dari kriteria keberhasilan yang diharapkan. D. Merencakan pengajaran remedi. E. Mengadakan tes remedi. Jawaban yang tepat ialah ya. Benar sekali. C. Mencari letak kelemahan secara umum dilihat dari keberhasilan yang diharapkan. memanfaatkan hasil analisis.
Fokusnya pada bagaimana hasil analisis itu dipakai untuk mendiagnosis, bukan tindakan lanjutan seperti remedial. Salah satu pemanfaatan hasil analisis ketuntasan belajar adalah mencari letak kelemahan siswa secara umum dibandingkan dengan kriteria keberhasilan yang sudah ditetapkan. Ini adalah langkah diagnostik sebelum guru mengambil tindakan lanjutan seperti remedial atau pengayaan. Untuk opsi A, menentukan kriteria keberhasilan ini dilakukan sebelum analisis, bukan pemanfaatan hasil analisis itu sendiri. Opsi B, mengklarifikasi siswa. Ini salah satu langkah lanjutan, bukan pemanfaatan utama dari analisis kelemahan. Opsi D, merencanakan remedial. Ini tindak lanjut setelah kelemahan ditemukan, bukan bagian dari analisis itu sendiri. Opsi E mengadakan tes remedial. Ini juga tindak lanjut bukan bagian dari analisis. Hasil analisis ketentuan belajar dimanfaatkan untuk menemukan letak lemahan siswa secara umum.
42. Soal selanjutnya. Pada setiap akhir kegiatan pembelajaran, guru bersama peserta didik melakukan kegiatan refleksi. Hal ini dikarenakan untuk A mengukur ketuntusan peserta didik, B mengukur efektivitas proses pembelajaran, C. Mengukur hal-hal yang belum dipahami peserta didik, D. Menentukan langkah-langkah pertemuan berikutnya, E. Mengetahui materi yang belum terbahas dalam proses pembelajaran. Jawaban yang tepat yaitu C. Mengukur hal-hal yang belum dipahami peserta didik.
Kata kunci kegiatan refleksi di akhir pembelajaran. Tujuannya menggali pemahaman siswa, bukan sekedar menilai ketuntasan atau efektivitas proses secara umum. Refleksi di akhir pembelajaran dilakukan terutama untuk mengetahui dan mengukur hal-hal yang lum dipahami peserta didik sehingga guru bisa menindaklanjutinya di pertemuan berikutnya atau memberikan penguatan tambahan. Untuk opsi A, mengukur ketuntasan. Ini biasanya dilakukan lewat penilaian atau tes formal, bukan sekedar refleksi. Opsi B, mengukur efektivitas proses pembelajaran. Ini lebih ke evaluasi bagi guru sendiri, bukan tujuan utama refleksi bersama siswa. Opsi D menentukan langkah pertemuan berikutnya. Ini bisa jadi hasil turunan dari refleksi, tapi bukan tujuan utamanya. Opsi E mengetahui materi yang belum rbahas. Ini soal cakupan materi, bukan soal pemahaman siswa terhadap materi yang sudah diajarkan.
43. Soal selanjutnya, penilaian dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu di berbagai macam konteks sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian ini dilakukan dengan berbagai teknik antara lain penilaian praktik, penilaian produk, penilaian proyek, dan penilaian portofolio. Penilaian tersebut termasuk dalam jenis penilaian A. Otentik, B. Sikap, C. Pengetahuan, D. Keterampilan, E. Pengalaman. Jawaban yang tepat ialah D. Keterampilan.
Kata kunci menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu serta contoh tekniknya seperti praktik, produk, proyek, portofolio adalah ciri khas penilaian keterampilan atau psikomotorik. Penilaian keterampilan menilai kemampuan siswa menerapkan pengetahuan dalam bentuk tindakan atau tugas nyata menggunakan teknik seperti penilaian praktik, produk, proyek, dan portofolio. Persis seperti yang disebutkan pada soal. Untuk opsi A otentik ini istilah pendekatan penilaian secara umum, yaitu menilai kemampuan nyata bukan jenis penilaian spesifik seperti keterampilan. Opsi B. Sikap ini menilai perilaku dan nilai-nilai siswa, bukan penerapan pengetahuan dalam tugas nyata. Opsi C. Pengetahuan ini menilai pemahaman konsep atau kognitif. Biasanya lewat tes tertulis, bukan lewat praktik, produk ataupun proyek. Opsi E. Pengalaman bukan istilah baku jenis penilaian dalam kurikulum.
44. Soal selanjutnya, salah satu contoh kegiatan guru dalam kegiatan elaborasi dalam komunikasi pembelajaran dengan para siswa yaitu a memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik. B. Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. C. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber. D. Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. E. Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar. Jawaban yang tepat adalah B.
Kata kunci kegiatan elaborasi. Tahap ini fokus pada penguatan pemahaman dan kepercayaan diri siswa lewat kegiatan yang lebih mendalam. Bukan sekedar eksplorasi awal atau konfirmasi awal. Pada tahap elaborasi, guru memfasilitasi kegiatan yang membantu siswa mengolah lebih lanjut informasi yang telah dieksplorasi. Termasuk kegiatan yang menumbuhkan rasa bangga dan kepercaya diri siswa atas capaian belajarnya. Untuk opsi A memberikan umpan balik dan penguatan ini lebih ciri khas kegiatan konfirmasi bukan elaborasi. Opsi C memberikan konfirmasi hasil eksplorasi. Ini jelas ciri tahap konfirmasi bukan elaborasi. OBCD memfasilitasi refleksi. Ini juga bagian dari konfirmasi biasa dilakukan di akhir pembelajaran. Opsi E memfasilitasi pengalaman bermakna mencapai KD. ini terlalu umum dan tidak spesifik menggambarkan tahap elaborasi.
Elaborasi yaitu kegiatan mengolah hasil eksplorasi sambil menumbuhkan kebanggaan dan kepercayaan diri siswa. Pemanfaatan fasilitas internet dalam pembelajaran yang digunakan untuk berkorespondensi antara soal seorang dengan lainnya di manaun dan kapanpun mereka berada. Dengan fasilitas ini, mereka dapat saling mengirim dan menerima surat, gambar, suara, dan video. Fasilitas ini dapat pula mengiru lampiran berupa file yang berisi teks atau gambar. Selain itu, dengan fasilitas ini, pengguna dapat pula mengarsifkan surat-surat yang dianggap penting dengan menyimpannya da folder yang disediakan. Untuk itu disebut A teleconference, B email, C website, Dting, E browsing. Jawaban yang benar ialah Yaps. Email.
Kata kunci berkorespondensi mengirim surat, gambar, suara, video, dan mengarsipkan surat dalam folder adalah fitur-fitur khas layanan email. Email memungkinkan penggunanya saling mengirim dan menerima pesan beserta lampiran file atau teks gambar kapan saja dan di mana saja serta menyimpan atau mengersipkan pesan penting dalam folder tertentu sesuai persis dengan deskripsi pada soal. Untuk opsi A conference ini untuk komunikasi langsung secara real time video atau audio, bukan untuk mengirim dan mengartifkan pesan seperti email. Opsi C website ini platform untuk menampilkan informasi bukan untuk saling berkirim pesan pribadi. Opsi D chatting ini komunikasi teks real time tidak fokus pada mengarsikan surat dalam folder seperti email. Opsi E browsing ini aktivitas penjelajah internet tidak berkaitan dengan korespondensi atau pengiriman pesan.
45. Soal selanjutnya, seorang guru berencana membeli dan membaca buku tentang asesmen pembelajaran. Rencana tersebut menunjukkan keinginan guru mengembangkan ciri. A kompetensi pedagogik, B. Kompetensi sosial, C. Kompetensi kepribadian, D. Kompetensi profesional. Jawaban yang tepat ialah D. Kompetensi profesional.
Kata kunci membeli dan membaca buku tentang asesmen pembelajaran ini upaya menambah wawasan keilmuan terkait dengan bidang mengajar ciri khas kompetensi profesional. Kompetensi profesional guru mencakup penguasaan materi, konsep, dan wawasan keilmuan yang mendalam terkait bidang yang diampuh. Termasuk topik seperti asesmen pembelajaran. Upaya guru membaca buku untuk memperdalam pemahamannya. Soal asesmen menunjukkan usaha pengembangan kompetensi profesional ini. Opsi A, kompetensi pedagogik ini lebih ke kemampuan mengelola proses pembelajaran secara praktis di kelas, bukan sekedar menambah wawasan lewat membaca buku. Opsi B. Kompetensi sosial ini berkaitan dengan kemampuan berinteraksi dengan orang lain, tidak relevan dengan aktivitas membaca buku asesmen. Opsi C, kompetensi kepribadian ini berkaitan dengan karakter dan sikap pribadi guru, bukan soal pengembangan wawasan keilmuan.
Di bawah ini merupakan mengidentifikasian materi pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar. Nomor satu, potensi peserta didik, karakteristik mata pelajaran relevansi dengan karakteristik daerah. Nomor dua, tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik. Nomor kabar manfaat bagi peserta didik, struktur keilmuan, aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran. Nomor 4, kemampuan guru dan ketersediaan referensi. Nomor 5, relevansi dengan kebutuhan peserta didik, tuntutan lingkungan, dan alokasi waktu. Nomor 6, dana yang tersedia. Dalam mengidentifikasi materi pembelajaran yang diampu, guru harus memperhatikan antara lain nomor A 1 2 3 4, B 2 C 1 2 3 5 D 1 2 4 5 E 3 4 5 6. Jawaban yang benar ialah B. 2 3 5 6. P
erhatikan poin mana yang benar-benar relevan dengan kriteria baku identifikasi materi pembelajaran, tingkat perkembangan siswa, kebermanfaatan, dan struktur keilmuan, relevansi kebutuhan, dan alokasi waktu serta dana. Sedangkan poin 1 dan 4 bukan bagian dari kriteria yang baku. Dalam mengidentifikasi materi pembelajaran, kriteria yang perlu diperhatikan meliputi tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, spiritual siswa. Poin dua, kebermanfaatan dan struktur keilmuan materi. Poin 3, relevansi dengan kebutuhan siswa dan alokasi waktu. Poin 5, serta dana yang tersedia. Poin 6. Kombinasi nomor 2, 3, 5, dan 6 inilah yang sesuai dengan kriteria identifikasi materi pembelajaran yang baku. Untuk opsi A 1 2 3 4 poin 1, potensi siswa dan relevansi daerah. Dan 4 kemampuan guru dan referensi bukan termasuk kriteria inti identifikasi materi. Opsi C 1 2 3 5 masalah pernyataan poin 1 yang bukan kriteria baku dan tidak menyertakan poin 6. OCD 1245 menyertakan poin 1 dan 4 yang bukan kriteria utama sekaligus tidak menyertakan poin 3 dan 6. Opsi E 3 4 5 6 menyertakan poin 4 yang bukan kriteria utama dan tidak menyertakan poin du.
Dalam kompetensi pedagogik guru menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Dalam prinsip pembelajaran yang mendidik, guru harus A melaksanakan proses pembelajaran sesuai jadwal, B. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. C. Menggunakan strategi pembelajaran. D. Hanya menggunakan teknik pembelajaran. Jawaban yang tepat adalah ya. B. Menerapkan berbagai pendekatan strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.
Kata kuncinya di prinsip pembelajaran yang mendidik. Mengacu pada kompetensi pedagogi guru dalam merancang pembelajaran secara variatif dan kreatif. Salah satu wujud nyata dari prinsip pembelajaran yang mendidik adalah kemampuan guru menerapkan berbagai pendekatan strategi, metode, dan teknik pembelajaran secara kreatif sesuai karakteristik mata pelajaran yang diampu. Variasi ini penting supaya pembelajaran tidak monoton dan bisa mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang beragam. Untuk opsi A, melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal. Ini soal administratif teknis, bukan esensi dari mendidik. Untuk opsi C, menggunakan strategi pembelajaran saja. Ini terlalu sempit karena prinsip mendidik menuntut variasi pendekatan metode dan teknik sekaligus. Opsi D hanya menggunakan teknik pembelajaran. Kata hannya ini keliru karena prinsip mendidik justru menuntut keberagaman cara mengajar.
46. Soal selanjutnya. Untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik, seorang pendidik dapat melakukan A. Pengayaan materi pelajaran, B. Refleksi, C. Latar belakang peserta didik, D. Tes awal atau pretes. Jawaban yang tepat adalah D. tes awal atau pretes. Pada soal juga ditanya kemampuan awal, ya.
Kata kuncinya mengetahui kemampuan awal peserta didik. Istilah baku untuk kegiatan ini adalah prees atau tes di awal. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan awal siswa, sebelum pembelajaran dimulai, guru biasanya melakukan tes awal atau pretes. Hasilnya dipakai sebagai acuan untuk merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi awal siswa. Untuk opsi AHA, pengayaan materi ini dilakukan setelah siswa menguasai materi dasar, bukan untuk mengecek kemampuan awal. Opsi B. Refleksi ini dilakukan di akhir pembelajaran untuk menilai pemahaman, bukan sebelum pembelajaran dimulai. Opsi C, latar belakang peserta didik. Ini informasi umum tentang siswa, bukan alat ukur kemampuan awal secara langsung.
47. Soal selanjutnya, kurikulum 2013. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saentifik. artinya yaitu a kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya. Opsi B, menyeleksi nilai dan budaya mana yang perlu dipertahankan dan mana yang harus dimiliki oleh siswa. Opsi C. Pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, menalar, dan mengomunikasikan. Opsi D mengembangkan kompetensi dasar berdasarkan pada prinsip akumulatif saling memperkuat atau renfor dan memperkaya enrich antar mata pelajaran. Opsi jawaban yang tepat ialah C. Pembelajaran yang mendorong siswa lebih mampu dalam mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, menalar, dan mengomunikasikan.
Kata kunci pendekatan saifik merujuk pada langkah-langkah ilmiah baku dalam kurikulum 2013, yakni 5M. Pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 mendorong siswa melalui lima langkah ilmiah, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menalar, dan mengomunikasikan. Kelima langkah ini dikenal dengan istilah 5M dan menjadi ciri utama pendekatan saentifik. Untuk opsi A, kurikulum harus mengandung hal baru. Pernyataan ini terlalu umum, tidak spesifik, menjelaskan pendekatan saentifik. Opsi B, menyeleksi nilai dan budaya. Ini lebih ke prinsip pengembangan materi kurikulum, bukan definisi pendekatan saentifik. Opsi D, kompetensi dasar akumulatif dan saling memperkuat. Ini prinsip pengembangan kompetensi dasar, bukan definisi pendekatan saintifik.
48. Soal selanjutnya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pernyataan tersebut sesuai dengan prinsip pengembangan kurikulum A. tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. B. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. C. Menyeluruh dan berkesimanambungan. D. Beragam dan terpadu. Jawaban yang tepat ialah D. beragam dan terpadu.
Kata kuncinya pada posisi sentral peserta didik untuk mengembangkan berbagai aspek kompetensi yaitu spiritual, sosial, kognitif, keterampilan sekaligus mencerminkan prinsip keberagaman dan keterpaduan. Prinsip beragam dan terpadu menekankan bahwa kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keberagaman karakteristik peserta didik serta memadukan berbagai aspek kompetensi seperti spiritual, sosial, pengetahuan, keterampilan secara utuh agar siswa berkembang menjadi pribadi yang seimbang. Untuk opsi A, tangga perkembangan IPTEK dan seni ini menekankan relevansi kurikulum dengan kemajuan zaman, bukan soal keberagaman kompetensi siswa. Untuk opsi B, relevan dengan kebutuhan kehidupan ini menekankan keterkaitan kurikulum dengan kebutuhan nyata masyarakat, bukan keberagaman kompetensi.
Opsi C, menyeluruh dan berkesinambungan. ini menekankan cakupan materi yang utuh antar jenjang bukan keberagaman kompetensi individu siswa. Salah satu unsur strategi pembelajaran adalah mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil atau output dan sasaran target yang harus dicapai dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. New dan Logan. Penerapan dari unsur strategi di atas dalam konteks pembelajaran adalah A. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran, yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik. B. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif. C. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode, dan teknik pembelajaran. D. menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan. Opsi jawaban yang tepat ialah A. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran, yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
Kata kuncinya pada spesifikasi dan kualifikasi hasil output dan sasaran target merujuk pada penetapan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Untuk strategi pembelajaran yang dimaksud diterjemahkan dalam konteks pembelajaran sebagai penetapan tujuan pembelajaran yang jelas, yaitu perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik yang diharapkan tercapai setelah proses belajar. Untuk opsi B, memilih sistem pendekatan pembelajaran. Ini unsur strategi yang berbeda terkait cara mencapai tujuan, bukan penetapan tujuannya sendiri. Untuk opsi C, menetapkan langkah, prosedur, metode ini unsur yang berbeda terkait pelaksanaan teknis, bukan penetapan target hasil. Opsi D, menetapkan norma atau batas minimum keberhasilan. Ini unsur strategi tentang kriteria evaluasi, bukan pentaband tujuan pembelajaran. Untuk menetapkan spesifikasi hasil dan sasaran belajar harus menetapkan tujuan pembelajaran atau perubahan profil perilaku dan pribadi dari siswa.
49. Soal selanjutnya, pengembangan kurikulum yang melibatkan pemangku kepentingan stakeholders dilakukan untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan dunia usaha industri dan dunia kerja. Pernyataan tersebut sesuai dengan prinsip pengembangan kurikulum. A tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. B. relevan dengan kebutuhan kehidupan. C. Menyeluruh dan berkesinambungan. D. Beragam dan terpadu. Jawaban yang tepat ialah B. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
Kata kunci menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan di dunia usaha, industri, dan dunia kerja adalah definisi persis dari prinsip relevansi. Prinsip relevan dengan kebutuhan kehidupan menekankan bahwa pengembangan kurikulum harus melibatkan pemangku kepentingan agar pendidikan yang dihasilkan benar-benar sesuai dan bermanfaat bagi kehidupan nyata siswa termasuk dunia kerja dan industri. Untuk opsi A, tanggap perkembangan IPTEK dan seni. Ini lebih ke penyesuaian kurikulum dengan kemajuan teknologi bukan soal keterlibatan pemangku kemikan. Opsi C, menyeluruh dan berkesinambungan. Ini soal cakupan materi antar jenjang pendidikan bukan relevansi dunia kerja. Opsi D. Beragam dan terpadu. Ini soal keberagaman kompetensi siswa, bukan soal relevansi dengan dunia kerja atau industri.
50. Soal selanjutnya, upaya guru dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan pengalaman belajar yang telah dialami yang paling optimal adalah dengan cara A. Guru memberikan tes atau pekerjaan rumah setiap akhir pelajaran. B. Guru menggunakan pertanyaan terarah maupun pertanyaan bersifat penelusuran saat pembelajaran berlangsung. Opsi C. Guru mewancarai tiap siswa tentang capaian atau masalah belajar yang dihadapi siswa dalam belajar. Opsi D. Guru menugaskan siswa untuk menuliskan kesulitan siswa dalam belajar. Jawaban yang tepat ialah B. Guru menggunakan pertanyaan terarah maupun pertanyaan bersifat penelusuran saat pembelajaran berlangsung.
Kata kuncinya paling optimal dan merefleksikan pengalaman belajar. mencari cara refleksi paling efektif yang berlangsung secara real time bukan di akhir saja. Cara paling optimal untuk membantu siswa merefleksikan pengalaman belajarnya adalah dengan menggunakan pertanyaan terarah atau pertanyaan penelusuran yang diajukan langsung saat pembelajaran berlangsung sehingga siswa bisa langsung memikirkan dan mengaitkan pemahamannya secara liram. Untuk opsi A, tes atau PR di akhir pelajaran ini menilai hasil belajar bukan sarana refleksi langsung tentang pengalaman belajar. Opsi C, mewawancarai tiap siswa. Ini memakan waktu terlalu banyak dan kurang praktis dibandingkan pertanyaan terarah saat pembelajaran berlangsung. Opsi D menugaskan penulisan kesulitan bisa jadi salah satu cara tapi kurang optimal dibanding interaksi langsung lewat pertanyaan penelusuran. Untuk refleksi paling optimal, pertanyaannya harus terarah penelusuran yang diajukan langsung saat pembelajaran berlangsung.
51. Soal selanjutnya, pada kurikulum 2013, penyusunan kurikulum dimulai dengan penetapan SKL berdasarkan kesiapan siswa, tujuan pendidikan nasional, dan kebutuhan. Setelah kompetensi ditetapkan, kemudian ditentukan kurikulumnya yang terdiri dari kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum. Ada beberapa faktor yang harus dikembangkan antara lain A. Tantangan internal dan eksternal, B. Responsibility, C. Reenforce, D. Enrich. Opsi jawaban yang benar ialah A. Tantangan internal dan eksternal. Kata kuncinya faktor yang harus dikembangkan.
Dalam menyusun kurikulum setelah SKL ditetapkan merujuk pada landasan pengembangan kurikulum 2013 yang mempertimbangkan tantangan internal dan eksternal. Dalam pengembangan kurikulum 2013 setelah SKL ditetapkan, penyusunan kurikulum mempertimbangkan berbagai tantangan. Baik tantangan internal yaitu kondisi pendidikan dalam negeri maupun tantangan eksternal ataupun globalisasi perkembangan IPTEK dan tuntutan kunia. kerja. Untuk opsi B, responsibility bukan istilah baku faktor pengembangan kurikulum 2013. Untuk opsi C, reinforce ini istilah terkait prinsip pengembangan kompetensi dasar saling memperkuat bukan faktor besar penyusunan kurikulum. Opsi D en sama seperti reinforce ini istilah terkait perkembangan kompetensi dasar bukan faktor besar penyusunan kurikulum. yang ditekankan dalam strategi pembelajaran interaktif adalah A membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri, B. Diskusi dan sharing di antara peserta didik, C. Pembelajaran didominasi arahan dari guru, D. Proses penyampaian materi secara verbal. Opsi jawaban yang tepat ialah B. Diskusi dan sharing di antara peserta didik.
Kata kuncinya strategi pembelajaran interaktif atau kata interaktif menunjukkan pentingnya interaksi dan pertukaran gagasan antar siswa. Strategi pembelajaran interaktif menekankan pentingnya diskusi dan berbagi atau sharing. Gagasan antara peserta didik di mana siswa saling berinteraksi dan bertukar pemahaman bukan hanya menerima informasi secara pasif dari guru. Untuk opsi A membangun inisiatif individu dan kemandirian ini lebih ke ciri khas strategi pembelajaran mandiri bukan strategi interaktif. Opsi C. pembelajaran dinominasi arahan guru ini justru bertentangan dengan konsep interaktif yang menekankan peran aktif siswa. Opsi D, menyampaikan materi secara verbal. Ini ciri metode ceramah bukan strategi interaktif yang menekankan diskusi dua arah.
52. Soal selanjutnya, dalam mengidentifikasi kasus kesulitan belajar dapat dilakukan dengan metode criterion reference yang bukan merupakan tahap metode kriterio reference adalah a menetapkan angka nilai kualitatif minimal yang dapat diterima misalnya 5,0 atau 6,0. B. Membandingkan prestasi dari setiap siswa dengan angka nilai batas lulus tersebut. Secara teoritis, mereka yang angka nilai prestasinya berada di bawah lulus sudah dapat diduga sebagai siswa yang mengalami kesulitan belajar. C. Menganalisis kemampuan peserta didik. D. Menghimpun siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar. serta mencari siswa yang mengalami gejala terparah yang nilainya jauh di bawah siswa penderita kesulitan belajar lainnya. Opsi jawaban yang tepat ialah ya C. Menganalisis kemampuan peserta didik. Perhatikan kata bukan. Soal ini mencari opsi yang tidak termasuk tahapan baku metode creation reference.
Metode creation adalah mengidentifikasi kesulitan belajar memiliki tahapan baku, menetapkan angka nilai batas minimal, membandingkan prestasi siswa dengan batas tersebut, lalu menghimpun siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar termasuk yang gejalanya paling parah. Menganalisis kemampuan peserta didik secara umum bukan bagian dari tahapan spesifik metode ini karena istilahnya terlalu umum dan tidak menggambarkan langkah konkret dalam creation reference.
Untuk opsi A, menetapkan angka nilai minimal. Ini justru salah satu tahap awal metode creation reference yang resmi sehingga bukan jawaban yang dicari. Opsi B, membandingkan prestasi dengan batas lulus. Ini juga ditahap resmi dalam metode ini, bukan jawaban yang dicari. Opsi D, menghimpun siswa yang diduga kesulitan dan mencari gejala terparah. Ini tahap akhir yang resmi dalam metode ini, bukan jawaban yang dicari. Tahap resmi creation reference itu yaitu yang pertama tetapkan batas nilai, kemudian bandingkan prestasi siswa, kemudian himpun siswa kesulitan belajar. Menganalisis kemampuan secara umum bukan bagian dari tahapan spesifik dari metode ini.
Berikut yang bukan termasuk karakteristik siswa abad 21. A. Keterampilan belajar dan inovatif. B. Berpikir kritis. C. Keahlian literasi digital. D. Kemampuan berinteraksi. Opsi jawaban yang tepat ialah D. Kemampuan berinteraksi. Perhatikan kata bukan. Soal ini mencari opsi yang tidak termasuk pilar karakteristik siswa abad 21 dalam kerangka 21 Century Skill atau keterampilan abad ke-21. Karakteristik siswa abad 21 yang umum dikenal meliputi keterampilan belajar dan inovasi, berpikir kritis, serta literasi digital. Kemampuan berinteraksi secara umum bukan istilah spesifik yang menjadi pilar utama karakteristik siswa abad 21. Karena istilah yang lebih tepat dan spesifik adalah kolaborasi atau komunikasi, bukan sekedar berinteraksi secara umum. Opsi A, keterampilan belajar dan inovatif ini justru termasuk salah satu pilar utama karakteristik siswa abad 21. Opsi B, berpikir kritis ini juga salah satu pilar utama keterampilan abad 21. Opsi C, keahlian literasi digital ini juga termasuk kompetensi penting siswa abad 21 terkait literasi teknologi informasi.
53. Soal selanjutnya, berikut merupakan pergeseran atau penyesuaian peran guru dalam memfasilitasi pembelajaran abad 21 kecuali A memiliki kebiasaan melakukan refleksi atau reflektif. praktioner mengembangkan kemampuan belajar mandiri secara berkelanjutan C. Mengubah paradigma dari professional teaching menjadi professional learning. D. Mengutamakan penilaian hasil belajar atau assesment for learning. Opsi jawaban yang tepat ialah D. Mengutamakan penilaian hasil belajar atau assessment for learning.
Kata kuncinya ada di kata kecuali. Soal ini mencari opsi yang bukan bagian dari pergeseran peran guru pada pembelajaran abad 21. Pergeseran peran guru pada abad 21 meliputi kebiasaan melakukan refleksi atau reflektif pratitioner, pengembangan belajar mandiri berkelanjutan, dan perubahan paradigma dari mengajar sebagai profesi atau professional teaching menuju belajar sebagai profesi atau professional learning. Sementara mengutamakan penilaian hasil belajar mencerminkan paradigma lama yang berfokus pada hasil akhir semata, bukan pergeseran menuju penilaian yang mendukung proses belajar berkelanjutan. Untuk opsi A, reflektik praktisioner ini memang bagian dari pergeseran peran guru abad 21. Opsi B, belajar mandiri berkelanjutan. Ini juga bagian dari pergeseran peran guru. Opsi C dari profesional teaching ke professional learning. Ini adalah inti dari pergeseran paradigma peran guru abad 21.
Selanjutnya, belajar mandiri berkelanjutan memiliki dimensi psikologis, pedagogis, dan dimensi sosial. Berikut ini secara berturut-turut merupakan indikator adanya ketiga dimensi tersebut dalam belajar mandiri adalah A. Memiliki kebebasan belajar, menghadiri forum ilmiah, dan tergantung kepada fasilitator. B. Mengisolasi diri secara fisik, melanjutkan sekolah, dan menentukan tujuan belajar sendiri. C. Memiliki kebebasan dalam belajar aktif mengikuti diskusi ilmiah dan menilai kemajuan belajarnya sendiri. D. Belajar berdasarkan tujuan yang ditetapkan, mengikuti kegiatan pembelajaran, dan meminta umpan balik dari fasilitator. Opsi jawaban yang tepat ialah C. Memiliki kebebasan dalam belajar aktif, mengikuti diskusi ilmiah, dan menilai kemajuan belajarnya sendiri.
Tiga, frasa berurutan pada opsi jawaban masing-masing mewakili dimensi psikologis. atau kebebasan belajar sosial, diskusi ilmiah, dan pedagogis menilai kemajuan sendiri. Belajar mandiri berkelanjutan memiliki tiga dimensi. Ada psikologis ditandai kebebasan menentukan cara belajar, sosial ditandai keaktifan berinteraksi dalam forum atau diskusi ilmiah dan pedagogis ditandai kemampuan menilai kemajuan belajarnya sendiri. Ketiga indikator ini muncul berurutan dan tepat dalam opsi jawaban ini. Untuk opsi A tergantung kepada fasilitator bertentangan dengan esensi belajar mandiri yang justru menuntut kemandirian. Opsi B mengisolasi diri secara fisik. Ini keliru menggambarkan dimensi sosial karena belajar mandiri tetap butuh interaksi sosial aktif. Opsi D meminta umpan balik dari fasilitator masih tergantung masih terlalu bergantung pada arahan luar bukan mencerminkan kemandirian penuh.
54. Soal selanjutnya, ,seorang guru dapat mendefinisikan istilah dan pertimbangan definisi dalam tiga dimensi serta mengidentifikasi asumsi. Hal tersebut tergolong kemampuan berpikir kritis dalam hal A membangun keterampilan dasar. B. menyimpulkan. C. Memberikan penjelasan secara sederhana. D. Memberikan penjelasan lanjut. Opsi jawaban yang tepat ialah A. Membangun keterampilan dasar. Mendefinisikan istilah dan mengidentifikasi asumsi adalah kemampuan berpikir kritis tahap dasar sebelum masuk ke penjelasan lanjut atau kesimpulan.
Dalam teksonomi berpikir kritis, kemampuan mendefinisikan istilah dan mengidentifikasi asumsi termasuk tahap membangun keterampilan dasar atau basic support, yakni pondasi awal sebelum siswa mampu memberikan penjelasan lanjut atau menyimpulkan secara kompleks. Untuk opsi B, menyimpulkan ini tahap lebih lanjut yang melibatkan penarikan kesimpulan bukan sekedar mendefinisikan istilah. Opsi C memberikan penjelasan sederhana. Ini tahap awal yang lebih ke identifikasi fokus masalah. Berbeda dengan mendefinisikan istilah dalam tiga dimensi. Opsi D memberikan penjelasan lanjut. Ini tahap lebih kompleks yang melibatkan penilaian mendalam bukan sekedar aktivitas dasar pada soal.
55. Soal selanjutnya, salah satu tujuan dari rancangan pembelajaran di abad 21 yang diharapkan dapat disusun oleh seorang guru adalah A. mengembangkan potensi siswa melalui pemanfaatan teknologi berbasis komputer dan media online. B. Optimalisasi media berbasis online. C. Mengembangkan kreativitas dan inovasi siswa. D. Mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Jawaban yang tepat ialah A. Mengembangkan potensi siswa melalui pemanfaatan teknologi berbasis komputer dan media online.
Kita bahas soal mencari tujuan rancangan pembelajaran abad 21 yang paling menyeluruh. Menggambungkan pengembangan potensi siswa dan pemanfaatan teknologi sekaligus. Rancangan pembelajaran abad 21 idealnya dirancang untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal dengan memanfaatkan teknologi berbasis komputer dan media online sebagai sarana pendukung sesuai tuntutan kompetensi digital di era ini. Untuk opsi B, optimalisasi media online saja. Ini hanya menyoroti aspek teknis medianya tanpa menyebut tujuan pengembangan potensi siswa secara eksplisit. Untuk opsi C, mengembangkan kreativitas dan inovasi siswa ini benar, tapi tidak menyebutkan aspek pemanfaatan teknologi yang jadi ciri khas abad 21. Opsi D mencapai hasil belajar optimal. Ini tujuan pembelajaran umum di semua era, tidak spesifik mencerminkan ciri khas abad 21.
56. Soal selanjutnya. Karakteristik siswa abad 21 harus memiliki keterampilan 4C, yaitu A. Communication, creativity, creation, critical thinking, B. Communication, collection, critical thinking, creativity, C. Collaboration, communication, creation, critical thinking. D. Communication, collaboration, critical thinking and problem solving, creativity and innovation. Jawaban yang tepat ialah YS D. Communication, collaboration, critical thinking, and problem solving, creativity and innovation.
Kata kuncinya, keterampilan 4C merujuk pada singkatan baku yang terdiri dari empat istilah spesifik yang sudah disepakati secara internasional. Keterampilan 4C yang menjadi ciri khas abad 21 terdiri dari communication atau komunikasi, collaboration atau kolaborasi, critical thinking and problem solving, yaitu berpikir kritis dan pemecahan masalah serta creativity and innovation atau kreativitas dan inovasi. Keempat istilah inilah yang tepat dan lengkap sesuai definisi baku 4C. Untuk opsi A menyebut creation bukan collaboration. Istilah ini keliru karena unsur 4C yang benar adalah kolaborasi bukan penciptaan. Opsi B menyebut collection. Istilah ini sama sekali bukan bagian dari 4C yang baku. Opsi C tidak menyebut communication secara lengkap dan malah menyebut creation. Kombinasi ini tidak sesuai definisi baku 4C.
57. Soal selanjutnya, alasan utama mengapa pembelajaran abad 21 sebaiknya lebih berorientasi kepada pengembangan keterampilan belajar daripada mengajarkan pengetahuan adalah a. Pengetahuan faktual sudah usang dan tidak relevan dengan era abad 21. B. Perkembangan teknologi memungkinkan seluruh pengetahuan dipelajari. C. Tuntutan SDM masa depan yang memiliki kemampuan belajar mandiri. D. Abad 21 adalah era disrupsi di mana peran guru akan segera hilang. Asi jawaban yang tepat ialah C. Tuntutan SDM masa depan yang memiliki kemampuan belajar mandiri.
Kata kuncinya alasan utama. Jawabannya harus menjelaskan kebutuhan jangka panjang secara wajar bukan klaim yang berlebihan. Alasan utama pembelajaran abad 21 lebih menekankan keterampilan belajar dibanding sekedar pengetahuan faktual. Pengetahuan faktual adalah karena tuntutan dunia kerja dan kehidupan masa depan menuntut sumber daya manusia yang mampu belajar secara mandiri dan berkelanjutan. Mengingat pengetahuan terus berkembang besar dan tidak cukup hanya dihafal sekali di bangku sekolah.
Untuk opsi A, pengetahuan faktual sudah usang. Klaim ini berlebihan. Pengetahuan faktual tetap penting, hanya saja keterampilan belajar mandiri jadi lebih krusial. Opsi B. Teknologi memungkinkan semua pengetahuan dipelajari. Ini terlalu optimis dan tidak menjelaskan alasan keterampilan belajar lebih diutamakan. Opsi D. Peran guru akan segera hilang. Pernyataan ini berlebihan dan tidak relevan sebagai alasan utama orientasi pembelajaran abad 21.
58. Soal selanjutnya. Upaya guru dalam memberi kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan pengalaman belajar yang telah dialami yang paling optimal adalah dengan cara A. Guru memberikan tes atau pekerjaan rumah setiap akhir pelajaran. B. Guru menggunakan pertanyaan terarah maupun pertanyaan bersifat penelurusunan saat pembelajaran berlangsung. C. Guru mewawancarai tiap siswa tentang capaian atau masalah belajar yang dihadapi siswa dalam belajar. D. Guru menugaskan siswa untuk menuliskan kesulitan siswa dalam belajar. Opsi jawaban yang tepat ialah B. Guru menggunakan pertanyaan terarah maupun pertanyaan bersifat penelusuran saat pembelajaran berlangsung. Kata kunci paling optimal dan merefleksikan pengalaman belajar. mencari cara refleksi paling efektif yang berlangsung secara real time.
Cara paling optimal untuk membantu siswa merefleksikan pengalaman belajarnya adalah dengan menggunakan pertanyaan terarah atau pertanyaan penelusuran yang diajukan langsung saat pembelajaran berlangsung sehingga siswa bisa langsung memikirkan dan mengaitkan pemahaman secara real time. Untuk opsi A, tes atau PR di akhir pelajaran ini menilai hasil belajar, bukan sarana refleksi langsung tentang pengalaman belajar. Opsi C, mewawancarai tiap siswa ini memakan waktu, terlalu banyak dan kurang praktis dibanding pertanyaan terarah saat pembelajaran berlangsung. Opsi D menugaskan penulisan kesulitan. Bisa jadi salah satu cara, tapi kurang optimal dibanding interaksi langsung lewat pertanyaan penelusuran.
59. Soal selanjutnya, berikut ini merupakan keterampilan global guru abad 21 kecuali A. Ahli menyusun perangkat pembelajaran, B. Keterampilan berpikir kritis dan kemampuan menyelesaikan masalah. C. Komunikasi dan kolaborasi, literasi, media informasi, komunikasi dan teknologi. D. Kreativitas dan inovasi. Jawaban yang tepat ialah A. Ahli menyusun perangkat pembelajaran. Perhatikan kata kecuali. Soal ini mencari opsi yang bukan bagian dari keterampilan global guru abad 21.
Keterampilan global guru abad 21 yang umum dirujuk meliputi berpikir kritis dan pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi, literasi media informasi teknologi, serta kreativitas dan inovasi ahli. menyusun perangkat pembelajaran adalah kompetensi teknis administratif guru sehari-hari, namun bukan termasuk kerangka keterampilan global abad 21 yang lebih menekankan pada keterampilan berpikir dan literasi digital secara luas. Untuk opsi B, berpikir kritis dan pemecahan masalah ini justru salah satu pilar utama keterampilan global guru abad 21. Opsi C, komunikasi, kolaborasi, literasi media, dan teknologi. Ini justru pilar utama keterampilan global abad 21. Opsi D, kreativitas dan inovasi ini juga bagian dari kerangka keterampilan global abad 21.
60. Soal selanjutnya, pernyataan yang tepat tentang RPP adalah A. RPP merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. B. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar atau KD. C. Penyusunan RPP dilakukan oleh setiap pendidik pada satuan pendidikan setiap pergantian kurikulum. D. Pernyataan A dan Benar. E. Pernyataan A, B, dan C benar. Opsi jawaban yang tepat yaitu ya, D. Pernyataan A dan Benar. Soal ini meminta menilai kebenaran gabungan beberapa pernyataan tentang RPP sekaligus.
Pernyataan A. RPP adalah rencana pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Dan pernyataan B, RPP dikembangkan dari silabus untuk mencapai KD. Keduanya benar dan saling melengkapi sebagai definisi RPP yang akurat. Sementara pernyataan C RP disusun ulang setiap pergantian kurikulum. tidak selalu benar karena penyusunan RPP idealnya dilakukan sesuai kebutuhan pembelajaran rutin, bukan semata karena pergantian kurikulum. Untuk opsi A hanya menyebut pernyataan A saja kurang lengkap karena pernyataan B juga benar dan seharusnya turut diakui. Opsi B hanya menyebut pernyataan B saja juga kurang lengkap karena pernyataan A turut benar. Opsi C menyatakan RPP disusun setiap pergantian kurikulum. Generalisasi ini kurang tepat karena RPP semestinya disusun rutin sesuai kebutuhan pembelajaran. Opsi E menyatakan ketiga pernyataan A, B, dan C benar. Ini keliru karena pernyataan C tidak sepenuhnya akurat. RPP atau rencana pembelajaran tatap muka bisa lebih dari satu pertemuan yang dikembangkan dari silabus untuk mencapai KD. Pernyataan A dan B sama-sama benar.
Demikian pembahasan soal AKGTK kali ini. Semoga bermanfaat dan membantu Bapak Ibu dalam mempersiapkan diri menghadapi asesmen. Jangan lupa untuk di-like dan i-subscribe agar tidak ketinggalan video-video berikutnya. Terima kasih sudah menonton. Semoga sukses dan dimudahkan dalam menghadapi AKGtk tahun ini. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar