Minggu, 13 September 2020

Keragaman Sosial Budaya Bangsa Indonesia

Keragaman bangsa Indonesia dapat dibentuk oleh banyaknya jumlah suku bangsa yang tersebar di wilayah Indonesia. Keragaman yang ada pada masyarakat bisa menjadi kekayaan bangsa Indonesia dan potensi bangsa. 

Namun, keragaman juga bisa menjadi tantangan karena setiap orang yang memiliki perbedaan-perbedaan cara pandang. Sebagai warga Indonesia yang baik, kita harus berusaha untuk mewujudkan kerukunan dan saling menghormati keragaman sosial budaya yang ada di Indonesia.

Beberapa keragaman sosial budaya yang ada di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1. Keragaman Suku Bangsa
Keragaman Suku Bangsa di Indonesia | laksmibudirinjani

Suku bangsa adalah golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosial lainnya karena memiliki ciri paling mendasar dan umum yang berkaitan dengan asal usul dan tempat asal serta kebudayaannya. Ciri suku bangsa, antara lain bersifat tertutup dari kelompok lain, . memiliki nilai-nilai dasaryang tercermin dalam kebudayaan, memiliki komunikasi dan interaksi. Suku bangsa yang ada di Indonesia, seperti suku Jawa (Pulau Jawa), Batak dan Nias (Sumatra Utara), Minangkabau (Sumatra Barat), dan Sunda (Jawa Barat).

2. Keragaman Bahasa
Keistimewaan Dialek dan Logat Daerah dalam Bahasa Indonesia

Bahasa merupakan alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan. Fungsi bahasa secara umum adalah alat berekspresi, komunikasi, dan adaptasi sosial. Contoh keragaman bahasa yang terdapat di Indonesia, antara lain bahasa Aceh (Aceh), Minangkabau (Sumatra Barat), Betawi (DKI Jakarta), dan Jawa (Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI. Yogyakarta).

3. Keragaman Rumah Adat
KERAGAMAN SUKU INDONESIA: RUMAH ADAT TRADISIONAL INDONESIA

Setiap suku di Indonesia memiliki rumah adat yang berbeda dengan suku yang lainnya. Seperti rumah adat Gadang (Sumatra Barat), Lamin (Kalimantan Timur), Tongkonan (Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat), Natar (Bali), Panggung (Jambi), dan Honai (Papua).

4.  Keragaman Pakaian Tradisional
34 Nama Rumah Adat ,Pakaian,Tarian Adat dan Senjata Tradisional di Provinsi  Indonesia Lengkap – Pelajaran Sekolah Online

Pakaian tradisional atau pakaian adat dipakai pada acara khusus. Contoh pakaian adat antara lain baju surjan dan blangkon (Yogyakarta), ulos dan sabe-sabe (Sumatra Utara).

Senin, 07 September 2020

Sistem Pencernaan pada Hewan Memamah Biak

Hewan pemamah biak disebut juga hewan ruminansia. Alat-alat pencernaan hewan ruminansia terdiri atas mulut, esofagus, rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut buku), abomasum (perut sebenarnya), usus halus, kolon, rektum, dan anus. Susunan gigi pada hewan berbeda dengan susunan gigi pada manusia. Hewan ruminansia hanya memiliki gigi seri dan geraham. Sistem pencernaan hewan ruminansia dikategorikan sebagai salah satu sistem pencernaan hewan yang cukup unik. Berbeda dengan sistem pencernaan pada hewan karnivora dan omnivora, hewan-hewan ruminansia murni seperti sapi, kambing, kelinci, dan domba dapat mengunyah makanannya hingga dua fase.

Hewan ruminansia atau hewan memamah biak termasuk hewan yang unik. Mereka dapat mengunyah atau memamah makanannya yang berupa tumbuhan (rumput) melalui dua fase. Fase pertama makanan hanya dikunyah sebentar dan masih kasar. Makanan tersebut kemudian disimpan dalam rumen lambung. Selang beberapa waktu saat lambung sudah penuh, mereka kemudian mengeluarkan makanan yang dikunyahnya tadi untuk dikunyah kembali hingga teksturnya lebih halus. Setelah halus, makanan tersebut masuk ke dalam rumen lambung lagi.

Saluran Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia
Jenis makanannya hewan ruminansia berupa rumput atau tumbuh-tumbuhan yang tersusun atas selulosa yang sulit dicerna, hewan ruminansia memiliki saluran sistem pencernaan khusus. Organ-organ pada saluran sistem pencernaan hewan ruminansia telah beradaptasi sesuai dengan jenis makanan alaminya. Saluran pencernaan pada hewan ruminansia antara lain sebagai berikut.

1. Rongga Mulut (Cavum Oris)
Dalam rongga mulut hewan ruminansia, terdapat dua organ sistem pencernaan yang memiliki fungsi penting, yaitu gigi dan lidah. Gigi ruminansia berbeda dengan susunan gigi mamalia lain. Gigi seri (insisivus) memiliki bentuk yang sesuai untuk menjepit makanan berupa rumput, gigi taring (caninus) tidak berkembang sama sekali, sedangkan gigi geraham belakang (molare) memiliki bentuk datar dan lebar. Pada rongga mulut hewan memamah biak juga terdapat lidah untuk membantu mengatur letak makanan dan menelan. Selain itu, lidah juga berguna untuk merenggut makanannya.
kepala sapi
GAMBAR KEPALA SAPI 


Gigi seri hanya terdapat pada rahang bawah. Gerakan rahang yang terlihat ke kiri dan ke kanan adalah gerakan menggilas makanan. Bentuk geraham lebar, datar pada permukaan, dan kuat. Di antara gigi seri dan geraham terdapat ruang yang tidak ditumbuhi gigi. Ruang itu disebut diasterna. Melalui diasterna inilah sapi, kerbau, atau kambing menjulurkan lidahnya merenggut rumput. Makanan tersebut tidak dikunyah, tetapi langsung ditelan masuk ke perut (perut besar).

2. Kerongkongan (Esofagus)
Esofagus atau kerongkongan merupakan saluran organ penghubung antara rongga mulut dan lambung. Pada saluran ini, makanan tidak mengalami proses pencernaan. Makanan hanya sekedar lewat sebelum kemudian digerus di dalam lambung. Esofagus pada hewan ruminansia umumnya berukuran sangat pendek yaitu sekitar 5 cm, namun lebarnya mampu membesar (berdilatasi) untuk menyesuaikan ukuran dan tekstur makanannya.

3. Lambung
Setelah melalui esofagus, makanan akan masuk ke dalam lambung. Lambung pada hewan ruminansia selain berperan dalam proses pembusukan dan peragian, juga berguna sebagai tempat penyimpanan sementara makanan yang akan dikunyah kembali. Ruangan lambung ruminansia dibedakan menjadi empat, yaitu perut besar (rumen), perut jala (retikulum), perut buku (omasum), dan perut masam (abomasum).

a. Rumen (Perut Besar)
Mula-mula makanan yang melalui kerongkongan akan masuk ke dalam rumen. Makanan ini secara alami telah bercampur dengan air ludah.  Rumen berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara bagi makanan yang telah ditelan. Setelah rumen terisi cukup makanan, sapi akan beristirahat sambil mengunyah kembali makanan yang dikeluarkan dari rumen ini.

b. Retikulum (Perut Jala)
Dari perut besar makanan diteruskan ke perut jala (retikulum). Perut besar, jala dan buku sebenarnya merupakan modifikasi kerongkongan (esofagus), sedangkan yang dimaksud dengan perut yang sebenarnya adalah perut masam (abomasum). Makanan yang masuk ke dalam retikulum akan diaduk-aduk dan dicampur dengan enzim-enzim tersebut hingga menjadi gumpalan-gumpalan kasar (bolus). Pengadukan ini dilakukan dengan bantuan kontraksi otot dinding retikulum. Gumpalan makanan ini kemudian didorong kembali ke rongga mulut untuk dimamah kedua kalinya dan dikunyah hingga lebih sempurna. Karena mengunyah makanan dua kali, ruminansia disebut hewan memamah biak. Proses ini biasa berlangsung pada saat hewan sedang beristirahat.


sapi
c. Omasum (Perut Buku)
Setelah gumpalan makanan yang dikunyah lagi itu ditelan kembali, mereka akan masuk ke omasum melewati rumen dan retikulum. Di dalam omasum, kelenjar enzim akan membantu penghalusan makanan secara kimiawi. Kadar air dari gumpalan makanan juga dikurangi melalui proses absorpsi air yang dilakukan oleh dinding omasum. Pada bagian perut ini bakteri akan mati dan dicerna sebagai protein ruminansia.

sapi

d. Abomasum (Perut Masam)
Abomasum adalah perut yang sebenarnya karena di organ inilah sistem pencernaan hewan ruminansia secara kimiawi bekerja dengan bantuan enzim-enzim pencernaan. Di dalam abomasum, gumpalan makanan dicerna melalui bantuan enzim dan asam klorida. Enzim yang dikeluarkan oleh dinding abomasum sama dengan yang terdapat pada lambung mamalia lain, sedangkan asam klorida (HCl) selain membantu dalam pengaktifan enzim pepsinogen yang dikeluarkan dinding abomasum, juga berperan sebagai desinfektan bagi bakteri jahat yang masuk bersama dengan makanan.

Dalam perut abomasum terjadi fermentasi selulosa dengan bantuan bakteri. Hasil fermentasinya berupa asam laktat, asam lemak, asam asetat, vitamin, dan gas. Hasil fermentasi tersebut sebagian diserap, sebagian gas diabsorpsi, kemudian dikeluarkan melalui paru-paru, dan ada pula yang dikeluarkan pada saat sendawa melalui perut.

4. Usus Halus dan Anus
Hasil pencernaan dari abomasum masuk ke dalam usus dua belas jari dan masuk ke dalam usus halus. Di dalam usus halus terjadi penyerapan hasil pencernaan. Sisa makanan yang tidak diserap masuk ke usus besar, mengalami penyerapan air, dan pembusukan menjadi feses. Feses terkumpul di dalam rektum dan selanjutnya dikeluarkan melalui anus. Pada kuda dan kelinci proses pencernaan makanan juga terjadi simbiosis dengan bakteri di dalam usus buntu. Bakteri ini membantu mencernakan selulosa.

Iklan Layanan Masyarakat (ILM)

Iklan layanan masyarakat (ILM) adalah iklan yang menyajikan pesan-pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum.

Iklan layanan masyarakat dapat dikampanyekan oleh organisasi profit atau non profit dengan tujuan sosial ekonomis yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kriteria
Menurut dewan periklanan di Amerika Serikat yang mensponsori ILM ada beberapa kriteria yang digunakan untuk menentukan sebuah iklan tertentu merupakan iklan layanan masyarakat atau bukan.

1. Tidak komersial (contoh: iklan pemakaian helm dalam berkendara)
2. Tidak bersifat keagamaan.
3. Tidak bersifat politis.
4. Berwawasan nasional
5. Diperuntukkan untuk semua lapisan masyarakat.
6. Diajukan oleh organisasi yang telah diakui dan diterima.
7. Dapat diiklankan.
8. Mempunyai dampak dan kepentingan tinggi sehingga patut memperoleh dukungan media lokal maupun nasional.

Di Indonesia tidak ada organisasi khusus yang dibentuk untuk menangani ILM. Pada umumnya ILM dibuat secara sendiri-sendiri oleh biro iklan yang bekerja sama dengan media dan pengiklan. Hal ini mengakibatkan kurangnya komitmen dan sinergi dalam merumuskan iklan, biaya, serta pesan yang ingin disampaikan sehingga ILM tidak dilakukan secara rutin. Selain itu ILM juga dikenakan pajak iklan, walalupun ruang dan waktunya disumbangkan oleh media.

Contoh-contoh iklan layanan masyarakat

Pengertian Iklan Layanan Masyarakat, Fungsi Dan Tujuannya

Pengertian Dan Fungsi Iklan Layanan Masyarakat - Pranata Printing

⚠️ [Iklan Layanan Masyarakat]❗ . Semalam... - Pusat Informasi & Pelayanan  PKS di Korea Selatan | Facebook

contoh iklan layanan masyarakat adalah - Brainly.co.id

Pentingnya Iklan Layanan Masyarakat | Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

7 Ciri Ciri Iklan Layanan Masyarakat

Contoh Iklan Layanan Masyarakat Berkualitas

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo: Iklan Layanan Kesehatan Masyarakat - DM1

Poster Iklan Layanan Masyarakat Bahasa Sunda dan Gambarnya

IKLAN LAYANAN MASYARAKAT BUANG SAMPAH | KINOV RADIO

Boleh Dicontek Loh! 5 Spanduk Iklan layanan masyarakat ini!

Marhaban Ya Ramadhan. Selamat menunaikan... - Iklan Layanan Masyarakat  Tertib Lalu lintas | Facebook

Keep Brotherhood Biker Solidarity: Iklan Layanan Masyarakat

Dinas Kesehatan Aceh | Sukseskan Kampanye MR, Dinkes Aceh Luncurkan ILM  Campak dan Rubella

Minggu, 06 September 2020

Faktor Keragaman Suku Bangsa di Indonesia



Indonesia adalah negara yang besar. Indonesia terdiri atas 34 provinsi dengan ribuan pulau yang ada di dalamnya. Luas dan besarnya wilayah Indonesia berpengaruh terhadap banyaknya keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Keragaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang memiliki banyak perbedaan dalam berbagai bidang di Indonesia. Perbedaan tersebut terutama dalam hal suku bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi politik, sosial-budaya, dan ekonomi. Keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa.

Keragaman masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor alam, diri sendiri, dan masyarakat. Beberapa faktor penyebab keragaman sósial budaya yang terjadi pada masyarakat Indonesia, seperti perbedaan ras, lingkungan geografis, latar belakang sejarah, perkembangan daerah, perbedaan agama atau kepercayaan, dan kemampuan beradaptasi.

Secara umum keragaman masyarakat Indonesia disebabkan oleh faktor-faktor berikut.1. Letak strategis wilayah IndonesiaCoba kalian amati letak geografis Indonesia dalam peta dunia. Letak Indonesia yang strategis, yaitu di antara dua Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dua benua, yaitu Asia dan Australia mengakibatkan wilayah Indonesia menjadi jalur perdagangan internasional. 

Lalu lintas perdagangan tidak hanya membawa komoditas dagang, tetapi juga kebudayaan yang telah memengaruhi kebudayaan Indonesia. Kedatangan bangsa asing yang berbeda ras, kemudian menetap di Indonesia mengakibatkan perbedaan ras. Juga agama dan kepercayaan mereka.

2. Kondisi negara kepulauanNegara Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau yang secara fisik terpisah-pisah. Keadaan ini menghambat hubungan antarmasyarakat Indonesia dari pulau yang berbeda-beda. Setiap masyarakat di kepulauan mengembangkan budaya mereka masing-masing, sesuai dengan tingkat kemajuan dan lingkungan masing-masing. Hal ini mengakibatkan perbedaan suku bangsa, bahasa, budaya, peran laki-laki dan perempuan, dan kepercayaan atau agama di Indonesia.

3. Perbedaan kondisi alamKondisi alam yang berbeda seperti daerah pantai, pegunungan, daerah subur, padangrumput, pegunungan, dataran rendah, rawa, laut mengakibatkan perbedaan masyarakat. Juga kondisi kekayaan alam, tanaman yang dapat tumbuh, dan hewan yang hidup di sekitarnya. Masyarakat di daerah pantai berbeda dengan masyarakat pegunungan, seperti perbedaan bentuk rumah, mata pencaharian, makanan pokok, pakaian, kesenian, bahkan kepercayaan.

4. Keadaan transportasi dan komunikasiKemajuan sarana transportasi dan komunikasi juga memengaruhi perbedaan masyarakat Indonesia. Keberadaan sarana ini mempermudah masyarakat di satu tempat berhubungan dengan masyarakat di tempat lain yang berjauhan. Sebaliknya, sarana yang terbatas juga menjadi penyebab keragaman masyarakat Indonesia.

5. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan Sikap masyarakat terhadap sesuatu yang baru baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat membawa pengaruh terhadap perbedaan masyarakat Indonesia. Ada masyarakat yang mudah menerima orang asing atau budaya lain, seperti masyarakat perkotaan. Namun, ada juga sebagian masyarakat yang tetap bertahan pada budaya sendiri, tidak mau menerima budaya luar.

Keanekaragaman Suku dan Budaya Bangsa

Belajar...Belajar... dan Belajar: Nama-nama Suku Bangsa di Indonesia

Sejak zaman dahulu bangsa lIndonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini tercermin dari semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Kemajemukan itu tergambar dalam keragaman sosial budaya masyarakat Indonesia yang meliputi keragaman suku bangsa, keragaman budaya, keragaman agama, keragaman ras, dan keragaman bahasa.

Keragaman suku bangsa adalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. Orang-orang yang tergolong dalam satu suku bangsa tertentu, pasti memiliki kesadaran dan identitas diri terhadap kebudayaan suku bangsanya, misalnya dalam penggunaan bahasa daerah serta mencintai kesenian dan adat istiadat. 

Suku bangsa adalah bagian dari suatu bangsa. Suku bangsa mempunyai ciri-ciri mendasar tertentu. Ciri-ciri itu biasanya berkaitan dengan asal-usul dan kebudayaan, seperti ciri fisik, bahasa, adat istiadat, dan kesenian yang sama. Keragaman suku bangsa di Indonesia, antara lain disebabkan oleh hal-hal berikut.1. Perbedaan ras asal.2. Perbedaan lingkungan geografis.3. Perbedaan latar belakang sejarah.4. Perkembangan daerah.5.Perbedaan agama atau kepercayaan.6. Kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri.


Secara sederhana, suku bangsa adalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. 

Suku bangsa di Indonesia ratusan jumlahnya. Perhatikan contoh keragaman suku bangsa yang ada di Indonesia berikut!
Suku bangsa atau etnik adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasi dirinya dengan sesama.

Indonesia memiliki penduduk berjumlah 260 juta yang terdiri dari 714 suku dan tinggal menetap di 17 ribu lebih pulau dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote. Ada beberapa suku bangsa di Indonesia dengan jumlah anggota terbanyak, yakni:

1. Suku Jawa
Sejarah Asal Usul Suku Jawa di Indonesia - Kumpulan Info Unik
Suku Jawa menjadi suku yang terbesar di Indonesia dan Pulau Jawa. Paling banyak di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sana orang Jawa hidup dengan kearifan lokal dan kesakralan adat budayanya. Di Suku Jawa ada sekitar 95.215.022 anggota atau 40,22 persen dari total penduduk Indonesia. 

2. Suku Batak
Melanggar Perkawinan Suku Batak, Kerbau Harus Dipotong
Suku Batak merupakan kelompok kolektif yang terdiri dari beberapa suku yang berasal dari wilayah Sumatera Utara. Di sana ada beberapa bagian dari Suku Batak, seperti Suku Batak Toba, Batak Pakpa, Batak Mandailing, dan Batak Karo. Jumlah anggota Suku Batak sekitar 8.466.969 orang atau 3,58 persen dari total penduduk Indonesia. 

3. Suku Dayak
Mangkok Merah, panggilan perang maut Suku Dayak - Viral & Trending
Suku Dayak adalah salah satu suku yang banyak mendiami Pulau Kalimantan. Di sana masih kental dengan adat istiadat. Mulai dari kesenian, ritual atau kebudayaannya.  Anggota Suku Dayak mencapai sekitar 3.009.494 atau 1,27 persen dari total penduduk Indonesia. 

4. Suku Asmat
Sejarah Suku Asmat, Rumah Adat, Bahasa, Kebudayaan & Pakaian
Suku Asmat merupakan suku terbesar di Papua. Suku Asmat memiliki kearifan lokal yang luar biasa, karena sangat menghormati alam dan kehidupan para pendahulunya. Populasi Suku Asmat terbagi dalam dua bagian, yakni masyarakat yang tinggal di pesisir pantai dan tinggal di pedalaman. Cara hidup, dialek, dan struktur sosial di kedua bagian tersebut berbeda.

5. Suku Minahasa
KIG 169|TENGKORAK MONYET JADI KALUNG! SUKU MINAHASA - YouTube
Suku Minahasa adalah salah satu suku yang terbesar di Pulau Sulawesi. Suku ini keberadaannya sudah cukup lama. Anggota Suku Minahasa sekitar 1.237.177 orang atau 0,52 persen dari total penduduk Indonesia.  Baca juga: Pengelolaan Hutan yang Bermanfaat bagi Suku Anak Dalam di Jambi

6. Suku Melayu
Suku Melayu Diharapkan Berkarya & Berjaya – MedanMerdeka.com
Suku Melayu merupakan sebuah kelompok etnik dari orang-orang Austranesia khususnya yang menghuni Semenanjung Malaya. Penduduk suku ini tersebar hingga ke luar Sumatera dengan mengikuti perkembangan Kerajaan Sriwijaya.  Jumlah Suku Melayu sekitar 5.365.399 orang atau 2,27 persen dari total penduduk Indonesia.

7. Suku Sunda
Mengenal Suku Sunda - Pesona Nusantara
Suku Sunda merupakan kelompok etnis yang berasal dari barat pulau Jawa tepatnya di Provinsi Jawa Barat. Mereka juga tersebar di wilayah lain, seperti Banten, Jakarta dan wilayah barat di Provinsi Jawa Tengah. Anggota Suku Sunda cukup banyak, mencapai 39.701.670 orang atau 15,5 persen dari total penduduk Indonesia.

8. Suku Madura
Kenapa Orang Madura Banyak Dibenci? Ternyata Ini Alasannya
Anggota Suku Madura sekitar 7.179.356 orang atau 3,03 persen sesuai hasil sensus 2010.  Suku Madura berada di Provinsi Jawa Timur tepatnya di Pulau Madura dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Mereka adalah salah satu etnis terbesar di Indonesia.  Orang Suku Madura dikenal dengan bahasa yang blak-blakan. Selain itu orangnya dikenal disiplin, hemat dan rajin bekerja.

9. Suku Betawi
Suku Betawi : Sejarah, Kebudayaan dan Adat Istiadat [Lengkap] | RomaDecade
Suku Betawi mayoritas anggotanya tinggal di Pulau Jawa tepatnya di DKI Jakarta. Mereka adalah keturunan penduduk yang bermukim di Batavia sejak abad ke-17. Jumlah anggotanya cukup banyak sekitar 6.807.968 orang atau 2,88 persen dari total penduduk Indonesia.

10. Suku Bugis
7 Aturan tentang Makan ala Suku Bugis Halaman 1 - Kompasiana.com
Anggota Suku Bugis mencapai 6.359.700 orang atau 2,69 persen dari total penduduk Indonesia. Mereka adalah kelompok etnis yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Sumber tulisan disini