Selasa, 25 November 2014

Panduan Teknik Penilaian di SD Kurikulum 2013

Panduan Teknik Penilaian di SD Kurikulum 2013

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIDKAN DASAR
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
TAHUN 2013





A.     Pengertian Penilaian di SD

Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester yang diuraikan sebagai berikut.
1.    Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, keterampilan mulai dari masukan (input), proses, sampai keluaran (output) pembelajaran. Penilaian otentik bersifat alami, apa adanya, tidak dalam suasana tertekan.
2.      Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.
3.      Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas dalam kurun waktu tertentu.
4.      Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik.
5.      Ulangan harian merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik.
6.      Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran.
7.      Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.
Penilaian dilakukan secara holistik meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan untuk setiap jenjang pendidikan, baik selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) maupun setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil belajar). Pada jenjang pendidikan dasar, proporsi pembinaan karakter lebih diutamakan dari pada proporsi pembinaan akademik.

B.     Karakteristik Penilaian Kelas

Penilaian Kelas dalam  Kurikulum 2013 memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Belajar Tuntas
Asumsi yang digunakan dalam belajar tuntas adalah peserta didik dapat mencapai kompetensi yang ditentukan, asalkan peserta didik mendapat bantuan yang tepat dan diberi waktu sesuai dengan yang dibutuhkan. Peserta didik yang belajar lambat perlu diberi waktu lebih lama untuk materi yang sama, dibandingkan peserta didik pada umumnya.
 Untuk kompetensi pada kategori pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4), peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan atau kompetensi berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik.

  1. Otentik
Memandang penilaian dan pembelajaran adalah merupakan dua hal yang saling berkaitan. Penilaian otentik harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah. Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
Berikut contoh-contoh tugas autentik:
Pemecahan masalah matematika
Melaksanakan percobaan
Bercerita
Menulis laporan
Berpidato
Membaca puisi
Membuat peta perjalanan

  1. Berkesinambungan
Penilaian berkesinambungan dimaksudkan sebagai penilaian yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan selama pembelajaran berlangsung. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh  mengenai perkembangan hasil belajar peserta didik, memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk penilaian proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas). 

  1. Menggunakan  teknik penilaian yang bervariasi
Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan,  produk, portofolio, unjuk kerja, projek, pengamatan, dan penilaian diri.

  1. Berdasarkan acuan kriteria
Penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan  terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan belajar minimal (KKM), yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing dengan mempertimbangkan karakteristik kompetensi dasar yang akan dicapai, daya dukung (sarana dan guru), dan karakteristik peserta didik.

KKM diperlukan agar guru mengetahui kompetensi yang sudah dan belum dikuasai secara tuntas. Guru mengetahui sedini mungkin kesulitan peserta didik, sehingga pencapaian kompetensi yang kurang optimal dapat segera diperbaiki. Bila kesulitan dapat terdeteksi sedini mungkin, peserta didik tidak sempat merasa frustasi, kehilangan motivasi, dan sebaliknya peserta didik merasa mendapat perhatian yang optimal dan bantuan yang berharga dalam proses pembelajarannya.


Ketuntasan belajar ditentukan seperti pada tabel berikut:
 
Predikat
Nilai Kompetensi
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
A
4     
4
SB
A-
3.66 
3.66
B+
3.33
3.33
B
B
3
3
B-
2.66
2.66
C+
2.33
2.33
C
C
2
2
C-
1.66
1.66
D+
1.33
1.33
K
D
1
1
 

Keterangan:
SB  = Sangat Baik                             
B    =  Baik                             
C    = Cukup              
K    = Kurang

Kriteria ketuntasan belajar minimal untuk kompetensi pada kategori KI-3 dan  KI-4 adalah  B- (2.66). Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, ketuntasan seorang peserta didik dilakukan dengan memperhatikan aspek sikap pada KI-1 dan KI-2 untuk seluruh matapelajaran, yakni jika profil sikap peserta didik secara umum berada pada kategori baik (B) menurut standar yang ditetapkan satuan pendidikan yang bersangkutan.

Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, seorang peserta didik dinyatakan belum tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai < 2.66 dari hasil tes formatif. Seorang peserta didik dinyatakan sudah tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai ≥ 2.66 dari hasil tes formatif. Bagi peserta didik yang belum tuntas untuk kompetensi tertentu harus mengikuti pembelajaran remedial, sedangkan bagi yang sudah tuntas boleh mempelajari kompetensi berikutnya.
Untuk mengetahui apakah peserta didik sudah atau belum tuntas menguasai suatu kompetensi dapat melihat posisi nilai yang diperoleh berdasarkan tabel konversi nilai berikut.

Tabel konversi nilai



Konversi nilai akhir
Predikat
(Pengetahuan dan Keterampilan)
Sikap
Skala 100
Skala 4
86 -100
4     
A
SB
81- 85
3.66 
A-
76 – 80
3.33
B+
B
71-75
3.00
B
66-70
2.66
B-
61-65
2.33
C+
C
56-60
2
C
51-55
1.66
C-
46-50
1.33
D+
K
0-45
1
D


Apabila peserta didik memperoleh nilai antara 66 sd. 70, dia ada pada posisi predikat B- untuk kategori pengetahuan atau keterampilan. Artinya, peserta didik tersebut sudah mencapai ketuntasan dalam menguasai kompetensi tertentu.   

A.     Teknik Penilaian di SD

Penilaian di SD dilakukan dalam berbagai teknik untuk semua kompetensi dasar yang dikategorikan dalam tiga aspek, yaitu  sikap, pengetahuan, dan  keterampilan .   

  1. Sikap
Aspek  Sikap dapat dinilai dengan cara berikut:
a.      Observasi 
Merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Hal ini dilakukan saat pembelajaran maupun diluar pembelajaran
     Contoh Observasi
Lembar Pengamatan Sikap


No
Nama Peserta didik
Perilaku yang diamati
Percaya Diri
Disiplin
Bekerjasama
Dsb…
1
Ahmad
4
2
3

2
Anis
2
3
1

 Keterangan:
Berilah kriteria Penilaian dengan angka dari 1 sampai 4 sebagai berikut:
4   : sangat baik
3   : Baik                                      
2      : sedang                                              
1      : kurang

b. Penilaian Diri
Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
    
     Contoh Penilaian diri
        Penilaian diri terhadap sikap



Aspek yang dinilai
Ya
Tidak
·         Mengikuti pembelajaran  dengan penuh perhatian
·         Mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
·         Mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami
·         Membuat catatan
·         Aktif dalam diskusi kelompok
·         Memberi tanggapan
·         Menyerahkan tugas tepat waktu
·         dll ……………………..




c. Penilaian Antarteman
Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik  untuk saling menilai terkait dengan sikap dan perilaku keseharian peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.

    Contoh Penilaian antar peserta didik



No
Nama
Perduli
Disiplin
Kebersihan
Jujur
DSB
1
Ahmad





2
Yenni





3
Nasrudin






Keterangan:
Format  bisa ditempel di suatu tempat, masing masing anak menuliskan angka 1 sampai 4 di setiap nama.
1 = kurang
1      = Cukup
2      = Baik
3      = Sangat Baik

 
d.      Jurnal
Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil observasi.
     Contoh penilaian Jurnal


                                                                                  Hari/tanggal :



Nama
Catatan pengamatan
Tindak lanjut
Aziz



Mutiara



Yenni



dst…




Penilaian sikap meliputi sikap spiritual dan sikap sosial
Sikap spiritual yang diamati meliputi :
·         Ketaatan beribadah
·         Perilaku syukur
·         Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
·         Toleransi dalam beribadah

Contoh lembar penilaian sikap spiritual :
·         Tema                                      : ……
·         Sikap yang diamati                 : Ketaatan beribadah





No
Nama siswa
Sumber penilaian
Skala- predikat
Observasi
Penilaian diri
Antar- teman
Jurnal
1
Egalita
4
3
2

3



3



3
4


3 (B)
2
Panji
2
2
3

3



2



2
2


2 (C)

Keterangan:
·         Kolom pada skala / predikat diperoleh dari kecenderungan perilaku yang muncul dari peserta didik
·          Format sikap spiritual dibuat setiap tema per aspek perilaku yang diamati (meliputi 4 sikap yaitu : ketaatan beribadah, perilaku syukur dan berdoa sebelum , sesudah melakukan kegiatan dan toleransi dalam beribadah)
·         Dalam format diatas pada tema…… sikap ketaatan beribadah dilakukan penilaian observasi sebanyak 3 kali, penilaian diri 1 kali, antar teman 1 kali dan jurnal 2 kali (frekuensi penilaian tergantung pada rancangan pembelajaran)
·         Setelah nilai sikap spiritual pada satu tema diperoleh, maka akan dituangkan dalam format rekap nilai sikap spiritual per semester. Skala akhir / predikat itu yang nanti akan digunakan untuk mengisi nilai aspek spiritual  di rapor (KI.1)
·         Deskripsi dalam rapor mengacu pada sikap spiritual yang paling menonjol.
Contoh nilai Panji:
o   Ananda sudah bisa menunjukkan perilaku syukur yang baik, dan masih memerlukan bimbingan dalam ketaatan beribadah, membiasakan berdoa dan bersikap toleransi dalam beribadah

Format rekap nilai sikap spiritual semester-1: 

No
Nama
Perilaku yang diamati
Skala akhir/ predikat
Ketaatan beribadah
Perilaku syukur
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
Toleransi dalam beribadah
1
Egalita
3
3
3
3
3 (B)
2
Panji
2
3
2
2
2 (C)

Rubrik penilaian sikap spiritual:


Kriteria
Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang
4
3
2
1
Ketaatan beribadah
Selalu taat beribadah
Sering taat dalam beribadah
Kadang-kadang taat beribadah
Tidak taat dalam beribadah
Perilaku syukur
Selalu menunjukkan rasa syukur
Sering menunjukkan rasa syukur
Kadang-kadang menunjukkan rasa syukur
Tidak bersyukur
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
Selalu melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
Sering berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
Kadang-kadang berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
Tidak berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
Toleransi dalam beribadah
Selalu menunjukkan sikap toleransi dalam beribadah
Sering menunjukkan sikap toleransi dalam beribadah
Kadang-kadang menunjukkan sikap toleransi dalam beribadah
Tidak menunjukkan sikap toleransi dalam beribadah


Sikap sosial yang diamati meliputi : 
·       Jujur
·       Disiplin
·       Tanggung jawab
·       Santun
·       Peduli
·       Percaya diri
·       Bisa ditambahkan lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, misal : kerja sama, ketelitian, ketekunan, dll..


Contoh Lembar Pengamatan Sikap sosial:
Tema             : …….
             Perilaku         : Jujur


No
Nama siswa
Sumber penilaian
Skala / predikat
Observasi
Penilaian diri
Antar teman
Jurnal
1
Egalita
4
3
2

3



3



3
4


3 (B)
2
Panji
2
3
3

2



2



2
2


2 (C)

Keterangan:
·         Kolom pada skala / predikat diperoleh dari kecenderungan perilaku yang muncul dari peserta didik
·         Format sikap sosial dibuat setiap tema per aspek perilaku yang diamati (seperti : jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, dll)
·         Penilaian sikap bisa dilakukan melalui beberapa sumber diantaranya: observasi, penilaian diri, penilaian antar teman dan jurnal
·         Dalam format di atas pada tema….. sikap jujur telah observasi sebanyak 3 kali, penilaian diri sebanyak 1 kali, antar teman sebanyak 1 kali dan jurnal sebanyak 2 kali, (frekuensi penilaian tergantung pada rancangan pembelajaran)
·         Setelah nilai sikap sosial pada satu tema diperoleh, maka akan dituangkan dalam format rekap nilai sikap sosial per semester. Skala akhir / predikat itu yang nanti akan digunakan untuk mengisi nilai aspek sosial di rapor (KI.2).
·         Deskripsi dalam rapor mengacu pada sikap sosial yang paling menonjol.

Contoh nilai sikap Panji:
o   Ananda sudah bisa menunjukkan perilaku disiplin yang baik, dan masih memerlukan bimbingan dalam bertanggung jawab dan jujur

Format rekap nilai sikap sosial semester-1

No
Nama
Perilaku yang diamati
Skala akhir/ predikat
Jujur
Disiplin
Tanggung jawab
Dsb
1
Egalita
3
3
3
3 (B)
2
Panji
2
3
2
2 (C)


Rubrik penilaian sikap sosial :


Kriteria
Baik sekali
4
Baik
3
Cukup
2
Kurang
1
Jujur
Tindakan selalu sesuai dengan ucapan
Tindakan kadang-kadang sesuai dengan ucapan
Tindakan kurang sesuai dengan ucapan
Tindakan tidak sesuai dengan ucapan
Disiplin
Mampu menjalankan aturan dengan kesadaran sendiri
Mampu menjalankan aturan dengan pengarahan guru
Kurang mampu menjalankan aturan
Belum mampu menjalankan aturan
Tanggung Jawab
Tertib mengikuti instruksi dan selesai tepat waktu
Tertib mengikuti instruksi, selesai tidak tepat waktu
Kurang tertib mengikuti instruksi, selesai tidak tepat waktu
Tidak tertib dan tidak menyelesaikan tugas
Santun
Berbahasa positif dan bersikap sopan
Berbahasa positif tapi bersikap kurang sopan
Berbahasa negative dan bersikap kurang sopan
Berbahasa negative dan tidak sopan
Peduli
Selalu care/empati dengan lingkungan sekitar dan temannya
Sering care /empati dengan lingkungan sekitar dan temannya
Kadang-kadang care /empati dengan lingkungan dan temannya
Belum / tidak care/empati dengan lingkungan dan temannya
Percaya diri
Tidak terlihat ragu-ragu
Terlihat ragu-ragu
Memerlukan bantuan guru
Belum menunjukkan kepercayaan diri

Catatan:
·         Pada penilaian sikap dirapor sekurang-kurangnya B (baik)


 2. Pengetahuan
Aspek  Pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut:
a.      Tes tulis
Tes tulis adalah tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa pilihan ganda, isian, Benar-salah, menjodohkan, dan uraian.

b.   Tes Lisan
Tes lisan berupa pertanyaan- pertanyaan yang diberikan guru secara ucap (oral) sehingga peserta didik merespon pertanyaan tersebut  secara ucap juga, sehingga menimbulkan keberanian. Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat maupun faragraf yang diucapkan.
Contoh soal tes lisan:
“Ini ada buah Tomat, Coba kamu Ahmad, ceritakan tentang buah tomat ini!” (peragakan buah tomat tersebut)
Pedoman penskroran:
- bercerita jelas                                skor 1
- kata kata jelas                               skor 1
- cerita runtut                                  skor 1
- sesuai waktu/tdal diam                 skor 1
- dan lainnya                                   skor 1  (jika masih ada unsur yang dinilai)
Jadi skor maksimal 5 ( tergantung banyak unsur yang dinilai)


c.       Penugasan
Penugasan adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang dapat berupa pekerjaan rumah dan atau proyek baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.
Format penilaian pengetahuan dibuat setiap tema dan setiap muatan

Contoh format nilai pengetahuan:
Tema                ; ……
Muatan            : PPKN




Nama siswa
Tema-1

Nilai akhir / predikat
Tes tulis
Tes lisan
Penugasan
Tulis1
Tulis2
Tulis3
Lisan1
Lisan2
Lisan3
Tugas1
Tugas2
Tugas3
Tugas4
Egalita
75
70


88
89
68



78 (B+)
Panji
80
85


85
98
90



88 (A)

Keterangan:
  • Rumus Nilai Akhir adalah rata-rata dari semua nilai
  • Predikat lihat pada Tabel Konversi Nilai
  • Setiap tema dan setiap muatan masing-masing dibuat format nilai  seperti format diatas. Setelah semua tema selesai akan dituangkan di format rekap nilai pengetahuan per muatan dalam satu semester,
  • Nilai akhir (NA) / predikat di format rekap nilai pengetahuan satu semester itu yang nanti akan digunakan dasar dalam pengisian rapor di aspek pengetahuan. (KI.3)
  • Deskripsi dalam rapor mengacu pada nilai / kompetensi yang paling menonjol.
      Contoh nilai Panji:
·         Kemampuan ananda dalam memahami symbol-simbol Pancasila sangat baik

Contoh format rekap nilai  pengetahuan semester-1:
Muatan            : PPKN



Nama siswa
Rekap Nilai setiap tema
UTS
UAS
Nilai akhir / predikat
Tema-1
Tema-2
Tema-3
Tema-4
Tema-5
Egalita
78
88
70
79
-
89
68
79 (B+)
Panji
88
89
90
88
-
98
90
90 (A)


13.      Keterampilan
 Aspek  keterampilan dapat dinilai dengan cara berikut:

a.    Performance atau  Kinerja
adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan  keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya tugas memainkan alat musik, menggunakan mikroskop, menyanyi, bermain peran, menari.  
Contoh penilaian tes performance  atau kinerja akan diberikan pada bab Implementasi pada bab selanjutnya.

b.   Produk
adalah penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam membuat produk teknologi dan seni (3 demensi).  Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir, namun juga proses pembuatannya. Pengembangan produk meliputi 3 tahap dan dalam setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
·      Tahap persiapan atau perencanaan meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa  dalam merencanakan, menggali, mengembangkan gagasan, dan mendesain produk
·      Tahap pembuatan meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam menyeleksi dan menggunakan bahan dan alat serta dalam menentukan teknik yang tepat.
·      Tahap penilaian (appraisal) meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk sesuai dengan kegunaannya.
 Contoh  membuat meja, membuat kincir angin, membuat Kartu nama, membuat kotak kue, merangkai bunga.
 Model penilaian  Produk diberikan pada bab implementasi pada bab selanjutnya.

c.         Proyek
adalah penilaian terhadap tugas yang mengandung investigasi dan  harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan.    Projek juga akan memberikan informasi tentang pemahaman dan pengetahuan siswa pada pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan, dan kemampuan siswa untuk mengomunikasikan informasi. Penilaian proyek sangat dianjurkan karena membantu mengembangkan ketrampilan berpikir tinggi  (berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir kreatif) peserta didik . misalnya membuat laporan pemanfaatan energy di dalam kehidupan, membuat laporan hasil pengamatan pertumbuhan tanaman.
contoh penilaian proyek diberikan pada bab implementasi pada bab selanjutnya 

d.        Portofolio 
Penilaian Portofolio adalah penilaian melalui sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu. Portofolio digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memantau secara terus menerus perkembangan pengetahuan dan  keterampilan peserta didik dalam bidang tertentu. Dengan demikian penilaian portofolio memberikan gambaran secara menyeluruh tentang proses & pencapaian hasil belajar peserta didik.
Portofolio merupakan bagian terpadu dari pembelajaran sehingga guru mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam menguasai kompetensi pada suatu tema.  Misalnya kompetensi pada tema “selalu berhemat energy”. Contoh kompetensi membuat laporan hasil percobaan.  Kemampuan membuat laporan hasil percobaan tentu tidak seketika dikuasai peserta didik, tetapi membutuhkan proses panjang, dimulai dari penulisan draf, perbaikan draf,  sampai laporan akhir yang siap disajikan. Selama proses ini diperlukan bimbingan guru melalui catatan-catatan tentang karya peserta didik sebagai masukan perbaikan lebih lanjut. Kumpulan karya anak sejak draf sampai laporan akhir berserta catatan catatan sebagai masukan guru inilah, yang menjadi potofolio. 

Di samping memuat karya-karya anak beserta catatan guru, terkait kompetensi membuat laporan hasil percobaan tersebut di atas, portofolio juga bisa memuat catatan hasil penilaian diri dan teman sejawat tentang kompetensi yang sama serta sikap dan perilaku sehari hari peserta didik yang bersangkutan. 

Agar penilaian portofolio berjalan efektif guru beserta peserta didik perlu menentuan hal-hal yang harus dilakukan dalam menggunakan portofolio Sebagai berikut:
1)      masing-masing peserta didik memiliki porto folio sendiri yang di dalamnya memuat hasil belajar siswa setiap muatan pelajaran atau setiap kompetensi.
2)      menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulan/disimpan.
3)      sewaktu waktu peserta didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukkan dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka memperbaiki  hasil kerja dan sikap.
4)       peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan guru.
5)       catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik perlu diberi tanggal, sehingga perkembangan kemajuan belajar peserta didik  dapat terlihat.

Contoh penilaian portofolio dapat dilihat pada Bab. III implementasi penilaian kelas.
Penilaian pada aspek keterampilan dilakukan setiap hari berdasarkan perencanaan pembelajaran.
Untuk penilaian aspek keterampilan, diperlukan format penilaian untuk setiap tema dan  muatan yang terpadu dalam tema tersebut.

Contoh format nilai keterampilan :
Tema               ; ……
Muatan            : PPKN


Nama siswa
Tema-1
Nilai akhir / predikat
Produk
Proyek
Porto folio
Unjuk kerja
Egalita
80
75


76



80
76
71

76
77


76 (B+)
Panji
77
87


70



78
90
89

80
85


82  (A-)

Keterangan:
  • Rumus Nilai Akhir adalah rata-rata dari semua nilai
  • Predikat lihat pada Tabel Konversi Nilai
  • Setiap tema dan setiap muatan masing-masing dibuat format nilai  seperti format diatas. Setelah semua tema selesai akan dituangkan di format rekap nilai keterampilan per muatan dalam satu semester,
  • Nilai akhir (NA) / predikat di format rekap nilai keterampilan satu semester itu yang nanti akan digunakan dasar dalam pengisian rapor di aspek keterampilan. (KI.4)
  • Deskripsi dalam rapor mengacu pada nilai / kompetensi yang paling menonjol.
        Contoh nilai Panji :
·         Kemampuan ananda dalam menghasilkan karya  ……(contoh membuat kincir angin) sudah baik, dan dalam membuat porto folio tentang….perlu bimbingan

Contoh format rekap aspek keterampilan semester-1:
Muatan            : PPKN
 
Nama siswa
Rekap Nilai setiap tema
Nilai akhir / predikat
Tema-1
Tema-2
Tema-3
Tema-4
Tema-5
Egalita
78
88
70
79
-
79 (B+)
Panji
86
88
90
88
-
88 (A)





























Tidak ada komentar:

Posting Komentar