Kamis, 04 November 2021
KINERJA GURU-KEPSEK (PKB, PKG, PKKS, AKG)
PENILAIAN KINERJA GURU
1. PP No. 74 Tahun 2008 tentang Guru
2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
1. PP No. 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS
A. Pangantar Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru (PKG-PKB)
- Buku 1, Pedoman Pengelolaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), 2010
- Buku 2, Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) 2012
- Buku 3, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya, 2010
- Buku 4, Pedoman Kegiatan PKB Dan Angka Kreditnya, 2019
- Buku 5, Pedoman Penilaian Kegiatan PKB, 2019
C. Buku-Buku PKG
- Penyusunan Bukti Fisik Penilaian Angka Kredit (Untuk Kenaikan Golongan ASN Guru) 2009)
- Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas, 2018
- Kode Etik Guru Indonesia (Kongres PGRI), 2013)
- Jabatan Fungsional Guru Dan Angka Kreditnya, 2014
- Supervisi PKG
- Asesmen Kompetensi Guru (AKG), Kepala dan Pengawas Madrasah
- Pedoman PKG Penilaian Kinerja Guru Madrasah, 2021
- Panduan Model Operasional Model Kompetensi Guru, 2023
1. Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan
Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara
2. Peraturan Badan Kepegawaian
Negara Nomor 3 Tahun 2023 tentang Angka Kredit, Kenaikan Pangkat dan Jenjang
Jabatan Fungsional
3. Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan
Fungsional
1. Peraturan Menteri Pendidikan
Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru Aparatur Sipil
Negara pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Masyarakat
2. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia Nomor
11 Tahun 2025 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru
3. Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 271/O/2025 Tentang
Pedoman Pengelolaan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan
G. PERATURAN KINERJA GURU TAHUN 2026
1. KMA Nomor 736 Tahun 2026 tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah yang Bersertifikat Pendidik
2. KMA Nomor 737 Tahun 2026 tentang
Pedoman Kesesuaian Sertifikat Pendidik dan Kualifikasi Akademik dengan Bidang
Tugas Guru
PEDOMAN OBSERVASI KINERJA GURU DAN KAMAD
PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH/MADRASAH
B. Peraturan Menteri Agama RI No 58 Tahun 2017 tentang Kepala Madrasah
C. Peraturan Menteri Agama RI No. 24 Tahun 2018 tentang Perubahan atas PMA No 58
E. Contoh Bukti Fisik PKKS/M Tahun 2020
G. Persiapan Bukti Fisik PKKM Tahun 2022
Suplemen:
ASESMEN KOMPETENSI GURU (AKG)
Senin, 01 November 2021
Wilayah Laut Indonesia
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Negara maritim adalah negara yang sebagian besar wiiayahnya merupakan perairan, artinya negara yang luas daratannya lebih kecil daripada luas laut.
Indonesia merupakan negara kepulauan.terbesar di dunia. Garis pantainya sekitar 81.000 km. Wilayah lautnya meliputi 5,8 juta km atau sekitar 70% dari luas total wilayah Indonesia. Luas wilayah laut Indonesia terdiri atas 3,1 juta km luas laut kedaulatan dan 2,7 juta km wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).
Wilayah laut Indonesia mengalami perkembangan yang cukup panjang. Wilayah laut Indonesia pertama kali ditentukan dengan Territoriale Zee en Maritime Kringen Ordonantie (TZMKO) tahun 1939. Berdasarkan konsepsi TZMKOtahun 1939, lebar laut wilayah perairan Indonesia hanya meliputi jalur-jalur laut yang mengelilingi setiap pulau atau bagian pulau Indonesia. Lebar laut hanya 3 mil laut. Artinya, antarpulau di Indonesia terdapat laut internasional yang memisahkan satu pulau dengan.pulau lainnya. Hal ini dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Pada 13 Desember 1957, pemerintah Indonesia mengumumkan Deklarasi Djoeanda. Pemerintah mengumumkan bahwa lebar laut Indonesia adalah 12 mil. Selanjutnya, dengan Undang-Undang No. 4/Prp Tahun 1960 tentang Wilayah Perairan Indonesia ditetapkah tentang laut wilayah Indonesia selebar 12 mil laut dari garis pangkal lurus. Perairan Indonesia dikelilingi oleh garis pangkal yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau terluar Indonesia.
Pada tahun 1982 Konvensi Hukum Laut PBB memberikan dasar hukum bagi negara-negara kepulauan untuk menentukan batasan lautan sampai Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen. Dengan dasar ini suatu negara memiliki wewenang untuk mengeksploitasi sumber daya alam yang ada di zona tersebut. Berbagai sumber daya alam seperti perikanan, gas bumi, minyak bumi, dan bahan tambang lainnya dapat dimanfaatkan oleh negara yang bersangkutan.
Wilayah laut Indonesia sangat luas. Wilayah laut Indonesia dibedakan menjadi tiga, yaitu zona laut tentorial, zona landas kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif.
1. Zona Laut Tentorial
Zona laut tentorial adalah jalur laut yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke laut lepas. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau.
2. Zona Landas Kontinen
Landas kontinen adalah dasar laut yang merupakan lanjutan dari sebuah benua. Landas kontinen memiliki kedalaman kurang dari 150 meter. Landas kontinen diukurdari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut.
3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar. Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) diumumkan pada tanggal 21 Maret 1980. Di zona ini negara Indonesia memiliki hak untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam yang ada.
Sebagai negara maritim, tentu saja potensi lautdi Indonesia sangat beragam manfaatnya. Di laut Indonesia terdapat banyak sekali sumber daya alam, contohnya ikan-ikan, gas, minyak bumi, timah, bauksit, pasir besi, dan batu karang. Ombak pasang surut juga dapat digunakan untuk memutar turbin guna menghasilkan tenaga listrik. Adapun berbagai sumber daya alam yang ada di laut, sebagai berikut.
- Berbagai jenis biota laut seperti ikan, udang, cumi-cumi, kerang, kepiting, dan biota lainnya. Sumber daya alam tersebut memberikan penghidupan bagi para nelayan.
- Kerang mutiara memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.
- Rumput laut dibudidayakan di daerah pesisir. Budi daya ini dapat meningkatkan pendapatan penduduk.
- Air laut merupakan bahan dasar pembuatan garam mineral.
- Berbagai bahan tambang terdapat di laut, di antaranya minyak bumi.
Sumber tulisan di sini
TERUMBU KARANG
TENTANG TERUMBU KARANG
Hutan bakau, padang lamun dan terumbu karang merupakan tiga ekosistem penting di daerah pesisir perairan tropika. Hutan bakau dan padang lamun berperan penting dalam melindungi pantai dari arus dan hempasan ombak, selain itu juga berperan penting sebagai tempat memijah, membesar dan mencari makan dari berbagai biota, termasuk yang menghuni ekosistem terumbu karang. Diketahui bahwa ekosistem terumbu karang dihuni oleh lebih dari 93.000 spesies, bahkan diperkirakan lebih dari satu juta spesies mendiami ekosistem ini. Ekosistem terumbu karang yang sangat kaya akan plasma nutfah ini, kendati tampak sangat kokoh dan kuat, namun ternyata sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.
Ekosistem terumbu karang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan laut seperti tingkat kejernihan air, arus, salinitas dan suhu. Tingkat kejernihan air dipengaruhi oleh partikel tersuspensi antara lain akibat dari pelumpuran dan ini akan berpengaruh terhadap jumlah cahaya yang masuk ke dalam laut, sementara cahaya sangat diperlukan oleh zooxanthella yang fotosintetik dan hidup di dalam jaringan tubuh binatang pembentuk terumbu karang.
Arus membawa oksigen yang dibutuhkan hewan-hewan terumbu karang. Kekuatan arus mempengaruhijumlah makanan yang terbawa dengan demikian mempengaruhi juga kecepatan pertumbuhan binatang karang. Suhu laut optimum bagi kehidupan terumbu karang adalah antara 26ο-28οC, kenaikan atau penurunan suhu dalam waktu yang relatif lama dapat mengakibatkan kematian hewan karang.
MENGENAL BINATANG KARANG
Binatang karang, atau beberapa biota lainnya yang hidup di dalam ekosistem terumbu, karang mampu mem-bentuk zat yang keras dari zat kapur yang di sebut sebagai karang. Binatang karang adalah pembentuk utama ekosistem terumbu karang. Binatang karang berukuran sangat kecil, disebut polip, yang dalam jumlah ribuan membentuk koloni yang dikenal sebagai karang (karang batu atau karang lunak). Proses pembentukan sebuah koloni memakan waktu yang sangat lama, dan unutk bisa membentuk suatu ekosistem terumbu karang akan memakan waktu sampai ribuan tahun. Walaupun terlihat sangat kokoh, karang sebenarnya sangat rapuh dan mudah hancur.
FUNGSI DAN NILAI TERUMBU KARANG
Ekosistem terumbu karang merupakan gudang persediaan makanan dan bahan obat-obatan bagi manusia di masa kini maupun di masa mendatang. Selain itu keindahannya juga menjadi daya tarik yang bisa menjadi sumber devisa bagi negara melalui kegiatan pariwisata. Wisata bahari Indonesia tengah berkembang pesat dan ekosistem terumbu karang merupakan salah aset utamanya.
Ekosistem terumbu karang adalah tempat tinggal bagi ribuan binatang dan tumbuhan yang banyak diantaranya memiliki nilai ekonomi tinggi. Berbagai jenis binatang mencari makan dan berlindung di ekosistem ini. Berjuta penduduk Indonesia bergantung sepenuhnya pada ekosistem terumbu karang sebagai sumber pencaharian. Jumlah produksi ikan, kerang dan kepiting dari ekosistem terumbu karang secara lestari di seluruh dunia dapat mencapai 9 juta ton atau sedikitnya 12% dari jumlah tangkapan perikanan dunia. Sumber perikanan yang ditopang oleh ekosistem terumbu karang memiliki arti penting bagi masyarakat setempat yang pada umumnya masih memakai alat tangkap tradisional.
Selain nilai ekonominya, ekosistem terumbu karang juga merupakan laboratorium alam yang sangat unik untuk berbagai kegiatan penelitian yang dapat mengungkapkan penemuan yang berguna bagi kehidupan manusia. Beberapa jenis spongs, misalnya, merupakan binatang yang antara lain terdapat di ekosistem terumbu karang yang berpotensi mengandung bahan bioakif yang dapat dijadikan bahan obat-obatan antara lain untuk penyembuhan penyakit kanker. Selain itu binatang karang tertentu yang mengandung kalsium karbonat telah dipergunakan untuk pengobatan tulang rapuh. Fungsi lain dari ekosistem terumbu karang yang hidup di dekat pantai ialah memberikan perlindungan bagi berbagai properti yang ada di kawasan pesisir dari ancaman pengikisan oleh ombak dan arus.
KENALI DAN CINTAI EKOSISTEM TERUMBU KARANG KITA
Apa yang disediakan oleh ekosistem terumbu karang bagi kepentingan manusia?
- sumber makanan dengan protein tinggi,
- sumber bahan obat-obatan,
- sumber bahan bangunan,
- sumber penghasilan: berupa hasil tangkapan seperti ikan, udang dan agar-agar; usaha pariwisata seperti menyelam dan memancing,
- melindungi pantai dari hempasan ombak dan arus.
Apa yang telah dilakukan manusia terhadap ekosistem terumbu karang?
- menggunakan alat-alat tangkapan yang merusak seperti bom, dan potas sehingga terjadi:
- tangkapan yang berlebihan,
- terumbu karang hancur dan mati,
- ikan-ikan kecil yang tidak menjadi sasaran tangkapan ikut mati, menjadi terbuang sia-sia.
- membangun terlalu dekat dengan garis pantai, dan menguruk pantai menjadi lahan untuk pembangunan sehingga terjadi pelumpuran,
- mencari terumbu karang dengan sampah, tumpahan minyak, buangan industri dan sisa-sisa pestisida dan insektisida untuk pertanian,
- melempar jangkar dan berjalan-jalan di atas terumbu karang,
- penebangan hutan dan pohon-pohon di sepanjang aliran sungai yang menyebabkan pelumpuran,
- pengambilan karang berlebihan untuk diperdagangkan,
- penambangan karang berlebihan untuk pembuatan kapur, bahan bangunan dan fondasi jalan.
Setelah mengenali, maka cintai dan periharalah terumbu karang kita, karena terumbu karang adalah:
- terbentuk melalui suatu proses kehidupan yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk tumbuh berkembang sehingga menjadi seperti kondisi yang terlihat sekarang ini,
- tempat tinggal, berkembang biak dan mencari makan ribuan jenis hewan dan tumbuhan yang menjadi tumpuan kita,
- Indonesia memiliki ekosistem terumbu karang terluas di dunia (2,5 juta ha*), tetapi hanya tinggal sedikit saja (6,20%) dalam kondisi yang masih sangat bagus,
- sumber daya laut yang mempunyai potensi ekonomi yang sangat tinggi (untuk perikanan, pariwisata dan perlindungan daerah pesisir), aabila dalam kondisi yang sangat baik,
- labotorium alam yang sangat menunjang pendidikan dan penelitian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan,
- potensi di masa depan untuk sumber lapangan kerja masyarakat luas.
TERUMBU KARANG INDONESIA
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari lebih 17.000 buah pulau besar dan kecil, dengan panjang garis pantai mencapai hampir 81.000 km yang dilindungi oleh ekosistem terumbu karang, ekosistem padang lamun dan ekosistem mangrove. Indonesia merupakan salah satu Negara terpenting di dunia sebagai penyimpan keanekaeagaman hayati laut tertinggi. Di Indonesia terdapat 2,500 spesies of molluska, 2,000 spesies krustasea, 6 spesies penyu laut, 30 mamalia laut, dan lebih dari 2,500 spesies ikan laut. Luas ekosistem terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 2,5 juta ha*). Dengan ditemukannya 362 spesies scleractinia (karang batu) yang termasuk dalam 76 genera, Indonesia merupakan episenter dari sebaran karang batu dunia. Ekosistem pesisir (padang lamun, mangrove dan terumbu karang) memainkan peranan penting dalam industri wisata bahari, selain memberikan pelindungan pada kawasan pesisir dari hempasan ombak dan gerusan arus. Selain itu ekossistem pesisir ini merupakan tempat bertelur, membesar dan mencari makan dari beaneka ragam biota laut yang kesemuanya merupakan sumber produksi penting bagi masyarakat pesisir.
Di samping peranannya yang penting, ekosistem terumbu karang Indonesia dipercaya sedang mengalami tekanan berat dari kegiatan penangkapan ikan dengan mempergunakan racun dan bahan peledak. Selain itu penangkapan berlebihan sedimentasi dan pencemaran juga merupakan ancaman yang tak kalah beratnya. Belakangan ini diperkirakan hamper 25 persen dari kehidupan di ekosistem terumbu karang telah mati, antara lain akibat dari peningkatan suhu mencapai sebesar 4ο C. Pada tahun 1994 LIPI mengadakan survei pada 371 buah station transek nasional dengan menggunakan prosedur standar pemantauan internasional. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi ekosistem terumbu karang Indonesia telah mengalami kerusakan yang sangat serius
Ekosistem terumbu karang adalah ekosistem yang mengandung sumber daya alam yang dapat memberi manfaat besar bagi manusia. Dari itu diperlukan kearifan manusia untuk mengelolanya, yang bisa menjadikan sumber daya alam ini menjamin kesejahteraan manusia sepanjang zaman. Tanpa menghiraukan masa depan dan terus-menerus merusak, ekosistem terumbu karang akan menjadi semacam padang gurun tandus di dalam laut yang hanya dipenuhi oleh patahan-patahan karang dan benda mati lainnya. Karena itu pengelolaan sangat diperlukan untuk mengatur aktivitas manusia serta mengurangi dan memantau cara-cara pemanfaatan yang merusak. Pengelolaan terumbu karang harus berbasis pada keterlibatan masyarakat, sebagai pengguna langsung sumber daya laut ini. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya terumbu karang sangat penting mulai dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan sampai pada tahap evaluasi dari suatu cara pengeloaan. Indonesia yang terletak di sepanjang katulistiwa, mempunyai terumbu karang terluas di dunia tersebar mulai dari Aceh sampai Irian Jaya. Dengan jumlah penduduk 200 juta jiwa, yang 60 persennya tinggal di daerah pesisir, maka terumbu karang merupakan tumpuan sumber penghudupan utama.
Di samping sebagai sumber perikanan, terumbu karang memberikan penghasilan antara lain industri ikan hias sampai pada tingkat nelayan pengumpul. Terumbu juga merupakan sumber devisa bagi negara, termasuk usaha pariwisata yang dikelolah oleh masyarakat nelayan.
Sayangnya terumbu karang di Indonesia semakin memburuk kondisinya, yang secara langsung dapat dibuktikan dari hasil tangkapan ikan oleh nelayan yang semakin menurun. Selain jumlah hasil tangkapan ikan semakin menurun, juga ukuran ikannya semakin kecil disamping itu nelayan memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencari ikan. Peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan di daerah pesisir yang semakin meluas, menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap ekosistem terumbu karang.
Apa masalah dasar yang dihadapi ekosistem terumbu karang Indonesia ?
- kurangnya kesadaran akan nilai penting sumber daya ekosistem terumbu karang baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya,
- hampir tidak ada pengelolaan sumber daya ekosistem terumbu karang,
- walaupun telah ada peraturan perundang-undangan yang menyangkut pemanfaatan dan pelestarian sumber daya ekosistem terumbu karang, penegakan hukum yang terjadi masih sangat lemah,
- pembangunan industri yang tidak tekendali di kawasan pesisir yang memberikan dampak sangat negative terhadap kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang,
- kemiskinan masyarakat hidup di kawasan pesisir menyebabkan tidak ada pilihan lain selain terus-menerus memanfaatkan sumber daya yang ada,
- kurangnya keinginan politis untuk menanggulangi masalah.
TERUMBU KARANG DUNIA
Telah sering disebut bahwa ekosistem terumbu karang memiliki arti yang amat penting bagi kehidupan manusia, baik dari segi ekonomi maupun sebagai penunjang kegiatan rekreasi karena keindahannya. Terumbu karang tersebar di seluruh dunia dan mencakup lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia, dengan luas diperkirakan mencapai 600.000 km2. Mulai dekade 1990-an, para ahli mulai mengangkat isu tentang semakin memburuknya kondisi terumbu karang dunia, antara lain Indonesia. Saat ini diperkirakan 10 persen dari terumbu karang dunia dalam kondisi sangat rusak dan bahkan kemungkinan tidak dapat dipulihkan kembali. Dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, apabila tidak ada upaya pelestarian yang intensif, maka diperkirakan 30 persen dari terumbu karang yang ada akan mengalami nasib yang sama.
Kegiatan manusia merupakan penyebab terbesar menurunnya kondisi ekosistem terumbu karang dunia. Semakin cepat pertumbuhan penduduk dunia, semakin padat pula pemukiman di daerah pesisir, maka semakin terancam pula keberadaan ekosistem terumbu karang beserta sumber daya laut lainnya.
Ekploitasi sumber daya ekosistem terumbu karang di berbagai negara telah diperburuk oleh banyaknya sumber daya yang terbuang sia-sia karena cara penangkapan ikan secara merusak.
Pencemaran dan pesatnya pembangunan di daerah pesisir dan laut semakin mengancam kelestarian ekosistem terumbu karang. Selain itu, bencana alam selain badai, gempa bumi dan efek dari El Ni±o telah mengakibatkan rusak parahnya ekosistem terumbu karang di berbagai Negara dengan ditandai oleh matinya berbagai jenis karang batu.
Berbagai upaya, baik rencana jangka pendek maupun jangka panjang, telah dirancang oleh para ahli serta dilaksanakan untuk menyelamatkan ekosistem terumbu karang. Pemerintah Indonesiapun telah mengambil langkah-langkah penting dalam upaya penyelamatan ekosistem terumbu karang antara lain melalui program COREMAP.
Sumber artikel di sini
Mengenal Rapor Digital Madrasah Tahun 2021
Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama meluncurkan Rapor Digital Madrasah (RDM). Aplikasi ini akan digunakan oleh 87.000 madrasah pada berbagai tingkatan yang tersebar di seluruh Indonesia.
RDM ini merupakan penyempurnaan dari Aplikasi Rapor Digital (ARD) yang digunakan sebelumnya. Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan bahwa penyempurnaan ini sebagai terobosan dalam mengoptimalkan layanan pembelajaran di madrasah.
“Masa depan anak-anak kita pasti datang, dan kita harus mampu mengantarkannya dengan penuh makna,” jelas pria yang akrab disapa Dani ini di Jakarta, Jumat (20/8/2021).
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Moh Isom menambahkan bahwa peluncuran RDM ini melengkapi platform pembelajaran “E-learning Madrasah” yang berjalan selama pandemi. RDM hadir dengan menu yang lebih lengkap serta memudahkan guru, siswa, dan kepala madrasah dalam melakukan perencanaan, proses, dan penilaian serta pelaporan hasil belajar madrasah.
“RDM bukan sekedar aplikasi untuk mencetak rapor. Melalui RDM, kepala madrasah, guru dan orang tua siswa bisa memantau perkembangan capaian kompetensi siswa secara real time,” jelas Isom.
Melalui RDM, analisis dan penggambaran grafik perkembangan kompetensi siswa juga dapat diketahui secara cepat dan akurat. Atas dukungan data tersebut, diharapkan guru bisa memberikan program perbaikan pembelajaran dan pengayaan secara tepat baik dari sisi waktu maupun mutu.
Untuk mewujudkan layanan data tunggal di Kementerian Agama, aplikasi RDM juga sudah terintegrasi dengan pangkalan data EMIS. Sehingga, validitas data di madrasah dapat terjamin. Di samping itu, guru dan oprator madrasah lebih mudah dan cepat dalam mengelola administrasi penilaian hasil belajar di madrasah. Guru dapat mengelola nilai secara online dari mana saja dan kapan saja.
RDM, ucap Isom, juga berfungsi sebagai bank nilai siswa madrasah. Seluruh data nilai siswa madrasah tersimpan di server pusat serta dapat digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan. Karena RDM sudah terintegrasi dengan EMIS maka saat siswa akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi melalui LTMPT, tidak perlu lagi siswa menginput data nilai secara manual, karena seluruh data nilai siswa sudah tersedia.
“Kita bertekad meningkatkan mutu dan daya saing madrasah, mewujudkan Madrasah Mandiri dan Berprestasi melalui terobosan-trombosan layanan digital yang cepat dan akurat di madrasah,” tegas Isom.
FITUR-FITUR RDM
1. Akses Proktor, Staf, Kamad dan Wakakur
Akses Proktor RDM sangat penting dalam aplikasi RDM, karena Registrasi awal RDM dilakukan oleh Proktor atau admin aplikasi RDM Madrasah anda.
Berikut ini fitur RDM yang dapat diakses oleh Proktor:
- Dashboard RDM Madrasah
- Syncron Profile Madrasah
- Upload dan Hapus Logo Madrasah/Yayasan
- Mengatur Tahun Ajaran, Semester dan Jenis Penilaian Madrasah
- Melakukan Synron Mapel dan menambahkan mapel yang tidak tersedia
- Mengatur Data Kelas
- Mengatur Data Guru
- Mengatur Data Siswa
- Pindah Kelas Siswa
- Naik Kelas Kelas Siswa
- Akses Data Alumni
- Mengatur Data Ekstrakurikuler
- Mengatur Data Cetak Rapor
- Memantau Status Pengiriman Nilai
- Mangatur Akses akun Administrasi
- Backup dan Restore Data RDM
Untuk akses Staf hampir sama dengan proktor, kecuali Synron data profile madrasah, logo, pengaturan dan backup. Untuk akses Kamad dan Wakakur hanya bersifat pemantauan saja.
2. Akses Guru
Untuk akses data guru ada 3 Jenis, yaitu Sebagai Guru Mapel, Wali Kelas dan Pembina Ekstrakurikuler.
Fitur Untuk Akses Guru Mapel
- Melakukan Penilaian Mata Pelajaran pada kelas yang diajarnya sesuai dengan yang diatur oleh Proktor
- Mengatur Bobot Nilai Harian dan PAS/PAT
- Melakukan Penginputan Nilai Harian dan PAT
- Melakukan Penilaian Keterampilan (Proyek, Portofolio dan Ujuk Kerja
- Mengirim Nilai Pengetahuan dan Keterampilan
- Membatalkan Nilai Pengetahuan dan Keterampilan yang sudah terkirim
Fitur Untuk Akses Guru Sebagai Wali Kelas
- Mengubah data siswa di kelasnya
- Menginput Presensi Siswa
- Menginput Catatan Wali Kelas
- Menginput Nilai Sikap Sosial dan Spiritual
- Menentukan Naik Kelas dan tidak naik kelas pada penilaian semester genap
- Memantau Status nilai terkirim di kelasnya
- Melakukan penguncian Nilai Rapor yang sudah terkirim
- Mencetak Rapor, Lembar Nilai, Sampul, Identitas Rapor, Legger Kelas dan rekap nilai persiswa
Fitur Untuk Akses Guru Sebagai Pembina Ekstra
- Melakukan Penilaian terhadap siswa binaannya
- Menambahkan siswa binaan untuk Extrakurikuler yang sifatnya Pilihan
3. Akses Siswa (Soon...)
Untuk akses siswa terhadap aplikasi RDM akan dikembangkan berbeda. Agar server yang digunakan oleh RDM tidak terbebani oleh akses user dari siswa, maka untuk pengembangan aplikasi RDM untuk siswa, rencananya akan menggunakan aplikasi Android

